Page 351 - Perdana Menteri RI Final
P. 351
berusaha menjalankan tugasnya. Sebenarnya, Mandat sebagai formatur kemudian diberikan Rancangan kabinet baru tidak memperoleh • Menteri Dalam Negeri
Presiden memperpanjang mandat keduanya kepada Burhanuddin Harahap dari Masyumi, persetujuan Masyumi yang ditawari posisi Prof. Dr. Mr. Hazairin (PIR)
selama dua hari, namun tetap saja tidak ada kata dengan tugas membentuk kabinet dengan “cukup Wakil Perdana Menteri. Masyumi juga tidak • Menteri Perekonomian
sepakat yang dapat dicapai. dukungan dari parlemen”. Dapat dipastikan, mensepakati beberapa program yang diajukan Dr. Iskak Tjokroadisurjo (PNI)
karena formatur dari Masyumi maka tantangan oleh formatur, serta merasa keberatan dengan • Menteri Keuangan
Setelah kegagalan formatur yang pertama,
terbesarnya adalah memperoleh dukungan dari sejumlah nama yang akan duduk di kabinet yang
Dr. Ong Eng Die (PNI)
Presiden kemudian mengangkat Mukarto
PNI. Strategi Burhanuddin Harahap waktu itu baru. Meskipun memperoleh penolakan dari
Notowidagdo, mantan Menteri Luar Negeri • Menteri Pertahanan
adalah menawarkan posisi-posisi penting untuk Masyumi, Presiden mensetujui rancangan kabinet
Iwa Kusumasumantri (Progresif)
dalam kabinet Wilopo, yang juga dari PNI
PNI, sedangkan Masyumi mengambil kursi yang baru yang disodorkan Mr. Wongsonagoro yang
sebagai formatur baru. Dalam Otobiografinya • Menteri Kehakiman
dianggap tidak terlalu penting, namun meminta didukung oleh PNI dan partai-partai kecil lainnya.
Ali Sastroamidjojo menyebutkan, setelah surat Djody Gondokusumo (PRN)
kesepakatan PNI bahwa posisi perdana menteri Alhasil, kabinet tetap akan dilantik dengan
kabar komunis memberitakan dukungannya • Menteri Penerangan
akan ditentukan oleh formatur. Hanya saja, PNI komposisi seorang perdana menteri, dua wakil
terhadap Mukarto Notowidagdo, partai- FL Tobing (S.K.I.)
secara tiba-tiba tetap menginginkan posisi Perdana perdana menteri, dan tujuh belas menteri. Untuk
partai Islam menutup kemungkinan untuk
Menteri untuk partainya. Karena persoalan mengisi kursi perdana menteri, PNI kemudian • Menteri Perhubungan
bekerjasama. Meskipun demikian, sebenarnya
formasi dan komposisi kabinet tidak dapat diatasi, menunjuk Ali Sastroamidjojo yang masih berada Abikusno Tjokrosujoso (PSII)
Mukarto Notowidagdo berhasil memperoleh
formatur ketiga ini pada akhirnya mengembalikan di Washington. Ini adalah kabinet yang pertama • Menteri P.U dan Tenaga
dukungan dari sejumlah wakil Liga Muslim
mandatnya kepada Presiden pada 18 Juli 1953. dalam sejarah yang memiliki dua wakil Perdana Prof. Ir. Rooseno (PIR)
Indonesia, namun tanpa Masyumi yang melihat
Menteri yang dipegang oleh formatur sendiri
• Menteri P.P. dan K.
bahwa program yang ditawarkannya tidak jauh Dengan gagalnya formatur yang ketiga, terasa
yakni Mr. Wongsonegoro (PIR), dan Zainul Mohammad Yamin (Independen)
beda dengan yang disodorkan oleh Sarmidi persoalan semakin pelik. Hal ini mengingat
Arifin (NU). Untuk kali pertama pula semenjak
Mangunsakoro kepada Moh. Roem. Oleh karena mereka yang ditunjuk Presiden sebagai formatur • Menteri Perburuhan
pengakuan kedaulatan Indonesia di tahun 1949,
Sutan Muchtar Abidin (Partai Buruh)
penolakan ini, dalam waktu enam hari setelah adalah tokoh-tokoh kunci dari dua partai besar
Masyumi tidak masuk dalam pemerintahan.
pengangkatan, tugas Mukarto Notowidagdo waktu itu. Bahkan kolaborasi antara keduanya • Menteri Pertanian
sebagai formatur gagal. Presiden Sukarno juga gagal mencapai kesepakatan. Langkah Delapan belas anggota kabinet baru dilantik Sadjarwo (BTI)
kemudian memberinya mandat dengan tugas selanjutnya yang diambil presiden adalah presiden pada 30 Juli 1953. Terbentuknya • Menteri Agama
yang berlainan yakni untuk membentuk “zaken mengangkat formatur baru, namun kali ini yang kabinet Ali Sastroamidjojo mengakhiri krisis K.H. Masjkur (NU)
kabinet yang memperoleh dukungan cukup dari ditunjuk adalah Mr. Wongsonegoro dari PIR, kabinet terpanjang dalam sejarah pemerintahan
• Menteri Kesehatan
parlemen”. Kompromi yang dilakukan Mukarto partai kecil yang suaranya tidak sebesar Masyumi Indonesia. Komposisi kabinet Ali Sastroamidjojo FL Tobing (ad interim, S.K.I.)
Notowidagdo lagi-lagi terbentur dengan tuntutan dan PNI. Penunjukan Mr. Wongsonegoro sebelum mengalami perubahan:
• Menteri Sosial
Masyumi yang tidak menyetujui komposisi selain mengagetkan banyak kalangan juga Pandji Suroso (Parindra)
• Perdana Menteri
dan personalia dalam kabinet baru. Masyumi memunculkan pesimisme. Satu minggu waktu
Ali Sastroamidjojo PNI • Menteri Urusan Kesejahtraan
menginginkan nama Abdul Halim dan Moh. yang diberikan Sukarno kepada formatur
Sudibjo (PSII)
• Wakil Perdana Menteri I
Roem di masukan dalam kabinet untuk urusan baru, namun kemudian diperpanjang selama
Wongsonegoro(PIR) • Menteri Urusan Agraria
dalam negeri. PNI menolak usulan tersebut tiga hari. Di luar dugaan, Mr. Wongsonegoro
Mohammad Hanafiah (NU)
karena menganggap keduanya terlibat dalam berhasil menghimpun kekuatan partai-partai • Wakil Perdana Menteri II
peristiwa Tanjung Morawa. Pada tanggal 6 Juli kecil lainnya untuk mendukungnya, sehingga Zainul Arifin (NU) Keanggotaan Kabinet Ali Sastroamidjojo
1953, Mukarto Notowidagdo mengembalikan dapat membentuk susunan kabinet dengan posisi • Menteri Luar Negeri menunjukan adanya komposisi kabinet cukup
mandatnya kepada Presiden. Perdana Menteri diberikan kepada PNI. R. Sunario (PNI) berbeda dari yang sebelumnya. Dari duapuluh
338 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 339

