Page 336 - Perdana Menteri RI Final
P. 336

penggagas gerakan anti Negara Sumatera         PENUTUP                                                                 diapresiasi oleh keberhasilannya di bidang
                           Timur, juga mendesak pemimpin PNI di                                                                                   ekonomi. Dari kerja kabinet ini pula, Undang-
                                                                          Akhir dari pengabdian Wilopo sebagai seorang
                           Jakarta  untuk  melakukan hal  yang  sama dan                                                                          undang pemilihan Badan Konstituante dan
                                                                          perdana mentri seolah menunjukan suatu ironi.
                           mengancam akan keluar dari partai jika fraksi                                                                          Dewan Perwakilan Rakyat dihasilkan yang
                                                                          Kasus yang menyebabkannya mengembalikan
                                                                                                                                                  kemudian menjadi dasar pelaksanakan pemilu
                           PNI di parlemen tidak mendukung mosi Sidik     mandat merupakan urusan yang sebenarnya
                                                                                                                                                  nasional yang pertama pada 1955. Lebih dari
                           Kertapati.                                     bagian dari dunia yang telah ia geluti sejak lama
                                                                                                                                                  itu, kabinet ini menorehkan lebih banyak
                                                                          dimana Wilopo dikenal sebagai pembela buruh
                           PNI dan Masyumi kemudian melakukan                                                                                     lagi pencapaian seperti penyelesaian masalah
                                                                          dan  kaum  tani.  Persoalan  ini  tentu  saja  tidak
                           pertemuan    untuk    membahas     masalah                                                                             MSA, penciptaan sistem penganggaran jangka
                                                                          dapat digunakan untuk menilai bahwa Wilopo
                           Tanjung Morawa yang dikhawatirkan dapat                                                                                panjang pemerintah, serta banyak lagi lainnya.
                                                                          berubah, secara apapun ia tetap seorang yang
                           menimbulkan perpecahan pada kedua partai                                                                               Keberhasilan tersebut dapat dicapai berkat
                                                                          dekat dengan rakyat kecil, lagi pula persoalan
                                                                                                                                                  keteladanan yang baik dari pribadi seorang
                           pendukung pemerintah. Hanya saja, saat
                                                                          Tanjung Morawa tidak langsung berada di
                                                                                                                                                  perdana menteri yang tulus dan sederhana.
                           dilakukan pertemuan, haluan politik keduanya   bawah kendalinya. Hanya saja jatuhnya kabinet
                                                                                                                                                  Kemampuan personal Wilopo yang mampu
                           sudah bergeser. Pada pertemuan pertama yang    Wilopo menjadi ilustrasi yang baik tentang
                                                                                                                                                  merangkul segala perbedaan membuat kabinetnya
                           diselenggarakan pada 26 Mei, PNI  belum        persoalan pasca-revolusi dalam politik Indonesia
                                                                                                                                                  dapat bekerja sebagai sebuah tim yang solid.
                           menunjukan sikap resminya terkait dengan Mosi   yang  telah  dialami  oleh  para  perdana  menteri
                           Sidik Kertapati. Selang lima hari kemudian,    pendahulunya maupun yang akan dihadapi oleh                             Dalam bekerja, Wilopo adalah orang yang

                           pada pertemuan kedua, PNI menyatakan           para penerusnya. Wilopo yang mampu bertahan                             tidak memanipulasikan keresahan rakyat, dan
                           menolak cara-cara yang digunakan pemerintah    tatkala menghadapi badai di tubuh tentara, harus                        tidak ingin pula menonjol menjadi pahlawan
                           untuk mengatasi peristiwa Tanjung Morawa,      menerima kenyataan pahit oleh masalah Tanjung                           maupun memberikan kesempatan pengikutnya
                                                                          Morawa. Hal ini menunjukan seberapa tinggi
                           dan mendesak Masyumi untuk membubarkan                                                                                 untuk berlagak pahlawan. Wilopo adalah orang
                                                                          ketergantungan pemerintah terhadap koalisinya.                          yang lugu, jujur, dan sederhana—dan menyitir
                           kabinet. Masyumi menolak tuntutan PNI dan
                                                                          Dinamika politik di akhir masa jabatannya                                                                      21
                           berkeyakinan bahwa kabinet masih memiliki                                                                              pernyataan M. Roem—orang itu pahlawan.
                                                                          telah berubah arah dimana, seperti yang ia
                           cukup dukungan untuk melanjutkan tugas-
                                                                          akui sendiri, terdapat faksi oposisi pemerintah
                           tugasnya.  20
                                                                          dalam tubuh PNI bertambah kuat. Selain itu,

                           Mencermati    perkembangan    politik,  dan    situasi di akhir masa peerintahan Wilopo juga
                                                                          menunjukan betapa sulit posisi pemerintah
                           menakar  dukungan  terhadap pemerintah  di
                                                                          dalam melaksanakan kebijakan terkait dengan
                           parlemen setelah PNI mengeluarkan sikap
                                                                          modal asing.
                           resminya, perdana menteri Wilopo memilih
                           untuk menyerahkan kembali mandatnya kepada
                                                                          Jatuhnya kabinet yang ia pimpin juga bukan
                           presiden sebelum pemungutan suara untuk
                                                                          kegagalan utama Wilopo. Bagi Herbert
                           menentukan nasib dari mosi Sidik Kertapati
                                                                          Feith kelemahan utama Wilopo terletak pada
                           dilaksanakan.  Terhitung  mulai 3  Juni  1953,   ketidakmampuannya   untuk    menggembor-
                           Kabinet Wilopo demisioner. Hingga kabinet      gemborkan keberhasilannya selama memimpin
                           baru terbentuk, maka untuk sementara waktu     pemerintahan. Komentar Feith  ini sebenarnya
                           Wilopo masih menjalankan tugasnya.             suatu bentuk pujian. Kabinet Wilopo sangat





                           324   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  325
   331   332   333   334   335   336   337   338   339   340   341