Page 354 - Perdana Menteri RI Final
P. 354

yang dihadapi masih merupakan persoalan lama,   sebelumnya banyak beredar yang menyatakan                              kestabilan politik. Pemerintah juga berusaha
                           sehingga baginya tidak perlu merancang sesuatu   bahwa kabinetnya hanya akan dapat hidup                               untuk membangkitkan tenaga rakyat dan serta

                           yang baru hanya untuk berbeda dari sebelumnya.   atas dukungan PKI. Perolehan 122 suara yang                           membangun hubungan yang sinergis antar alat-
                           Menurut Ali Sastroamidjojo, masalah-masalah    mendukungnya menunjukan  bahwa  tanpa PKI                               alat kekuasaan negara.
                           yang dihadapi bangsa Indonesia merupakan       yang menguasai 15 kursi parlemen, kabinetnya
                                                                                                                                                  Persoalan ekonomi menjadi bidang yang tak kalah
                           kelanjutan dari persoalan sudah ada sejak awal   tetap akan memenangkan voting. Dengan
                                                                                                                                                  rumit dan berkaitan dengan banyak hal. Adapun
                           tahun 1950 dan oleh sebab itu tugas kabinetnya   demikian, program kabinet pada prinsipnya
                                                                                                                                                  langkah-langkah Kabinet Ali Sastroamidjojo
                           adalah menyelesaikannya. Demikian pula         diterima, hanya saja istilah yang digunakan
                                                                                                                                                  untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional
                           tentang analisa terhadap program yang akan     sesuai dengan budaya politik Indonesia waktu
                                                                                                                                                  kerap menjadi sasaran kritik baik dari
                           dijalankan, pemerintah merasa tidak perlu lagi   itu adalah “parlemen menyetujui memberikan
                                                                                                                                                  kelompok oposisi, maupun para perancang
                           untuk membautnya karena sudah terlalu banyak   ‘kesempatan bekerja’ kepada Kabinet Ali
                                                                                                                                                  ekonomi. Soemitro Djojohadikoesoemo yang                                     Anggota kabinet Ali Wongso mengadakan
                           analisa dan yang pelu diambil adalah langkah   Sastroamidjojo.
                                                                                                                                                                                                                               malam perkenalan dengan Corpa Diplomatik di
                           kongkrit untuk melaksanakannya. Dalam                                                                                  menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam                                      Kementerian Luar Negeri pada tgl 14 Agustus
                                                                          Secara garis besar agenda kerja kabinet ini                             Kabinet  Wilopo  mengkritik  kebijakan  Iskaq                                1953.
                           hal pendekatan pelaksanaan program, Ali
                                                                          dapat dibagi menjadi persoalan-persoalan                                Tjokroadisurjo (Menteri Perkonomian) dan Ong
                           Sastroamidjojo menekankan bahwa kabinetnya                                                                                                                                                          Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                          dalam negeri dan luar negeri. Adapun persoalan                          Eng Die (Menteri Keuangan)—keduanya berasal
                           akan mengambil sikap yang ‘tegas dan jelas’.
                                                                                               9
                                                                          dalam negeri meliputi:  (1) Bidang ketertiban-                          dari PNI—yang dianggap tidak peduli terhadap
                           Persoalan sikap inilah yang menjadi bahan kritik
                                                                          keamanan; (2) Persiapan Pemilihan Umum                                                                                 rakyat kota, mempercepat usaha penempatan
                           yang kedua, dimana pihak oposisi menganggap                                                                            masalah keuangan. Dengan semakin dekatnya
                                                                          (Pemilu); (3) Kemakmuran dan Keuangan; (4)                                                                             bekas pejuang dan kaum pengangguran terlantar
                           Ali menggunakan ‘de rumoerige uitdagende toon’                                                                         pemilihan umum mereka dengan terang-terangan
                                                                          Organisasi negara dan hubungan pusat dan                                                                               untuk terlibat dalam lapangan pembangunan,
                           (suara keras dan menantang). 8                                                                                         mulai memakai sistem lisensi impor untuk
                                                                          daerah; (5) Perburuhan;  dan (6)  penyusunan                            membeli dukungan politik yang mengakibatkan    dan memperbaiki pengawasan penggunaan
                           Tampaknya pihak oposisi juga tidak memiliki    perundang-undangan.  Hampir  semua  masalah                                                       10                   uang negara. Bruce Glassburner mencatat,
                                                                                                                                                  ketidak pastian dunia usaha.  Kritik lain juga
                           alternatif program  untuk  ditawarkan kepada   ini telah ada sejak kabinet sebelumnya, sehingga                                                                       pada masa pemerintahan Ali Sastroamijojo ini
                                                                                                                                                  muncul dari Sjafruddin Prawiranegara yang
                           kabinet  baru,  dan  cenderung  berpikiran  sama   formulasi program yang dirancang pemerintahan                       menyatakan ketidaksetujuannya atas keputusan   pula, pengetatan fiskal yang diterapkan kabinet
                                                                                                                                                                                                                          12
                           dengan pemerintah. Setelah melalui proses tanya   Ali Sastroamidjojo juga tampak meneruskan                            Iskaq Tjokroadisurjo dan Ong Eng Die untuk     Wilopo mulai ditinggalkan.
                           jawab di parlemen, sebagai kewajaran dalam     program kerja kabinet pendahulunya. Misalkan                            membebaskan para menteri dari kewajiban
                                                                                                                                                                                                 Di antara program ekonomi kabinet Ali,
                           mekanisme demokrasi, selanjutnya partai-partai   saja untuk Pemilu dan bidang keamanan dan                                                              11
                                                                                                                                                  membayar pajak impor mobil mewah.
                                                                                                                                                                                                 terdapat kebijakan Menteri Perekonomian
                           mengambil  suara  untuk  memutuskan  apakah    ketertiban. Persiapan Pemilihan Umum sudah
                           program kerja kabinet ini dapat diterima. Hasil   mulai dibicarakan sejak Kabinet Natsir. Dalam                        Terlepas  dari  seringnya  program  ekonomi    Iskaq Tjokroadisurjo—yang oleh sebagian
                           perhitungan suara menunjukan 122 setuju        hal ini Kabinet Ali Sastroamidjojo berusaha agar                        kabinetnya    memperoleh      kritik,   Ali    kalangan dianggap berani mengambil langkah

                           berbanding 34 menolak, dan 26 tidak memberikan   dapat dengan segera melaksanakan pemilihan                            Sastroamidjojo memiliki agenda kerja di bidang   radikal—dikenal dengan istilah ‘Indonesianisasi’
                                                                                                                                                                                                         13
                           suara atau blangko. Dari keseluruhan anggota   umum untuk dewan konstituante dan Dewan                                 ekonomi yang menitikberatkan programnya        ekonomi.  Indonesianisasi ekonomi sebenarnya
                           parlemen, hanya Masyumi dan Partai Katholik    Perwakilan Rakyat. Dalam bidang ketertiban-                             untuk menciptakan kemakmuran dan mengatasi     merupakan suatu langkah lumrah diterapkan
                           yang  menolak, sedangkan PSI  dan Partai       keamanan, Kabinet Ali Sastroamidjojo berusaha                           persoalan dalam bidang keuangan. Untuk itu     oleh sejumlah negara bekas koloni contohnya
                           Murba yang sama-sama tidak menjadi bagian      untuk memperbaharui tatanan politik untuk                               Pemerintah berusaha untuk menciptakan politik   Philipina, maupun untuk diadopsi oleh sejumlah
                           dari kabinet memilih bersikap abstain. Bagi    mengembalikan keamanan dan ketenteraman,                                pembangunan yang dapat  menjangkau  rakyat     kabinet pemerintahan di Indonesia meskipun
                           Ali Sastroamidjojo perolehan suara ini berarti   sehingga memungkinkan tindakan-tindakan                               banyak,  memperbaharui  perundang-undangan     dengan pendekatan yang lebih moderat.
                           sangat penting  karena  membungkam  isu  yang   yang tegas dapat diambil untuk menciptakan                             agraria sesuai dengan kepentingan petani dan   Gagasan ini dapat dianggap cukup wajar karena





                           342   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  343
   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359