Page 333 - Perdana Menteri RI Final
P. 333

menjadi  masalah politik di  masyarakat dengan   PERUBAHAN KONFIGURASI POLITIK   pemimpin PKI ini masih muda, mereka telah   termasuk Masyumi. Pada perkembangannya,
 DAN PERISTIWA TANJUNG MORAWA
 bumbu-bumbu dari berita di koran juga tidak   mapan dalam penguasaan teori-teori gerakan,   kabinet Wilopo yang mengikutsertakan PSI
 proporsional. Desakan untuk mengadili oknum-  Perkembangan politik lainnya yang terjadi pada   memiliki banyak pengalaman, dan rata-rata   dan memperoleh dukungan kuat dari Masyumi,
 oknum tentara yang terlibat dalam peristiwa   awal pemerintahan Kabinet Wilopo berkaitan   memiliki karakter sebagai “pemimpin massa”.   menjadikan PKI justru melakukan pendekatan
 itu muncul dari sejumlah partai politik,   dengan perubahan konfigurasi politik kepartaian.   Aidit dan Lukman adalah dua orang yang baru   dengan salah satu faksi dalam tubuh PNI.
 termasuk PNI. Belakangan diketahui nama   Sebulan  semenjak  menyatakan  keluar  dari   kembali dari Tiongkok dan Vietnam, sedangkan   Kedekatan  kedua  partai  ini  memang  sempat
 Kolonel Dr. Mustopo disebut-sebut sebagai   Masyumi, NU berubah menjadi sebuah partai   Alimin satu-satunya anggota yang usianya lebih   terajadi menyongsong kejatuhan Kabinet Natsir,

 yang bertanggung jawab atas demonstrasi yang   politik pada akhir Agustus 1952. Pada saat yang   dari tigapuluh tahun (68 tahun) pada waktu itu   dimana PKI juga berusaha menggandeng PNI
 terjadi pada pagi itu. Ia diyakini memiliki relasi   bersamaan Liga Muslim Indonesia dibentuk.   merupakan tokoh senior dalam partai.   untuk mengeliminir pengaruh Masyumi dari
 kuat dengan kelompok buruh, dan diasosiasikan   Perubahan yang berlangsung pada partai-  pemerintahan.
               Di bawah pengaruh para pemimpin baru tersebut,
 dengan kumpulan gangster dan para jawara yang   partai Islam tersebut tidak terlalu berpengaruh
               PKI diatur sedemikian rupa untuk menjadi        Hanya saja, pada masa Wilopo menjabat
 tergabung dalam organisasi KOBRA (Komando   terhadap kerja kabinet. Bahkan, jabatan menteri
               partai tunggal yang kecil dengan  disiplin tinggi   perdana menteri, terdapat sejumlah alasan lain
 agama yang dipegang oleh Fakih Usman,
 Barisan Rakyat). Dalam surat edarannya, KSAD
               dan sadar teori gerakan. Para pemimpin partai   yang  kembali mendekatkan keduanya.  Feith
 seorang muslim modernis yang mengasosiasikan
 A.H. Nasution menyataka bahwa dirinyalah
               menyadari bahwa PKI harus berkonsentrasi pada   mengindikasikan PKI melakukan infiltrasi
 diri dengan Muhammadiyah juga tidak
 yang  bertanggungjawab  atas  peristiwa itu.
               kerja politik massa ketimbang politik parlemen.   di tubuh PNI melalui Saleh Umar tokoh PNI
 menimbulkan persoalan lebih lanjut, walaupun
 Sejumlah nama lain yang turut bertandatangan
               Partai ini juga menginisiasi dibentuknya suatu   dari Sumatra Utara dan Ahen Erningpraja
 sebelumnya posisi inilah yang menjadi salah satu
 adalah Wakil Kepala Staf, Letkol. Sutoko dan                  yang berafiliasi dengan SOBSI.  Faktor lain
                                                                                             19
 pangkal perkara yang berujung perpecahan di   Front Persatuan Nasional dengan menggandeng
 Letkol Dr. Aziz Saleh dan Kepala Polisi Militer               adalah polarisasi politik menjelang pemilu
 tubuh Masyumi.   partai-partai lain yang jujur dan siap. Memasuki
 Letkol S. Parman. Orang-orang tersebut tidak                  dimana kekuatan nasionalis-sekuler seperti
               tahun 1952—walaupun masih dalam kondisi
 berada dalam satu garis politik tertentu—
 Imbas  lebih  besar  dari  perkembangan  yang  serba  kacau  akibat  penangkapan  dan   PNI melihat kekuatan Islam terutama yang
 walaupun sejumlah orang memiliki kedekatan   politik  di tahun-tahun tersebut muncul dari   hilangnya sejumlah besar anggota yang   berada di pedesaan akan muncul sebagai
 dengan PSI—dan merupakan representasi dari   perubahan orientasi politik PKI. Pada saat itu,   masih  berada  dipersembunyian—PKI telah   kompetitor kuat untuk menjaring suara.
 kelompok tentara yang anti politisi.  PKI sebenarnya belum sepenuhnya berhasil   menunjukan kepada publik bahwa partai ini   Pada sisi lain, kebijaksanaan Kabinet Wilopo
 merehabilitasi nama mereka dari peristiwa   telah mewujud sebagai kesatuan yang solid, dan   dalam menyusun undang-undang pemilu
 Penyelesian peristiwa 17 Oktober memang tidak
 Madiun  1948  dimana  partai ini dianggap   teratur dan efektif.   tidak lagi menguntungkan partai ini dengan
 tuntas. Dalam testimoninya, A.H. Nasution—
 menghianati perjuangan republik.  Terlebih                    digunakannya sistem pemilihan nasional secara
 tokoh penting dalam peristiwa itu menyatakan
 lagi, setelah “Razia Agustus” dilancarkan pada   Semenjak pemimpin politbiro PKI berganti,   luas. Terlebih lagi, Wilopo selama menjabat
 bahwa Wilopo telah berusaha keras dengan sabar
 masa Kabinet Sukiman, PKI merupakan partai   tampak pula usaha untuk mendekatkan   memang tidak dapat digunakan sebagai alat
 dan bekerja seobyektif mungkin, namun kondisi   PKI dengan kekuatan anti-fasis nasionalis
 lemah yang kehilangan banyak anggotanya, dan                  partai dan bahkan cenderung memperlihatkan
 politik saat itu tidak memungkinkannya untuk   demokrat.  Dalam  tiga  bulan  pertama  pada
 tidak  memainkan  peran  sentral  dalam  politik              kedekatan dengan Masyumi dan PSI. Oleh
 mengatasi akar persoalan. Pada akhirnya, tentara   1951, PKI membuka hubungan dengan partai
 nasional. Hanya saja, partai ini telah mengalami              karenanya,   konfigurasi  kekuatan   politik
 mencari jalannya sendiri. Dalam tubuh tentara   perubahan mendasar dengan munculnya para   seperti Murba yang sama-sama merasakan   menjelang akhir pemerintahan Wilopo berubah

 sendiri kemudian terbagi menjai kelompok   pemimpin muda yang bersemangat—sebagian   getirnya Razia Agustus. Perubahan di tubuh   dari pola tradisional dimana PNI dan Masyumi
 yang dan kelompok anti peristiwa 17 Oktober.   besar berada pada awal usia tiga puluhan tahun.   PKI juga tampak sejak awal pembentukan   biasanya mendukung pemerintah berhadapn
 Penyelesaian yang berlarut memang berimbas   Sejak awal 1951, Politbiro partai dipegang   kabinet Wilopo dimana PKI kemudian   dengan PKI-PSI sebagai oposisi, menjadi
 besar kepada pemerintahan Wilopo, namun   oleh D.N. Aidit dan M.H. Lukman, Njoto,   menyatakan  dukungan  kepada  pemerintah   PNI-PKI dan PSI-Masyumi yang mendukung
 bukan karena masalah ini kabinet jatuh.  Sudisman dan Alimin. Walaupun usia para   yang dibangun oleh kekuatan partai politik   Wilopo. Perubahan konfigurasi politik inilah





 320  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  321
   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338