Page 352 - Perdana Menteri RI Final
P. 352

anggota kabinet baru, hanya empat nama yang    dipersiapkan dengan baik dan tidak terlalu
                                                                                                                                                  menjadi bagian dari pemerintahan sebelumnya.   banyak mengalami perubahan dari kabinet

                                                                                                                                                  Mayoritas merupakan tokoh-tokoh politik yang   sebelumnya. Banyaknya  kesamaan  program
                                                                                                                                                  telah berperan penting sebelum 1949, termasuk   kerja kabinet Ali Sastroamidjojo dengan yang
                                                                                                                                                  sejumlah nama yang menjadi bagian dari gerakan   sebelumnya  dikarenakan   masalah-masalah
                                                                                                                                                  politik radikal pada masa sebelum perang       utama yang dihadapi bangsa Indonesia waktu itu
                                                                                                                                                  yakni: Ali Sastroamidjojo sendiri, Sunario,    juga tidak jauh berbeda, banyak persoalan dasar
                                                                                                                                                  Iwa  Kusumasumantri, Iskaq Tjokroadisurjo,     yang merupakan warisan dari pemerintahan
                                                                                                                                                  Abikusno, dan Yamin. Mereka semua memiliki     sebelumnya yang perlu untuk segera diselesaikan.
                                                                                                                                                  hubungan personal dan politik yang dekat
                                                                                                                                                                                                 Program kabinet yang telah disusun kemudian
                                                                                                                                                  dengan Sukarno, namun cukup berjarak dengan
                                                                                                                                                                                                 diajukan dalam sidang parlemen pada 25
                                                                                                                                                  Hatta. Oleh karenanya, sebagaimana Herbert
                                                                                                                                                                                                 Agustus 1953 untuk memperoleh persetujuan
      Presiden Sukarno melantik Ali Sastroamidjojo                                                                                                Feith menyebutkan, inilah kabinet sejak 1945
      sebagai Perdana Menteri pada tanggal 30 Juli 1953.                                                                                                                                         atau penolakan. Dalam kesempatan itu, Perdana
                                                                                                                                                  dimana pengaruh Hatta dan Sjahrir absen dari
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia                                                                                                    posisi penting.  7                             Menteri   Ali   Sastroamidjojo  memberikan
                                                                                                                                                                                                 keterangan pemerintah mengenai program

                                                                                                                                                  PROGRAM DAN OPOSISI                            kerja  kabinetnya.   Setelah  mendengarkan
                                                                                                                                                                                                 keterangan pemerintah, parlemen diberi waktu
                                                                                                                                                  Perdana Menteri baru yang belum diambil
                                                                                                                                                                                                 untuk mempelajari dan memberikan tanggapan
                                                                                                                                                  sumpahnya baru tiba di Jakarta pada 11 Juli
                                                                                                                                                                                                 atas program-program yang diajukan Perdana
                                                                                                                                                  setelah menempuh perjalanan panjang dari
                                                                                                                                                                                                 Menteri. Kritik dengan mudah dapat diprediksi,
                                                                                                                                                  Amerika dengan singgah semalam di Den Haag.
                                                                                                                                                                                                 muncul dari kelompok oposisi terutama dari
                                                                                                                                                  Sehari setelah tiba di Jakarta, Ali Sastroamidjojo
                                                                                                                                                                                                 Masyumi—dan belakangan kemudian adalah
                                                                                                                                                  dan F.L. Tobing dilantik oleh Presiden sebagai
                                                                                                                                                                                                 Partai Katolik.
                                                                                                                                                  Perdana Menteri dan Menteri kesehatan
                                                                                                                                                  ad interim  pada  sekitar  pukul  tujuh  malam.   Kritik pertama pihak oposisi terhadap kabinet
                                                                                                                                                  Pengambilan sumpah Ali Sastroamidjojo sebagai   Ali Sastroamidjojo menyangkut kebaruan
                                                                                                                                                  Perdana Menteri berlangsung serba singkat.     program yang ditawarkan. Kabinet Ali
                                                                                                                                                  Karena hari itu ketika ia dilantik adalah hari   Sastroamidjojo dianggap mengajukan program
                                                                                                                                                  kedua baginya berada di Indonesia, dan lagi pula   yang membosankan dan tidak memiliki kebaruan
                                                                                                                                                  selama  ini  ia  belum  mengadakan  perhubungan   dari apa yang sudah direncanakan pemerintahan

                                                                                                                                                  dengan  anggota  kabinet  lainnya,  maka  setelah   sebelumnya.  Lebih  lagi,  pemerintah  tidak
                                                                                                                                                  prosesi pelantikan berakhir, Ali Sastroamidjojo   memberi latar belakang analisa atas program
                                                                                                                                                  langsung memimpin sidang kabinetnya yang       yang    diajukan.   Pemerintah    kemudian
                                                                                                                                                  pertama. Agenda yang dibahas pada pertemuan    memberikan jawaban atas kritik kelompok
                                                                                                                                                  itu adalah program kerja kabinet. Pembahasan   oposisi. Ali Sastroamidjojo mengakui bahwa
      Sukarno bersama anggota Kabinet Ali-Wongso
                                                                                                                                                  ini dapat berjalan dengan lancar, terutama     program kabinetnya tidak ada hal-hal yang baru.
      Perpustakaan Nasional Indonesia
                                                                                                                                                  karena garis besar program kabinet telah       Hal ini terjadi karena memang masalah-masalah




                           340   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  341
   347   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357