Page 337 - Perdana Menteri RI Final
P. 337
penggagas gerakan anti Negara Sumatera PENUTUP diapresiasi oleh keberhasilannya di bidang
Timur, juga mendesak pemimpin PNI di ekonomi. Dari kerja kabinet ini pula, Undang-
Akhir dari pengabdian Wilopo sebagai seorang
Jakarta untuk melakukan hal yang sama dan undang pemilihan Badan Konstituante dan
perdana mentri seolah menunjukan suatu ironi.
mengancam akan keluar dari partai jika fraksi Dewan Perwakilan Rakyat dihasilkan yang
Kasus yang menyebabkannya mengembalikan
kemudian menjadi dasar pelaksanakan pemilu
PNI di parlemen tidak mendukung mosi Sidik mandat merupakan urusan yang sebenarnya
nasional yang pertama pada 1955. Lebih dari
Kertapati. bagian dari dunia yang telah ia geluti sejak lama
itu, kabinet ini menorehkan lebih banyak
dimana Wilopo dikenal sebagai pembela buruh
PNI dan Masyumi kemudian melakukan lagi pencapaian seperti penyelesaian masalah
dan kaum tani. Persoalan ini tentu saja tidak
pertemuan untuk membahas masalah MSA, penciptaan sistem penganggaran jangka
dapat digunakan untuk menilai bahwa Wilopo
Tanjung Morawa yang dikhawatirkan dapat panjang pemerintah, serta banyak lagi lainnya.
berubah, secara apapun ia tetap seorang yang
menimbulkan perpecahan pada kedua partai Keberhasilan tersebut dapat dicapai berkat
dekat dengan rakyat kecil, lagi pula persoalan
keteladanan yang baik dari pribadi seorang
pendukung pemerintah. Hanya saja, saat
Tanjung Morawa tidak langsung berada di
perdana menteri yang tulus dan sederhana.
dilakukan pertemuan, haluan politik keduanya bawah kendalinya. Hanya saja jatuhnya kabinet
Kemampuan personal Wilopo yang mampu
sudah bergeser. Pada pertemuan pertama yang Wilopo menjadi ilustrasi yang baik tentang
merangkul segala perbedaan membuat kabinetnya
diselenggarakan pada 26 Mei, PNI belum persoalan pasca-revolusi dalam politik Indonesia
dapat bekerja sebagai sebuah tim yang solid.
menunjukan sikap resminya terkait dengan Mosi yang telah dialami oleh para perdana menteri
Sidik Kertapati. Selang lima hari kemudian, pendahulunya maupun yang akan dihadapi oleh Dalam bekerja, Wilopo adalah orang yang
pada pertemuan kedua, PNI menyatakan para penerusnya. Wilopo yang mampu bertahan tidak memanipulasikan keresahan rakyat, dan
menolak cara-cara yang digunakan pemerintah tatkala menghadapi badai di tubuh tentara, harus tidak ingin pula menonjol menjadi pahlawan
untuk mengatasi peristiwa Tanjung Morawa, menerima kenyataan pahit oleh masalah Tanjung maupun memberikan kesempatan pengikutnya
Morawa. Hal ini menunjukan seberapa tinggi
dan mendesak Masyumi untuk membubarkan untuk berlagak pahlawan. Wilopo adalah orang
ketergantungan pemerintah terhadap koalisinya. yang lugu, jujur, dan sederhana—dan menyitir
kabinet. Masyumi menolak tuntutan PNI dan
Dinamika politik di akhir masa jabatannya 21
berkeyakinan bahwa kabinet masih memiliki pernyataan M. Roem—orang itu pahlawan.
telah berubah arah dimana, seperti yang ia
cukup dukungan untuk melanjutkan tugas-
akui sendiri, terdapat faksi oposisi pemerintah
tugasnya. 20
dalam tubuh PNI bertambah kuat. Selain itu,
Mencermati perkembangan politik, dan situasi di akhir masa peerintahan Wilopo juga
menunjukan betapa sulit posisi pemerintah
menakar dukungan terhadap pemerintah di
dalam melaksanakan kebijakan terkait dengan
parlemen setelah PNI mengeluarkan sikap
modal asing.
resminya, perdana menteri Wilopo memilih
untuk menyerahkan kembali mandatnya kepada
Jatuhnya kabinet yang ia pimpin juga bukan
presiden sebelum pemungutan suara untuk
kegagalan utama Wilopo. Bagi Herbert
menentukan nasib dari mosi Sidik Kertapati
Feith kelemahan utama Wilopo terletak pada
dilaksanakan. Terhitung mulai 3 Juni 1953, ketidakmampuannya untuk menggembor-
Kabinet Wilopo demisioner. Hingga kabinet gemborkan keberhasilannya selama memimpin
baru terbentuk, maka untuk sementara waktu pemerintahan. Komentar Feith ini sebenarnya
Wilopo masih menjalankan tugasnya. suatu bentuk pujian. Kabinet Wilopo sangat
324 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 325

