Page 346 - Perdana Menteri RI Final
P. 346

Persoalan ini sempat mengganggu studinya       yang  seharusnya  dilaksanakan  secara  terbuka                         KIPRAH BAGI INDONESIA                          Ali tiba-tiba saja ditunjuk sebagai wakil perdana
                           dan  tentunya  keluarganya.  Kantor  pemberitaan   tiba-tiba diubah menjadi tertutup, dan hanya                                                                       menteri oleh Sukarno. Lebih mengagetkan lagi,
                                                                                                                                                  Sekembalinya di Indonesia, Ali Sastroamdijojo
                                                                                                                     5
                           Belanda sengaja memberitakan kasus ini secara   dihadiri dua orang sipir di bangku penonton.                                                                          rupanya Soekano mengetahui bahwa selama masa
                                                                                                                                                  membuka kantor advokat di belakang gedung
                           sensasional. Bahkan, foto Kemal, anaknya yang   Sesaat setelah ujian, Ali memperoleh kesempatan                                                                       pendudukan Jepang di Indonesia, Ali dan Amir
                                                                                                                                                  kantor   asuransi  NILLMIJ      (Bumiputra)
                           baru berusia dua tahun dan jelas tidak ada sangkut   menemui anak dan istrinya dalam sebuah                                                                           menjalankan perlawanan politik melalui gerakan
                                                                                                                                                  Yogyakarta. Oleh karena reputasinya saat di
                           pautnya dengan masalah ini, turut dimuat dalam   perjumpaan yang cepat namun mengharukan.                                                                             bawah tanah. Sukarno bahkan juga mengetahui
                                                                                                                                                  Belanda yang pernah ditahan dan disidangkan,
                           surat kabar Belanda. Di sisi lain, kasus yang   Setelah itu ia kembali masuk ke selnya.                                                                               bahwa gerakan itu telah menerima uang sebesar
                                                                                                                                                  pers kolonial menjukinya ‘pengacara merah’ (rode
                           menjeratnya memperoleh simpati banyak kalangan                                                                                                                        25.000  Gulden  dari  Van  Der  Plaas. Meskipun
                                                                                                                                                  advocaat). Selain menangani beberapa kasus
                                                                          Setelah semua urusan hukum dan studinya di
                           baik yang di Belanda maupun di Indonesia. Karena                                                                                                                      demikian, Sukarno malah mempercayakan posisi
                                                                                                                                                  hukum, Ali Sastroamdijojo juga turut berkiprah
                                                                          Belanda selesai, Ali beserta keluarga memutuskan
                           kasus ini pula, pamor Perhimpunan Indonesia                                                                                                                           penting di kementrian kepada keduanya yang
                                                                          pulang ke Indonesia. Hanya saja, menjelang                              dalam organisasi pergerakan melalui PNI. Partai
                           yang semula tidak  begitu diperhitungkan  oleh                                                                                                                        notabene memiliki garis politik yang berlawanan
                                                                                                                                                  ini dipilihnya karena memiliki tujuan politik
                                                                          kepulangannya, Ali memperoleh kabar bahwa
                           kelompok pergerakan nasional lainnya di tanah air                                                                                                                     dalam menghadapi Jepang: Sukarno cenderung
                                                                                                                                                  untuk  mencapai  kemerdekaan  Indonesia  yang
                                                                          setibanya di tanah air ia kemungkinan ditangkap
                                                   4
                           menjadi semakin meningkat.  Bahkan, organisasi-                                                                                                                       kooperatif, sedangkan Ali dan Amir resisten,
                                                                                                                                                  sejalan dengan asas dan tujuan Perhimpunan
                                                                          lagi untuk diasingkan ke Digoel. Atas bantuan
                           organisasi pergerakan yang semula terpecah belah                                                                                                                      sebagai penghargaan atas perjuangan keduanya. 6
                                                                                                                                                  Indonesia. Oleh karena keterlibatannya dalam
                                                                          Mr. Duys yang menjadi pengacaranya, Ali
                           menjadi bersatu untuk memberikan dukungan
                                                                                                                                                  politik Hindia Belanda ditambah reputasinya
                                                                          dapat beraudiensi dengan Menteri Jajahan, Dr.                                                                          Dalam perjalanan pulang dari Den Haag
                           kepada mereka. Di Belanda, SDAP—Partai
                                                                                                                                                  sebagai orang berbahaya saat di Belanda, polisi
                                                                          J.C. Koningsberger. Melalui perdebatan yang                                                                            setelah menyelesaikan perundingan KMB,
                           Buruh Belanda beraliran sosialis-demokrat
                                                                                                                                                  dan dinas mata-mata kolonial semakin intens
                                                                          cukup sengit dan setelah didesak terutama                                                                              Ali Sastroamidjojo dilantik menjadi duta besar
                           yang kerap memberikan kritik pedas atas politik
                                                                                                                                                  memata-matai Ali Sastroamdjojo.
                                                                          oleh kepiawaian diplomasi politik ala oposisi                                                                          pertama Republik Indonesia Serikat. Prosesi
                           kolonial Belanda—menjadi pendukung militant
                                                                          Mr Duys, Dr. J.C. Koningsberger akhirnya                                                                               pelantikannyapun  terbilang  unik  dan  berbeda
                           keempat aktifis pergerakan yang ditangkap.                                                                             Pada awal kemerdekaan, pemerintahan Sukarno-
                                                                          bersedia menjamin bahwa Ali tidak akan diusik                                                                          dari pada kebiasaan yang ada. Saat itu, wakil
                           Partai ini bahkan meminta Ali dan kawan-                                                                               Hatta yang mempertimbangkan Kiprahnya
                                                                          selama ia tidak melanggar aturan. Akhirnya,                                                                            presiden Moh Hatta melantik Ali Sastroamidjojo
                           kawan setelah bebas dari penahanan untuk turut                                                                         dalam pergerakan kebangsaan, pengalamannya
                                                                          Ali, Istri dan  anaknya  meninggalkan Belanda                                                                          di dalam pesawat yang membawa keduanya dari
                           dalam pawai keliling kota, pada kesempatan itu                                                                         dalam  birokrasi,  dan  keahliannya  dalam
                                                                          melalui perjalanan panjang menggunakan kapal                                                                           Jakarta ke Yogyakarta. Mengingat pentingnya
                           Ali memperoleh podium untuk menyampaikan                                                                               bidang hukum, memintanya bergabung dalam
                                                                          melewati, Brussel di mana ia sempat menemui                                                                            hubungan diplomatik RIS sebagai negara yang
                           pidato yang menelanjangi keburukan penjajah.                                                                           Kementrian Penerangan yang saat itu dipimpin
                                                                          Hatta, lanjut menyusuri sungai Rhine di Jerman                                                                         baru saja diakui kedaulatannya oleh Belanda,
                           Ali menuliskan kisahnya saat ditahan selama                                                                            oleh Amir Sjarifuddin. Kali pertama dilantik
                                                                          hingga Basel di Swiss, dan transit sejenak di                                                                          jabatan sebagai duta besar untuk Amerika
                           enam bulan, ketika menghadapi persidangan                                                                              posisi Ali adalah sebagai pegawai tinggi. Bagi Ali
                                                                          kota  pantai  Locarno  yang  berbatasan  dengan                                                                        memiliki  posisi penting dalam membina
                           yang melalahkan, hingga akhirnya divonis bebas                                                                         Sastroamdijojo jabatan ini bukanlah posisinya
                                                                          Italia. Di sana, Usman adik Ali yang tengah                                                                            kerjasama dan melangsungkan politik luar
                           dalam sebuah buku kesaksian berjudul ‘Empat                                                                            yang pertama dalam birokrasi mengingat ia
                                                                          berada  di  Perancis  menyusul  untuk  bertemu                                                                         negeri Indonesia. hal ini juga dapat dilihat dari
                           Mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda Tahun                                                                            pernah menjabat Walikota  Gemeente Madiun
                                                                          kakaknya itu setelah berpisah selama lima                                                                              kapasitas orang-orang Indonesia yang telah
                           1927”.                                                                                                                 pada akhir masa kolonial, meskipun demikian,
                                                                          tahun. Ali dan keluarga meninggalkan benua                                                                             dikirim ke Amerika terlebih dahulu seperti
                                                                                                                                                  jabatan yang diembannya sekarang adalah tugas
                           Selama dalam penahanan, Ali diizinkan untuk    biru Eropa yang memberinya banyak kenangan                                                                             L.N. Pallar yang mewakili Indonesia dalam
                                                                                                                                                  pertamanya di bawah pemerintahan Indonesia
                           melaksanakan ujian doktoralnya di Universitas   dan pengalaman sekaligus membuka cakrawala                                                                            PBB, dan Soemitro Djodjohadikoesoemo yang
                                                                                                                                                  Merdeka.
                           Leiden. Ujian Ali diajukan dua hari lebih awal   politik internasionalnya melalui pelabuhan                                                                           ditugaskan sebagai duta sejak 1950 di sana. Hatta
                           dari  agenda  yang  direncanakan  sebelumnya   Genoa di Italia. Dengan menumpang kapal milik                           Hal unik terjadi saat bekerja dalam Kemetrian   berkeinginan agar Ali Sastroamidjojo dapat
                           karena mengantisiapsi demonstrasi SDAP yang    biro pelayaran Jerman, tiga minggu dihabiskan                           Penerangan waktu itu. Karena Amir Sjarifuddin   membangun pondasi-pondasi awal persahabatan
                           akan digelar di depan gedung universitas. Ujian   keluarga kecil hingga sampai ke Tanjung Priuk.                       masih berada di tahanan Kenpetai di Malang,    yang baik antara Amerika dan Indonesia. Selama
                           334   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  335
   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351