Page 353 - Perdana Menteri RI Final
P. 353

anggota kabinet baru, hanya empat nama yang     dipersiapkan dengan baik dan tidak terlalu
               menjadi bagian dari pemerintahan sebelumnya.    banyak mengalami perubahan dari kabinet

               Mayoritas merupakan tokoh-tokoh politik yang    sebelumnya. Banyaknya  kesamaan  program
               telah berperan penting sebelum 1949, termasuk   kerja kabinet Ali Sastroamidjojo dengan yang
               sejumlah nama yang menjadi bagian dari gerakan   sebelumnya  dikarenakan    masalah-masalah
               politik radikal pada masa sebelum perang        utama yang dihadapi bangsa Indonesia waktu itu
               yakni: Ali Sastroamidjojo sendiri, Sunario,     juga tidak jauh berbeda, banyak persoalan dasar
               Iwa  Kusumasumantri, Iskaq Tjokroadisurjo,      yang merupakan warisan dari pemerintahan
               Abikusno, dan Yamin. Mereka semua memiliki      sebelumnya yang perlu untuk segera diselesaikan.
               hubungan personal dan politik yang dekat
                                                               Program kabinet yang telah disusun kemudian
               dengan Sukarno, namun cukup berjarak dengan
                                                               diajukan dalam sidang parlemen pada 25
               Hatta. Oleh karenanya, sebagaimana Herbert
                                                               Agustus 1953 untuk memperoleh persetujuan
 Presiden Sukarno melantik Ali Sastroamidjojo   Feith menyebutkan, inilah kabinet sejak 1945
 sebagai Perdana Menteri pada tanggal 30 Juli 1953.            atau penolakan. Dalam kesempatan itu, Perdana
               dimana pengaruh Hatta dan Sjahrir absen dari
 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia  posisi penting.  7  Menteri   Ali   Sastroamidjojo  memberikan
                                                               keterangan pemerintah mengenai program

               PROGRAM DAN OPOSISI                             kerja  kabinetnya.  Setelah   mendengarkan
                                                               keterangan pemerintah, parlemen diberi waktu
               Perdana Menteri baru yang belum diambil
                                                               untuk mempelajari dan memberikan tanggapan
               sumpahnya baru tiba di Jakarta pada 11 Juli
                                                               atas program-program yang diajukan Perdana
               setelah menempuh perjalanan panjang dari
                                                               Menteri. Kritik dengan mudah dapat diprediksi,
               Amerika dengan singgah semalam di Den Haag.
                                                               muncul dari kelompok oposisi terutama dari
               Sehari setelah tiba di Jakarta, Ali Sastroamidjojo
                                                               Masyumi—dan belakangan kemudian adalah
               dan F.L. Tobing dilantik oleh Presiden sebagai
                                                               Partai Katolik.
               Perdana Menteri dan Menteri kesehatan
               ad interim  pada  sekitar  pukul  tujuh  malam.   Kritik pertama pihak oposisi terhadap kabinet
               Pengambilan sumpah Ali Sastroamidjojo sebagai   Ali Sastroamidjojo menyangkut kebaruan
               Perdana Menteri berlangsung serba singkat.      program yang ditawarkan. Kabinet Ali
               Karena hari itu ketika ia dilantik adalah hari   Sastroamidjojo dianggap mengajukan program
               kedua baginya berada di Indonesia, dan lagi pula   yang membosankan dan tidak memiliki kebaruan
               selama  ini  ia  belum  mengadakan  perhubungan   dari apa yang sudah direncanakan pemerintahan

               dengan  anggota  kabinet  lainnya,  maka  setelah   sebelumnya.  Lebih  lagi,  pemerintah  tidak
               prosesi pelantikan berakhir, Ali Sastroamidjojo   memberi latar belakang analisa atas program
               langsung memimpin sidang kabinetnya yang        yang    diajukan.   Pemerintah    kemudian
               pertama. Agenda yang dibahas pada pertemuan     memberikan jawaban atas kritik kelompok
               itu adalah program kerja kabinet. Pembahasan    oposisi. Ali Sastroamidjojo mengakui bahwa
 Sukarno bersama anggota Kabinet Ali-Wongso
               ini dapat berjalan dengan lancar, terutama      program kabinetnya tidak ada hal-hal yang baru.
 Perpustakaan Nasional Indonesia
               karena garis besar program kabinet telah        Hal ini terjadi karena memang masalah-masalah




 340  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  341
   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358