Page 349 - Perdana Menteri RI Final
P. 349

PEMBENTUKAN KABINET                             PNI dan Mr. Moh. Roem dari Masyumi untuk
                                                               bertindak sebagai formatur. Pemilihan keduanya
               Sebagai langkah antisipasi, usul awal yang
                                                               didasarkan pada pertimbangan politik akan
               mengemuka ialah utuk membentuk kabinet
                                                               pentingnya peran dan pengaruh dua partai: PNI
               presidensial untuk menggatikan kabinet Wilopo.
                                                               yang nasionalis sekuler, dan Masyumi berhaluan
               Nama yang muncul sebagai kandidat utama saat
                                                               Islam.  Presiden  sangat  berharap  melalui
               itu adalah Moh. Hatta, tokoh kuat yang dianggap
                                                               kerjasama antara keduanya antagonisme dua
               netral karena tidak berpartai. Berdasarkan
                                                               aliran politik tadi dapat dikompromikan yang
               ketentuan  konstitusi,  Hatta  dapat menjabat
                                                               juga  dapat  turut  meredakan  gonjang-ganjing
               sebagai perdana menteri hanya jika negara berada
                                                               politik yang sudah menjalar ke masyarakat.
               dalam kondisi darurat. Natsir sebagai salah satu
                                                               Pada  15 Juni 1953, kedua formatur itu  mulai
               tokoh yang mengusulkan gagasan ini menyatakan
                                                               melaksanakan mandatnya.
               bahwa negara sedang berada pada kondisi darurat
 Pertemuan Presiden RI Ir. Sukarno-Mr.
               walaupun tidak tampak di permukaan. Meskipun
 Ali Sastroamidjojo membicarakan rencana                       Hanya saja, pekerjaan formatur tampaknya
 pembentukan kabinet, tanggal 12 Juni 1953.  pengusulan nama Hatta dianggap tidak memihak
                                                               banyak menemui hambatan, kali ini bukan
               kelompok  politik manapun,  muncul  pula
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia                      dari partai keduanya, melainkan lebih pada
               ketidaksetujuan dari berbagai golongan dengan
                                                               perbedaan besar antara kedua tokoh. Sarmidi
               alasan bahwa Hatta telah menjabat sebagai Wakil
                                                               Mangunsarkoro, tokoh pendidik dari Taman
 bertugas di Amerika, Ali Sastroamidjojo berhasil   juga  semakin  memunculkan  pertentangan-  Presiden. PNI, misalnya, dapat menerima Hatta
                                                               Siswa yang dikenal kuat dalam memengang
 menciptakan hubungan baik dengan para   pertentangan politik sesama bangsa Indonesia.   asal ia melepaskan terlebih dahulu jabatannya
                                                               prinsip-prinsipnya, merupakan orang dekat yang
 pejabat  di  sana  yang  berperan  penting  dalam   Sebenarnya, kecenderungan akan menguatnya   sebagai Wakil Presiden.
                                                               juga memiliki pandangan politik sehaluan dengan
 melancarkan diplomasi Indonesia-Amerika.
 politik aliran sudah tampak pada akhir                        Sidik Djojosukarto. Artinya ia termasuk dalam
 Selain itu, Ali Sastroamidjojo juga berhasil   Di sisi lain, antagonisme antar kelompok politik
 pemerintahan Kabinet Sukiman. Walaupun                        bagian radikal dari PNI. Adapun Mr. Moh Roem
 menaruh pondasi penting dengan membeli   turut  menyebabkan  sulitnya  menentukan
 menguatnya politik aliran itu tidak selalu                    yang merupakan diplomat terkemuka merupakan
 rumah tinggal duta besar di Teldelen Street yang   formatur guna membentuk kabinet baru karena
 menjadi penyebab suatu kabinet dibubarkan,                    bagian dari Masyumi yang jauh dari sikap-sikap
 saat ini difungsikan sebagai kantor kedutaan   terbentur masalah keengganan antar sejumlah
 hal  ini  sangat  berdampak  pada  ketidakstabilan   partai untuk bekerja sama. Salah satunya   radikal. Perbedaan antara keduanya segera terlihat.
 Indonesia di Washington. Namun, sebelum
 politik. Saat itu, tanpa adanya partai dominan   adalah PNI yang saat itu dipegang oleh Sidik   Sarmidi Mangunsakoro berpandangan bahwa
 Ali Satroamidjojo tuntas melakukan semua
                                                               formatur perlu melakukan hearing dengan semua
 dalam DPRS, pemerintahan hanya dapat disusun   Djojosukarto, tokoh pergerakan yang lebih
 tugasnya, ia dipanggil pulang untuk mengakhiri
                                                               partai, tetapi, Moh. Roem merasa hal tersebut
 krisis politik akibat kekosongan jabatan perdana   melalui koalisi. Sebagaimana terjadi dengan   banyak menghabiskan hidupnya bergumul
                                                               tidak perlu dilakukan karena presiden telah
 menteri.  kabinet-kabinet sebelumnya, pasca Wilopo   dengan akar rumput ketimbang menjadi
                                                               mendengar dari mereka. Lebih lanjut, keduanya
 mengundurkan diri, pembentukan kabinet baru   sosok  metropolitan.  Bagi  Sidik  Djojosukarto,
                                                               juga berbeda pendapat dalam hal pembukaan
 KABINET ALI SASTROAMIDJOJO JILID I  juga harus didasarkan pada kekuatan koalisi   menganggap koalisi dengan Masyumi dan PSI
               tidak akan menguntungkan bagi PNI.              kedubes di Moscow, penyelesaian permasalahan
 partai-partai.  Hanya  saja, membangun  koalisi
 Krisis kabinet pasca Wilopo demisioner                        tanah di Sumatera Timur, pertambangan minyak
 dalam situasi politik seperti ini tidaklah mudah,
 merupakan kekosongan  kabinet  yang  paling   Setelah langkah-langkah awal untuk melakukan   Sumatera Utara, dan ratifikasi perjanjian San
 panjang dalam sejarah, yang berlangsung selama   sehingga muncul gagasan oleh banyak kalangan   pembentukan kabinet baru tidak menampakkan   Fransisco. Oleh karena perbedaan yang mencolok
 58 hari. Hal ini bukan hanya membawa Indonesia   yang beranggapan bahwa kabinet koalisi juga   hasil, Presiden Sukarno mengambil inisiatif   tersebut, formatur kemudian mengembalikan
 dalam situasi yang tidak menguntungkan, namun   akan berujung pada ketidakstabilan politik.  dengan menunjuk Sarmidi Mangunsakoro dari   mandat kepada presiden setelah tujuh hari





 336  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  337
   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354