Page 345 - Perdana Menteri RI Final
P. 345
walaupun anaknya lahir dan besar di negeri dan dongeng penjual gulali tentang perang karena melihat kota di Eropa yang begitu Hindia Belanda digunakan untuk menyebut
penjajah, ia tidak dapat berbicara dalam bahasa Jepang melawan Soviet yang adalah awal dari indah dan maju. Dari Genoa, Ali menempuh wilayah kepulauan nusantara dan mereka
Belanda. Keteguhan Ali dalam memegang erat imajinasinya akan luasnya dunia, tanpa ia perlu perjalanan darat selama satu hari melewati yang berasal dari wilayah itu, tetapi pada 1917
tradisi tidak muncul begitu saja, melainkan tahu di mana Jepang atau Soviet berada. wilayah bergunung di Eropa selatan, terowongan para pelajar yang tinggal di Belanda kemudian
berproses sejak ia masih di Magelang dan Simplon yang menerobos pegunungan Alpen di membentuk perhimpunan dengan memakai
Keinginan Ali untuk menjelajah dunia
bersumber dari pengaruh orang tuanya. Ketika perbatasan Italia dan Swiss. Hingga, sampailah nama Indonesia secara eksplisit. Perhimpunan
mulai memperoleh jalan setelah ia berhasil
ia masih di Magelang selain harus belajar bahasa Ali di Den Haag pada bulan Januari yang masih ini dinamakan dengan Indonesisch Verbond van
memperoleh ijazah HBS. Setelah melalui
Belanda kepada Tuan Westendorp, kedua menyisakan hawa dingin musim salju. Studeerenden (Perhimpunan Pelajar Indonesia).
berbagai urusan yang rumit—mengurus surat
orangtuanya meminta Ali untuk belajar bahasa
Pada 1922, Indische Vereeniging mengadopsi istilah
sehat, mendaftarkan diri; termasuk mengurus Di negeri penjajah itu, ia bermaksud melanjutkan
Jawa dan mengaji secara rutin tiga kali seminggu.
Indonesia untuk (Indonesische) mengganti kata
persiapan pernikahannya dengan Titi Roelia—di studinya di Universitas Leiden. Pada mulanya,
Indische, lantas organisasi ini kemudian popular
LEIDEN akhir tahun 1922, berangkatlah Ali menumpang Ali ingin mengambil Jurusan Bahasa dan Sastra, sebagai Perhimpunan Indonesia (PI). Pergantian
kapal laut ‘Oranje’ menuju Belanda. Lama namun pilihan ini ia urungkan karena berbagai
nama ini turut mempengaruhi dinamika dan
Ali adalah orang yang dibesarkan bersama kisah-
tempuh dari Pelabuhan Tanjung Priuk ke Eropa pertimbangan. Akhirnya Ali memutuskan untuk
kisah. Dongeng-dongeng hadir memperkaya orientasi politik perhimpunan yang semula
adalah tiga minggu. Selama itu Ali merasakan mendaftarkan diri pada Fakultas Hukum (De
pengalaman pribadinya sebagai archetype cenderung konservatif dan apolitis menjadi jauh
kehidupan di kapal yang sebenarnya penuh Faculteit der Rechtsgeleerdheid) dengan jurusan
dari masa lalu. Ali selalu terpesona dengan lebih progresif dan berpengaruh besar dalam
privilege. Namun baginya, kehidupan serba enak studi Hukum Hindia Belanda. Pada fakultas ini
para pengkisah yang baik, semacam dokter mengusung aspirasi bangsa Indonesia. Jika
semacam itu lebih cocok untuk menggambarkan terdapat seorang ahli sekaligus perancang hukum
Kartosemito yang mampu menghadirkan cerita ketika dibentuk oleh Noto Soeroto dan Rajiun
situasi masyarakat kolonial dimana hanya ada kolonial yang terkenal yakni Profesor Cornelis
letusan Gunung Krakatau seolah menjadi begitu Harahap, Indische Vereeniging adalah kumpulan
dua penumpang “inlander” yang ditaruh pada van Vollenhoven. Adapun sejumlah orang
nyata melalui penuturannya. Demikian pula, Ali dansa-dansi dan pidato-pidato, organisasi ini
kelas nomor dua, dan puluhan pelayan berbangsa berbangsa Indonesia juga pernah menempuh
gemar membaca lakon pewayangan, maupun berubah menjadi wadah perjuangan nasionalis di
Indonesia yang bekerja keras untuk membuat studinya di sini untuk belajar hukum seperti
sastra Barat karya Shakespeare, Bernard Shaw, negeri penjajah setelah menjadi PI.
perjalanan penumpang kelas satu yakni para tuan Oei Jan Lee, Noto Soeroto, Gondowinoto, dan
La Martine, dan Mutatuli yang ia pelajari di
kulit putih, totok dan Indo menjadi nyaman. Raden Panji Iskaq Tjokrohadisurjo.
Melalui Perhimpunan Indonesia inilah, kiprah
HBS. Dongeng pulalah yang menjadi kenangan
Ali dalam politik pergerakan semakin dalam. Ia
mendalam dari kehidupan masa kecilnya. Dari Ali mengingat betul tempat-tempat yang Atmosfer kehidupan mahasiswa di negeri
sekian banyak pengalaman masa kecilnya disinggahi kapalnya. Pelabuhan pertama adalah penjajah sangat dekat dengan aktivitas politik menjadi editor untuk terbitan bertajuk Indonesia
saat tinggal di Grabag, pertunjukan “gambar Colombo di Sri Lanka yang sejak era VOC nasionalis. Di tahun-tahun ketika Ali sedang Merdeka, salah satu media corong pergerakan
implengan” sangat membekas di ingatannya. sudah menjadi salah satu transit lalu lintas laut menempuh studinya itu, Belanda ibarat rumah yang paling berani menentang kolonialisme.
Gambar implengan adalah kotak yang dilengkapi Indonesia-Eropa, Port Said di tepi utara Terusan yang menampung tokoh-tokoh pergerakan Selain itu, melalui PI, Ali berjerjaring
dua suryakanta (kaca pembesar) untuk Suez yang merupakan jalur penting yang Indonesia—banyak diantaranya yang berusia dengan tokoh-tokoh penting lainnya seperti
memainkan gambar yang diputar oleh penjual dibangun untuk memendekan jarak tempuh muda dan akan memiliki karir politik yang Moh. Hatta, Nazir Datuk Pamuntjak, Iwa
gulali. Sembari memainkan kotak itu, penjual Asia-Eropa, dan terakhir adalah pelabuhan yang panjang—dan berasal dari semua spektrum Koesoemasoemantri, Sukiman Wirjosandjojo,
gulali bercerita untuk menarik para pembeli. sibuk dan penting di Eropa yang telah ada sejak ideologi: mulai dari yang konservatif hinggga dan Sunario Sastrowardoyo. Hingga, puncaknya
Tentu saja, bermain di sawah, membuat wayang abad ke-11: Genoa Italia. Dua hari singgah progresif. Menurut sejarawan R. Elson, istilah Ali memperoleh masalah besar dengan polisi di
dari rumput, dan mandi di kolam dekat sumber di Genoa, Ali yang pernah menghabiskan Indonesia yang memuat gagasan kebangsaan Belanda. Ia ditahan bersama tiga kawan lainnya
air panas Candi Umbul dapat ia ingat dengan masa remajanya kota paling modern di Hindia dan ekspresi nasionalisme mekar dari negeri dengan tuduhan yang serius, melakukan aktivitas
3
baik pula. Hanya, kotak gambar implengan Belanda: Batavia, merasa menjadi sangat udik Belanda. Semula istilah Hindia Timur atau melawan pemerintah Belanda.
332 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 333

