Page 350 - Perdana Menteri RI Final
P. 350

berusaha menjalankan tugasnya. Sebenarnya,     Mandat  sebagai  formatur  kemudian  diberikan                          Rancangan kabinet baru tidak memperoleh        •  Menteri Dalam Negeri
                           Presiden memperpanjang mandat keduanya         kepada Burhanuddin Harahap dari Masyumi,                                persetujuan Masyumi yang ditawari posisi          Prof. Dr. Mr. Hazairin (PIR)

                           selama dua hari, namun tetap saja tidak ada kata   dengan tugas membentuk kabinet dengan “cukup                        Wakil Perdana  Menteri.  Masyumi  juga  tidak   •  Menteri Perekonomian
                           sepakat yang dapat dicapai.                    dukungan dari parlemen”. Dapat dipastikan,                              mensepakati beberapa program yang diajukan        Dr. Iskak Tjokroadisurjo (PNI)
                                                                          karena formatur dari Masyumi maka tantangan                             oleh formatur, serta merasa keberatan dengan   •  Menteri Keuangan
                           Setelah kegagalan formatur yang pertama,
                                                                          terbesarnya adalah memperoleh dukungan dari                             sejumlah nama yang akan duduk di kabinet yang
                                                                                                                                                                                                    Dr. Ong Eng Die (PNI)
                           Presiden kemudian mengangkat Mukarto
                                                                          PNI. Strategi Burhanuddin Harahap waktu itu                             baru. Meskipun memperoleh penolakan dari
                           Notowidagdo, mantan Menteri Luar Negeri                                                                                                                               •  Menteri Pertahanan
                                                                          adalah menawarkan posisi-posisi penting untuk                           Masyumi, Presiden mensetujui rancangan kabinet
                                                                                                                                                                                                    Iwa Kusumasumantri (Progresif)
                           dalam kabinet Wilopo, yang juga dari PNI
                                                                          PNI, sedangkan Masyumi mengambil kursi yang                             baru yang disodorkan Mr. Wongsonagoro yang
                           sebagai formatur baru. Dalam Otobiografinya                                                                                                                           •  Menteri Kehakiman
                                                                          dianggap  tidak  terlalu  penting, namun  meminta                       didukung oleh PNI dan partai-partai kecil lainnya.
                           Ali Sastroamidjojo menyebutkan, setelah surat                                                                                                                            Djody Gondokusumo (PRN)
                                                                          kesepakatan PNI bahwa posisi perdana menteri                            Alhasil, kabinet tetap akan dilantik dengan
                           kabar komunis memberitakan dukungannya                                                                                                                                •  Menteri Penerangan
                                                                          akan ditentukan oleh formatur. Hanya saja, PNI                          komposisi seorang perdana menteri, dua wakil
                           terhadap  Mukarto    Notowidagdo,    partai-                                                                                                                             FL Tobing (S.K.I.)
                                                                          secara tiba-tiba tetap menginginkan posisi Perdana                      perdana menteri, dan tujuh belas menteri. Untuk
                           partai Islam menutup kemungkinan untuk
                                                                          Menteri untuk partainya. Karena persoalan                               mengisi kursi perdana menteri, PNI kemudian    •  Menteri Perhubungan
                           bekerjasama. Meskipun demikian, sebenarnya
                                                                          formasi dan komposisi kabinet tidak dapat diatasi,                      menunjuk Ali Sastroamidjojo yang masih berada     Abikusno Tjokrosujoso (PSII)
                           Mukarto Notowidagdo berhasil memperoleh
                                                                          formatur ketiga ini pada akhirnya mengembalikan                         di Washington. Ini adalah kabinet yang pertama   •  Menteri P.U dan Tenaga
                           dukungan dari sejumlah wakil Liga Muslim
                                                                          mandatnya kepada Presiden pada 18 Juli 1953.                            dalam sejarah yang memiliki dua wakil Perdana     Prof. Ir. Rooseno (PIR)
                           Indonesia, namun tanpa Masyumi yang melihat
                                                                                                                                                  Menteri yang dipegang oleh formatur sendiri
                                                                                                                                                                                                 •  Menteri P.P. dan K.
                           bahwa program yang ditawarkannya tidak jauh    Dengan gagalnya formatur yang ketiga, terasa
                                                                                                                                                  yakni Mr. Wongsonegoro (PIR), dan Zainul          Mohammad Yamin (Independen)
                           beda dengan yang disodorkan oleh Sarmidi       persoalan semakin pelik. Hal ini mengingat
                                                                                                                                                  Arifin (NU). Untuk kali pertama pula semenjak
                           Mangunsakoro kepada Moh. Roem. Oleh karena     mereka yang ditunjuk Presiden sebagai formatur                                                                         •  Menteri Perburuhan
                                                                                                                                                  pengakuan kedaulatan Indonesia di tahun 1949,
                                                                                                                                                                                                    Sutan Muchtar Abidin (Partai Buruh)
                           penolakan ini, dalam waktu enam hari setelah   adalah tokoh-tokoh kunci dari dua partai besar
                                                                                                                                                  Masyumi tidak masuk dalam pemerintahan.
                           pengangkatan, tugas Mukarto Notowidagdo        waktu itu. Bahkan kolaborasi antara keduanya                                                                           •  Menteri Pertanian
                           sebagai formatur gagal. Presiden Sukarno       juga gagal mencapai kesepakatan. Langkah                                Delapan belas anggota kabinet baru dilantik       Sadjarwo (BTI)
                           kemudian memberinya mandat dengan tugas        selanjutnya  yang  diambil  presiden  adalah                            presiden pada 30 Juli 1953. Terbentuknya       •  Menteri Agama
                           yang berlainan yakni untuk membentuk “zaken    mengangkat formatur baru, namun kali ini yang                           kabinet Ali Sastroamidjojo mengakhiri krisis      K.H. Masjkur (NU)
                           kabinet yang memperoleh dukungan cukup dari    ditunjuk adalah Mr. Wongsonegoro dari PIR,                              kabinet terpanjang dalam sejarah pemerintahan
                                                                                                                                                                                                 •  Menteri Kesehatan
                           parlemen”. Kompromi yang dilakukan Mukarto     partai kecil yang suaranya tidak sebesar Masyumi                        Indonesia. Komposisi kabinet Ali Sastroamidjojo   FL Tobing (ad interim, S.K.I.)
                           Notowidagdo lagi-lagi terbentur dengan tuntutan   dan PNI. Penunjukan Mr. Wongsonegoro                                 sebelum mengalami perubahan:
                                                                                                                                                                                                 •  Menteri Sosial
                           Masyumi yang tidak menyetujui komposisi        selain mengagetkan banyak kalangan juga                                                                                   Pandji Suroso (Parindra)
                                                                                                                                                  •  Perdana Menteri
                           dan personalia dalam kabinet baru. Masyumi     memunculkan pesimisme. Satu minggu waktu
                                                                                                                                                    Ali Sastroamidjojo PNI                       •  Menteri Urusan Kesejahtraan
                           menginginkan nama Abdul Halim dan Moh.         yang diberikan Sukarno kepada formatur
                                                                                                                                                                                                    Sudibjo (PSII)
                                                                                                                                                  •  Wakil Perdana Menteri I
                           Roem di masukan dalam kabinet untuk urusan     baru, namun kemudian diperpanjang selama
                                                                                                                                                    Wongsonegoro(PIR)                            •  Menteri Urusan Agraria
                           dalam negeri. PNI menolak usulan tersebut      tiga hari. Di luar dugaan, Mr. Wongsonegoro
                                                                                                                                                                                                    Mohammad Hanafiah (NU)
                           karena menganggap keduanya terlibat dalam      berhasil menghimpun kekuatan partai-partai                              •  Wakil Perdana Menteri II
                           peristiwa Tanjung Morawa. Pada tanggal 6 Juli   kecil  lainnya  untuk  mendukungnya,  sehingga                           Zainul Arifin (NU)                           Keanggotaan Kabinet Ali Sastroamidjojo
                           1953, Mukarto Notowidagdo mengembalikan        dapat membentuk susunan kabinet dengan posisi                           •  Menteri Luar Negeri                         menunjukan adanya komposisi kabinet cukup
                           mandatnya kepada Presiden.                     Perdana Menteri diberikan kepada PNI.                                     R. Sunario (PNI)                             berbeda dari yang sebelumnya. Dari duapuluh





                           338   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  339
   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354   355