Page 341 - Perdana Menteri RI Final
P. 341

ALI SASTROAMIDJOJO:  wilayah ini, terdapat pula beberapa fasilitas   pangkat menjadi wedana Jetis Temanggung

               lain seperti pendidikan dan kesehatan yang      hingga pensiun. Dengan latar belakang sosial
 Indonesia untuk Perdamaian   cukup memadahi. Lumrahnya seorang anak   ini, putra-putri R.Ng. Sastroamidjojo dapat

               desa biasa, Ali Sastroamidjojo menghabiskan
                                                               mengenyam pendidikan yang baik. Bahkan,
 Dunia         waktu kecilnya untuk bermain bersama teman-     beberapa saudara Ali dapat melanjutkan
               temannya yang sebagian besar merupakan anak-
                                                               pendidikan di Batavia, dan Surabaya.
               anak petani desa. Beberapa kawannya tidak
                                                               Selama bertumbuh sebagai anak desa di Grabag,
               bersekolah, melainkan membantu orang tuanya
                                                               Ali belajar membaca, menulis dan berhitung di
               untuk mengembalakan kerbau. Dalam hal ini,
                                                               sekolah desa. Tampaknya, sekedar mempelajari
               Ali Sastroamidjojo cukup beruntung karena
                                                               ilmu-ilmu dasar semacam itu kurang memuaskan
               orang tuanya cukup terpandang dan sangat
 “Perdamaian dunia hanya bisa tercapai   Ali Sastroamidjojo yang dalam sejarah Indonesia   mengutamakan pendidikan bagi anak-anaknya.  hati ayahnya. Terlebih lagi, beberapa saudara Ali
 apabila jurang kekayaan materiil antara   tercatat sebagai Perdana Menteri sebanyak   ada yang bersekolah di kedokteran dan teknik.
               R.Ng. Sastroamidjojo, ayah Ali Sastroamidjojo,   Hanya saja untuk dapat mengenyam pendidikan
 negara-negara industri (Amerika, Eropa,   dua kali merupakan tokoh yang berhasil
               merupakan elit lokal dari kalangan priyayi. Ia   lebih tinggi, Ali harus masuk di sekolah Belanda
 meyakinkan  pemimpin  negara-negara  Asia-
 Jepang, dan negara-negara sosialis)
               berasal dari keluarga birokrat setempat, putra R.   dan untuk itu ia harus mahir berbahasa Belanda.
 Afrika untuk menggalang solidaritas dan untuk
 dan negara-negara  sedang  berkembang
 memainkan peran aktif di tengah situasi dunia   Wirjodipuro, seorang wedana Batur di Banyumas.   Saudara Ali juga menyarankannya untuk dapat
 (Asia-Afrika dan Amerika Latin) selekas   Dalam otobiografinya, Ali Sastroamidjojo
 yang memanas akibat terpapar Perang Dingin.                   mengusai bahasa  Belanda,  karena  bahasa
 mungkin dihapuskan”. 1  menunjukan peran besar ayahnya baik sebagai
 Latar belakang penyelenggaraan konferensi ini                 Belanda adalah kunci kemajuan pada waktu itu.
 Ali Sastroamidjojo  tidak lepas dari gagasan-gagasan transnasional   orang  tua  yang  mendorong  anaknya untuk   Usaha pertama untuk memasukan Ali ke sekolah
               menempuh pendidikan tinggi, maupun sebagai
 Ali  Sastroamidjojo.  Sebagai  Perdana                        Belanda gagal karena Ali dinilai tidak cakap
 PENGANTAR  Menteri sekaligus seorang politisi PNI, Ali   model pegawai yang rajin. R.Ng. Sastroamidjojo   dalam berbahasa Belanda, terlebih lagi, ayahnya
               muda juga gemar berkelana mengunjungi
 Sastroamidjojo memiliki visi internasional yang               hanya seorang pensiunan. Karena penolakan
 Keberhasilan penyelenggaraan Konferensi Asia   tempat-tempat baru, kesenangan ini menurun
 sangat kuat, yang terbentuk melalui pergulatan                ini, Ali kemudian diberi kursus bahasa Belanda
 Afrika (KAA) atau dikenal juga sebagai Bandung   pula kepada Ali. Sepulang dari mengembara di   dengan guru Tuan Westendorp yang menerima
 dan pengalamannya berinteraksi dengan dunia
 Conference di tahun 1955 menjadi jalan pembuka   Batavia, R.Ng. Sastroamidjojo bekerja untuk   sejumlah murid berbangsa Indonesia dengan
 luar semenjak usianya yang masih belia. Terlepas
 bagi kiprah yang lebih penting negara-negara   Bupati Magelang sebagai juru tulis. Oleh   mengutip ongkos yang cukup besar bagi ayah
 dari cara pandangannya yang sangat mendunia,
 berkembang dalam percaturan politik global   karena sang bupati menilai baik kerjanya juga   Ali saat itu.
 maupun karirnya sebagai diplomat yang
               pribadinya yang tekun, R.Ng. Sastroamidjojo
 waktu itu. Bagi Indonesia, kesuksesan KAA juga   menonjol, Ali Sastroamidjojo sejatinya adalah
               dinikahkan dengan Kustiyah putri ke-19 Raden    Setelah  belajar  bahasa  selama  kurang  lebih
 turut menaikan reputasi bangsa ini  di hadapan   anak yang berasal dari lereng Gunung Merbabu.
               Tumenggung Ario Danuningrat II, bupati          setengah tahun, Ali dapat diterima di sekolah
 khalayak internasional. Seolah tenggelam oleh
               Magelang. Dari pernikahan ini lahirlah duabelas   nomor 2 (tweede klasse school) di Magelang.
 nama-nama besar para pemimpin negara-negara   MAGELANG DAN BATAVIA
               orang anak: enam laki-laki dan enam perempuan.   Sekolah ini sebenarnya merupakan sekolah
 dunia ketiga seperti Sukarno; Pandit Jawaharlal
 Ali Sastroamidjojo lahir pada 21 Mei 1903   Ali Sastroamidjojo sendiri merupakan putra   untuk anak-anak Indo-Belanda, dan dengan
 Nehru; dan Gamel Abdul Nasser, Perdana
 di Grabag, kira-kira 20 km jauhnya dari   ke sebelas, dan masih memiliki satu adik   sedikit pengecualian para anak priyayi. Biasanya
 Menteri Indonesia saat itu, Ali Sastroamidjojo,   Magelang. Sebagai ibukota kawedanan, Grabag   bernama Usman. Setelah menikah, karir R.Ng.   murid-murid Indo-Belanda di tweede klasse school
 adalah figur yang memiliki peran besar dalam   merupakan desa  yang  bercorak  kekotaan.   Sastroamidjojo semakin menanjak. Ia diangkat   berperangai buruk dan berlaku nakal terutama
 membidani terselenggaranya KAA.  Jalur kereta api Semarang-Magelang melintasi   sebagai asisten wedana, dan kemudian naik   terhadap siswa bumiputra. Hanya setahun setelah





 328  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  329
   336   337   338   339   340   341   342   343   344   345   346