Page 348 - Perdana Menteri RI Final
P. 348

PEMBENTUKAN KABINET                            PNI dan Mr. Moh. Roem dari Masyumi untuk
                                                                                                                                                                                                 bertindak sebagai formatur. Pemilihan keduanya
                                                                                                                                                  Sebagai langkah antisipasi, usul awal yang
                                                                                                                                                                                                 didasarkan pada pertimbangan politik akan
                                                                                                                                                  mengemuka ialah utuk membentuk kabinet
                                                                                                                                                                                                 pentingnya peran dan pengaruh dua partai: PNI
                                                                                                                                                  presidensial untuk menggatikan kabinet Wilopo.
                                                                                                                                                                                                 yang nasionalis sekuler, dan Masyumi berhaluan
                                                                                                                                                  Nama yang muncul sebagai kandidat utama saat
                                                                                                                                                                                                 Islam.  Presiden  sangat  berharap  melalui
                                                                                                                                                  itu adalah Moh. Hatta, tokoh kuat yang dianggap
                                                                                                                                                                                                 kerjasama antara keduanya antagonisme dua
                                                                                                                                                  netral karena tidak berpartai. Berdasarkan
                                                                                                                                                                                                 aliran politik tadi dapat dikompromikan yang
                                                                                                                                                  ketentuan  konstitusi,  Hatta  dapat menjabat
                                                                                                                                                                                                 juga  dapat  turut  meredakan  gonjang-ganjing
                                                                                                                                                  sebagai perdana menteri hanya jika negara berada
                                                                                                                                                                                                 politik yang sudah menjalar ke masyarakat.
                                                                                                                                                  dalam kondisi darurat. Natsir sebagai salah satu
                                                                                                                                                                                                 Pada  15 Juni 1953, kedua formatur itu  mulai
                                                                                                                                                  tokoh yang mengusulkan gagasan ini menyatakan
                                                                                                                                                                                                 melaksanakan mandatnya.
                                                                                                                                                  bahwa negara sedang berada pada kondisi darurat
      Pertemuan Presiden RI Ir. Sukarno-Mr.
                                                                                                                                                  walaupun tidak tampak di permukaan. Meskipun
      Ali Sastroamidjojo membicarakan rencana                                                                                                                                                    Hanya saja, pekerjaan formatur tampaknya
      pembentukan kabinet, tanggal 12 Juni 1953.                                                                                                  pengusulan nama Hatta dianggap tidak memihak
                                                                                                                                                                                                 banyak menemui hambatan, kali ini bukan
                                                                                                                                                  kelompok  politik manapun,  muncul  pula
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia                                                                                                                                                   dari partai keduanya, melainkan lebih pada
                                                                                                                                                  ketidaksetujuan dari berbagai golongan dengan
                                                                                                                                                                                                 perbedaan besar antara kedua tokoh. Sarmidi
                                                                                                                                                  alasan bahwa Hatta telah menjabat sebagai Wakil
                                                                                                                                                                                                 Mangunsarkoro, tokoh pendidik dari Taman
                           bertugas di Amerika, Ali Sastroamidjojo berhasil   juga  semakin  memunculkan  pertentangan-                           Presiden. PNI, misalnya, dapat menerima Hatta
                                                                                                                                                                                                 Siswa yang dikenal kuat dalam memengang
                           menciptakan hubungan baik dengan para          pertentangan politik sesama bangsa Indonesia.                           asal ia melepaskan terlebih dahulu jabatannya
                                                                                                                                                                                                 prinsip-prinsipnya, merupakan orang dekat yang
                           pejabat  di  sana  yang  berperan  penting  dalam   Sebenarnya, kecenderungan akan menguatnya                          sebagai Wakil Presiden.
                                                                                                                                                                                                 juga memiliki pandangan politik sehaluan dengan
                           melancarkan diplomasi Indonesia-Amerika.
                                                                          politik aliran sudah tampak pada akhir                                                                                 Sidik Djojosukarto. Artinya ia termasuk dalam
                           Selain itu, Ali Sastroamidjojo juga berhasil                                                                           Di sisi lain, antagonisme antar kelompok politik
                                                                          pemerintahan Kabinet Sukiman. Walaupun                                                                                 bagian radikal dari PNI. Adapun Mr. Moh Roem
                           menaruh pondasi penting dengan membeli                                                                                 turut  menyebabkan    sulitnya  menentukan
                                                                          menguatnya politik aliran itu tidak selalu                                                                             yang merupakan diplomat terkemuka merupakan
                           rumah tinggal duta besar di Teldelen Street yang                                                                       formatur guna membentuk kabinet baru karena
                                                                          menjadi penyebab suatu kabinet dibubarkan,                                                                             bagian dari Masyumi yang jauh dari sikap-sikap
                           saat ini difungsikan sebagai kantor kedutaan                                                                           terbentur masalah keengganan antar sejumlah
                                                                          hal  ini  sangat  berdampak  pada  ketidakstabilan                      partai untuk bekerja sama. Salah satunya       radikal. Perbedaan antara keduanya segera terlihat.
                           Indonesia di Washington. Namun, sebelum
                                                                          politik. Saat itu, tanpa adanya partai dominan                          adalah PNI yang saat itu dipegang oleh Sidik   Sarmidi Mangunsakoro berpandangan bahwa
                           Ali Satroamidjojo tuntas melakukan semua
                                                                                                                                                                                                 formatur perlu melakukan hearing dengan semua
                                                                          dalam DPRS, pemerintahan hanya dapat disusun                            Djojosukarto, tokoh pergerakan yang lebih
                           tugasnya, ia dipanggil pulang untuk mengakhiri
                                                                                                                                                                                                 partai, tetapi, Moh. Roem merasa hal tersebut
                           krisis politik akibat kekosongan jabatan perdana   melalui koalisi. Sebagaimana terjadi dengan                         banyak menghabiskan hidupnya bergumul
                                                                                                                                                                                                 tidak perlu dilakukan karena presiden telah
                           menteri.                                       kabinet-kabinet sebelumnya, pasca Wilopo                                dengan akar rumput ketimbang menjadi
                                                                                                                                                                                                 mendengar dari mereka. Lebih lanjut, keduanya
                                                                          mengundurkan diri, pembentukan kabinet baru                             sosok  metropolitan.  Bagi  Sidik  Djojosukarto,
                                                                                                                                                                                                 juga berbeda pendapat dalam hal pembukaan
                           KABINET ALI SASTROAMIDJOJO JILID I             juga harus didasarkan pada kekuatan koalisi                             menganggap koalisi dengan Masyumi dan PSI
                                                                                                                                                  tidak akan menguntungkan bagi PNI.             kedubes di Moscow, penyelesaian permasalahan
                                                                          partai-partai.  Hanya  saja, membangun  koalisi
                           Krisis kabinet pasca Wilopo demisioner                                                                                                                                tanah di Sumatera Timur, pertambangan minyak
                                                                          dalam situasi politik seperti ini tidaklah mudah,
                           merupakan kekosongan  kabinet  yang  paling                                                                            Setelah langkah-langkah awal untuk melakukan   Sumatera Utara, dan ratifikasi perjanjian San
                           panjang dalam sejarah, yang berlangsung selama   sehingga muncul gagasan oleh banyak kalangan                          pembentukan kabinet baru tidak menampakkan     Fransisco. Oleh karena perbedaan yang mencolok
                           58 hari. Hal ini bukan hanya membawa Indonesia   yang beranggapan bahwa kabinet koalisi juga                           hasil, Presiden Sukarno mengambil inisiatif    tersebut, formatur kemudian mengembalikan
                           dalam situasi yang tidak menguntungkan, namun   akan berujung pada ketidakstabilan politik.                            dengan menunjuk Sarmidi Mangunsakoro dari      mandat kepada presiden setelah tujuh hari





                           336   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  337
   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353