Page 332 - Perdana Menteri RI Final
P. 332

menjadi  masalah politik di  masyarakat dengan   PERUBAHAN KONFIGURASI POLITIK                                         pemimpin PKI ini masih muda, mereka telah      termasuk Masyumi. Pada perkembangannya,
                                                                          DAN PERISTIWA TANJUNG MORAWA
                           bumbu-bumbu dari berita di koran juga tidak                                                                            mapan dalam penguasaan teori-teori gerakan,    kabinet Wilopo yang mengikutsertakan PSI
                           proporsional. Desakan untuk mengadili oknum-   Perkembangan politik lainnya yang terjadi pada                          memiliki banyak pengalaman, dan rata-rata      dan memperoleh dukungan kuat dari Masyumi,
                           oknum tentara yang terlibat dalam peristiwa    awal pemerintahan Kabinet Wilopo berkaitan                              memiliki karakter sebagai “pemimpin massa”.    menjadikan PKI justru melakukan pendekatan
                           itu muncul dari sejumlah partai politik,       dengan perubahan konfigurasi politik kepartaian.                        Aidit dan Lukman adalah dua orang yang baru    dengan salah satu faksi dalam tubuh PNI.
                           termasuk PNI. Belakangan diketahui nama        Sebulan  semenjak  menyatakan  keluar  dari                             kembali dari Tiongkok dan Vietnam, sedangkan   Kedekatan  kedua  partai  ini  memang  sempat
                           Kolonel Dr. Mustopo disebut-sebut sebagai      Masyumi, NU berubah menjadi sebuah partai                               Alimin satu-satunya anggota yang usianya lebih   terajadi menyongsong kejatuhan Kabinet Natsir,

                           yang bertanggung jawab atas demonstrasi yang   politik pada akhir Agustus 1952. Pada saat yang                         dari tigapuluh tahun (68 tahun) pada waktu itu   dimana PKI juga berusaha menggandeng PNI
                           terjadi pada pagi itu. Ia diyakini memiliki relasi   bersamaan Liga Muslim Indonesia dibentuk.                         merupakan tokoh senior dalam partai.           untuk mengeliminir pengaruh Masyumi dari
                           kuat dengan kelompok buruh, dan diasosiasikan   Perubahan yang berlangsung pada partai-                                                                               pemerintahan.
                                                                                                                                                  Di bawah pengaruh para pemimpin baru tersebut,
                           dengan kumpulan gangster dan para jawara yang   partai Islam tersebut tidak terlalu berpengaruh
                                                                                                                                                  PKI diatur sedemikian rupa untuk menjadi       Hanya saja, pada masa Wilopo menjabat
                           tergabung dalam organisasi KOBRA (Komando      terhadap kerja kabinet. Bahkan, jabatan menteri
                                                                                                                                                  partai tunggal yang kecil dengan  disiplin tinggi   perdana menteri, terdapat sejumlah alasan lain
                                                                          agama yang dipegang oleh Fakih Usman,
                           Barisan Rakyat). Dalam surat edarannya, KSAD
                                                                                                                                                  dan sadar teori gerakan. Para pemimpin partai   yang  kembali mendekatkan keduanya.  Feith
                                                                          seorang muslim modernis yang mengasosiasikan
                           A.H. Nasution menyataka bahwa dirinyalah
                                                                                                                                                  menyadari bahwa PKI harus berkonsentrasi pada   mengindikasikan PKI melakukan infiltrasi
                                                                          diri dengan Muhammadiyah juga tidak
                           yang  bertanggungjawab  atas  peristiwa itu.
                                                                                                                                                  kerja politik massa ketimbang politik parlemen.   di tubuh PNI melalui Saleh Umar tokoh PNI
                                                                          menimbulkan persoalan lebih lanjut, walaupun
                           Sejumlah nama lain yang turut bertandatangan
                                                                                                                                                  Partai ini juga menginisiasi dibentuknya suatu   dari Sumatra Utara dan Ahen Erningpraja
                                                                          sebelumnya posisi inilah yang menjadi salah satu
                           adalah Wakil Kepala Staf, Letkol. Sutoko dan                                                                                                                          yang berafiliasi dengan SOBSI.  Faktor lain
                                                                                                                                                                                                                               19
                                                                          pangkal perkara yang berujung perpecahan di                             Front Persatuan Nasional dengan menggandeng
                           Letkol Dr. Aziz Saleh dan Kepala Polisi Militer                                                                                                                       adalah polarisasi politik menjelang pemilu
                                                                          tubuh Masyumi.                                                          partai-partai lain yang jujur dan siap. Memasuki
                           Letkol S. Parman. Orang-orang tersebut tidak                                                                                                                          dimana kekuatan nasionalis-sekuler seperti
                                                                                                                                                  tahun 1952—walaupun masih dalam kondisi
                           berada dalam satu garis politik tertentu—
                                                                          Imbas    lebih  besar   dari  perkembangan                              yang  serba  kacau  akibat  penangkapan  dan   PNI melihat kekuatan Islam terutama yang
                           walaupun sejumlah orang memiliki kedekatan     politik  di tahun-tahun tersebut muncul dari                            hilangnya sejumlah besar anggota yang          berada di pedesaan akan muncul sebagai
                           dengan PSI—dan merupakan representasi dari     perubahan orientasi politik PKI. Pada saat itu,                         masih  berada  dipersembunyian—PKI telah       kompetitor kuat untuk menjaring suara.
                           kelompok tentara yang anti politisi.           PKI sebenarnya belum sepenuhnya berhasil                                menunjukan kepada publik bahwa partai ini      Pada sisi lain, kebijaksanaan Kabinet Wilopo
                                                                          merehabilitasi nama mereka dari peristiwa                               telah mewujud sebagai kesatuan yang solid, dan   dalam menyusun undang-undang pemilu
                           Penyelesian peristiwa 17 Oktober memang tidak
                                                                          Madiun  1948  dimana  partai ini dianggap                               teratur dan efektif.                           tidak lagi menguntungkan partai ini dengan
                           tuntas. Dalam testimoninya, A.H. Nasution—
                                                                          menghianati perjuangan republik.  Terlebih                                                                             digunakannya sistem pemilihan nasional secara
                           tokoh penting dalam peristiwa itu menyatakan
                                                                          lagi, setelah “Razia Agustus” dilancarkan pada                          Semenjak pemimpin politbiro PKI berganti,      luas. Terlebih lagi, Wilopo selama menjabat
                           bahwa Wilopo telah berusaha keras dengan sabar
                                                                          masa Kabinet Sukiman, PKI merupakan partai                              tampak pula usaha untuk mendekatkan            memang tidak dapat digunakan sebagai alat
                           dan bekerja seobyektif mungkin, namun kondisi                                                                          PKI dengan kekuatan anti-fasis nasionalis
                                                                          lemah yang kehilangan banyak anggotanya, dan                                                                           partai dan bahkan cenderung memperlihatkan
                           politik saat itu tidak memungkinkannya untuk                                                                           demokrat.  Dalam  tiga  bulan  pertama  pada
                                                                          tidak  memainkan  peran  sentral  dalam  politik                                                                       kedekatan dengan Masyumi dan PSI. Oleh
                           mengatasi akar persoalan. Pada akhirnya, tentara                                                                       1951, PKI membuka hubungan dengan partai
                                                                          nasional. Hanya saja, partai ini telah mengalami                                                                       karenanya,   konfigurasi  kekuatan   politik
                           mencari jalannya sendiri. Dalam tubuh tentara   perubahan mendasar dengan munculnya para                               seperti Murba yang sama-sama merasakan         menjelang akhir pemerintahan Wilopo berubah

                           sendiri kemudian terbagi menjai kelompok       pemimpin muda yang bersemangat—sebagian                                 getirnya Razia Agustus. Perubahan di tubuh     dari pola tradisional dimana PNI dan Masyumi
                           yang dan kelompok anti peristiwa 17 Oktober.   besar berada pada awal usia tiga puluhan tahun.                         PKI juga tampak sejak awal pembentukan         biasanya mendukung pemerintah berhadapn
                           Penyelesaian yang berlarut memang berimbas     Sejak awal 1951, Politbiro partai dipegang                              kabinet Wilopo dimana PKI kemudian             dengan PKI-PSI sebagai oposisi, menjadi
                           besar kepada pemerintahan Wilopo, namun        oleh D.N. Aidit dan M.H. Lukman, Njoto,                                 menyatakan  dukungan  kepada  pemerintah       PNI-PKI dan PSI-Masyumi yang mendukung
                           bukan karena masalah ini kabinet jatuh.        Sudisman dan Alimin. Walaupun usia para                                 yang dibangun oleh kekuatan partai politik     Wilopo. Perubahan konfigurasi politik inilah





                           320   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  321
   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337