Page 344 - Perdana Menteri RI Final
P. 344

walaupun  anaknya  lahir  dan besar  di  negeri   dan dongeng penjual gulali tentang perang                            karena melihat kota di Eropa yang begitu       Hindia Belanda digunakan untuk menyebut
                           penjajah, ia tidak dapat berbicara dalam bahasa   Jepang melawan Soviet yang adalah awal dari                          indah dan maju. Dari Genoa, Ali menempuh       wilayah kepulauan nusantara dan mereka

                           Belanda. Keteguhan Ali dalam memegang erat     imajinasinya akan luasnya dunia, tanpa ia perlu                         perjalanan darat selama satu hari melewati     yang berasal dari wilayah itu, tetapi pada 1917
                           tradisi tidak muncul begitu saja, melainkan    tahu di mana Jepang atau Soviet berada.                                 wilayah bergunung di Eropa selatan, terowongan   para pelajar yang tinggal di Belanda kemudian
                           berproses sejak ia masih di Magelang dan                                                                               Simplon yang menerobos pegunungan Alpen di     membentuk perhimpunan dengan memakai
                                                                          Keinginan   Ali   untuk   menjelajah  dunia
                           bersumber dari pengaruh orang tuanya. Ketika                                                                           perbatasan Italia dan Swiss. Hingga, sampailah   nama Indonesia secara eksplisit. Perhimpunan
                                                                          mulai memperoleh jalan setelah ia berhasil
                           ia masih di Magelang selain harus belajar bahasa                                                                       Ali di Den Haag pada bulan Januari yang masih   ini dinamakan dengan  Indonesisch Verbond van
                                                                          memperoleh ijazah  HBS.  Setelah  melalui
                           Belanda kepada Tuan Westendorp, kedua                                                                                  menyisakan hawa dingin musim salju.            Studeerenden (Perhimpunan Pelajar Indonesia).
                                                                          berbagai urusan yang rumit—mengurus surat
                           orangtuanya meminta Ali untuk belajar bahasa
                                                                                                                                                                                                 Pada 1922, Indische Vereeniging mengadopsi istilah
                                                                          sehat, mendaftarkan diri; termasuk mengurus                             Di negeri penjajah itu, ia bermaksud melanjutkan
                           Jawa dan mengaji secara rutin tiga kali seminggu.
                                                                                                                                                                                                 Indonesia untuk (Indonesische) mengganti kata
                                                                          persiapan pernikahannya dengan Titi Roelia—di                           studinya di Universitas Leiden. Pada mulanya,
                                                                                                                                                                                                 Indische, lantas organisasi ini kemudian popular
                           LEIDEN                                         akhir tahun 1922, berangkatlah Ali menumpang                            Ali ingin mengambil Jurusan Bahasa dan Sastra,   sebagai Perhimpunan Indonesia (PI). Pergantian
                                                                          kapal laut ‘Oranje’ menuju Belanda. Lama                                namun pilihan ini ia urungkan karena berbagai
                                                                                                                                                                                                 nama ini turut mempengaruhi dinamika dan
                           Ali adalah orang yang dibesarkan bersama kisah-
                                                                          tempuh dari Pelabuhan Tanjung Priuk ke Eropa                            pertimbangan. Akhirnya Ali memutuskan untuk
                           kisah.  Dongeng-dongeng hadir  memperkaya                                                                                                                             orientasi politik perhimpunan yang semula
                                                                          adalah tiga minggu. Selama itu Ali merasakan                            mendaftarkan diri pada Fakultas Hukum (De
                           pengalaman   pribadinya   sebagai  archetype                                                                                                                          cenderung konservatif dan apolitis menjadi jauh
                                                                          kehidupan di kapal yang sebenarnya penuh                                Faculteit der Rechtsgeleerdheid) dengan jurusan
                           dari  masa  lalu.  Ali  selalu  terpesona  dengan                                                                                                                     lebih progresif dan berpengaruh besar dalam
                                                                          privilege. Namun baginya, kehidupan serba enak                          studi Hukum Hindia Belanda. Pada fakultas ini
                           para pengkisah yang baik, semacam dokter                                                                                                                              mengusung aspirasi bangsa Indonesia. Jika
                                                                          semacam itu lebih cocok untuk menggambarkan                             terdapat seorang ahli sekaligus perancang hukum
                           Kartosemito yang mampu menghadirkan cerita                                                                                                                            ketika dibentuk oleh Noto Soeroto dan Rajiun
                                                                          situasi masyarakat kolonial dimana hanya ada                            kolonial yang terkenal yakni Profesor Cornelis
                           letusan Gunung Krakatau seolah menjadi begitu                                                                                                                         Harahap, Indische Vereeniging adalah kumpulan
                                                                          dua penumpang “inlander” yang ditaruh pada                              van Vollenhoven. Adapun sejumlah orang
                           nyata melalui penuturannya. Demikian pula, Ali                                                                                                                        dansa-dansi dan pidato-pidato, organisasi ini
                                                                          kelas nomor dua, dan puluhan pelayan berbangsa                          berbangsa Indonesia juga pernah menempuh
                           gemar membaca lakon pewayangan, maupun                                                                                                                                berubah menjadi wadah perjuangan nasionalis di
                                                                          Indonesia yang bekerja keras untuk membuat                              studinya di sini untuk belajar hukum seperti
                           sastra Barat karya Shakespeare, Bernard Shaw,                                                                                                                         negeri penjajah setelah menjadi PI.
                                                                          perjalanan penumpang kelas satu yakni para tuan                         Oei Jan Lee, Noto Soeroto, Gondowinoto, dan
                           La Martine, dan Mutatuli yang ia pelajari di
                                                                          kulit putih, totok dan Indo menjadi nyaman.                             Raden Panji Iskaq Tjokrohadisurjo.
                                                                                                                                                                                                 Melalui Perhimpunan Indonesia inilah, kiprah
                           HBS. Dongeng pulalah yang menjadi kenangan
                                                                                                                                                                                                 Ali dalam politik pergerakan semakin dalam. Ia
                           mendalam dari kehidupan masa kecilnya. Dari    Ali mengingat betul tempat-tempat yang                                  Atmosfer kehidupan mahasiswa di negeri
                           sekian banyak pengalaman masa kecilnya         disinggahi kapalnya. Pelabuhan pertama adalah                           penjajah sangat dekat dengan aktivitas politik   menjadi editor untuk terbitan bertajuk Indonesia
                           saat tinggal di Grabag, pertunjukan “gambar    Colombo di Sri Lanka yang sejak era VOC                                 nasionalis. Di tahun-tahun ketika Ali sedang   Merdeka, salah satu media corong pergerakan
                           implengan” sangat membekas di ingatannya.      sudah menjadi salah satu transit lalu lintas laut                       menempuh studinya itu, Belanda ibarat rumah    yang  paling  berani  menentang  kolonialisme.
                           Gambar implengan adalah kotak yang dilengkapi   Indonesia-Eropa, Port Said di tepi utara Terusan                       yang menampung tokoh-tokoh pergerakan          Selain itu, melalui PI, Ali berjerjaring
                           dua   suryakanta  (kaca  pembesar)   untuk     Suez yang merupakan jalur penting yang                                  Indonesia—banyak diantaranya yang berusia      dengan tokoh-tokoh penting lainnya seperti

                           memainkan gambar yang diputar oleh penjual     dibangun untuk memendekan jarak tempuh                                  muda dan akan memiliki karir politik yang      Moh.  Hatta,  Nazir  Datuk  Pamuntjak,  Iwa
                           gulali. Sembari memainkan kotak itu, penjual   Asia-Eropa, dan terakhir adalah pelabuhan yang                          panjang—dan berasal dari semua spektrum        Koesoemasoemantri, Sukiman Wirjosandjojo,
                           gulali bercerita untuk menarik para pembeli.   sibuk dan penting di Eropa yang telah ada sejak                         ideologi:  mulai  dari  yang  konservatif  hinggga   dan Sunario Sastrowardoyo. Hingga, puncaknya
                           Tentu saja, bermain di sawah, membuat wayang   abad ke-11: Genoa Italia.  Dua hari singgah                             progresif. Menurut sejarawan R. Elson, istilah   Ali memperoleh masalah besar dengan polisi di
                           dari rumput, dan mandi di kolam dekat sumber   di Genoa, Ali yang pernah menghabiskan                                  Indonesia yang memuat gagasan kebangsaan       Belanda. Ia ditahan bersama tiga kawan lainnya
                           air panas Candi Umbul dapat ia ingat dengan    masa remajanya kota paling modern di Hindia                             dan ekspresi nasionalisme mekar dari negeri    dengan tuduhan yang serius, melakukan aktivitas
                                                                                                                                                         3
                           baik pula. Hanya, kotak gambar  implengan      Belanda: Batavia, merasa menjadi sangat udik                            Belanda.  Semula istilah Hindia Timur atau     melawan pemerintah Belanda.




                           332   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  333
   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349