Page 330 - Perdana Menteri RI Final
P. 330
melalui Technical Cooperation Administration status SOB dihapuskan tanpa menimbulkan rakyat untuk menuntut dibubarkannya dewan M. Simbolon, dan Kolonel AE Kawilarang.
(TCA). Skema ini memungkinkan Indonesia pertentangan yang tajam, yang menunjukan perwakilan rakyat, dan menuntut segera Pada intinya mereka mendesak Kepala Negara
untuk memperoleh bantuan teknis dan ekonomi suatu perkembangan menuju kondisi yang dilaksanakannya pemilu. Aksi ini bertambah untuk membubarkan parlemen sementara yang
dari Amerika tanpa menyertaka poin seperti demokratis telah mulai berjalan. anarkis ketika sejumlah orang masuk ke dalam sekarang dan membentuk sebuah parlemen
yang sebelumnya diatur dalam MSA poin 511a. gedung palemen, dan mulai menghancurkan baru dalam waktu sesingkat mungkin. Sikap
Terlepas dari mulai membaiknya hubungan antara
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Mukarto sejumlah perabotan, beberapa kursi, dan kafetaria Sukarno sangat jelas bahwa ia menolak untuk
kabinet Wilopo, terutama menteri pertahanan,
yang merupakan mantan deputi di kedutaan parlemen. Massa sempat menyampaikan petisi mengabulkan tuntutan para petinggi tentara
dengan para pimpinan angkatan bersenjata, di
besar Indonesia di Amerika yang kemudian kepada Hatta, kemudian mereka bergerak ke untuk melakukan pembubaran parlemen.
parlemen sempat muncul perdebatan panjang
diangkat menjadi Menteri Luar Negeri oleh arah istana merdeka, dan jumlahnya bertambah
mengenai legalitas peraturan pemerintah Kondisi masih mencekam, tentara masih
Wilopo. Walaupun awal penunjukannya disebut- banyak. Feith memperkirakan mencapai sekitar
tentang Staf Kemanan yang tercantum dalam berpatroli di jalan-jalan, dan pertemuan yang
sebut memperoleh penolakan dari Presiden— 30.000 orang.
Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1952.
yang barangkali saat itu berfikir bahwa melibatkan lebih dari lima orang dilarang.
Dari parlemen pula berlangsung perdebatan
untuk menangani masalah rumit terutama Menghadapi situasi sangat menegangkan itu, Berbagai saluran komunikasi telepon dan telegraf,
sengit mengenai kebijakan Menteri Pertahanan
menyangkut MSA dibutuhkan tokoh dengan ada dua hal yang di lakukan Sukarno. Pertama, baik internal maupun luar negeri, dihentikan.
dan Pimpinan AD terutama berkaitan dengan
kaliber yang lebih besar—Mukarto berhasil dengan penuh kharisma, ia berpidato di tangga Demikian halnya dengan perhubungan dari dan
rencana rasionalisasi anggota tentara. Mosi tidak
menghapuskan keraguan itu dengan membawa istana. Kedua, dengan tenang ia menghampiri menuju Jakarta, baik kapal dan pesawat terbang
percaya ditujukan kepada Menteri Pertahanan
Indonesia mengatasi masalah MSA. Bahkan para demonstran di pagar istana. Laiknya tertunda untuk sementara waktu. Enam orang
yang diusulkan anggota DPR mencuat menjadi
pada era selanjutnya ia dipercaya Sukarno untuk seorang bapak yang sedang berbicara kepada anggota parlemen ditangkap yakni Sukiman,
persoalan panas yang merembet hingga keluar
mengurus sejumlah posisi penting termasuk anaknya, Sukarno berhasil mengirim para Kasman, Bebasa Daeng Lalo, A.B.M. Jusuf,
gedung wakil rakyat melaui pemberitaan koran-
menjadi formatur kabinet. demonstran untuk pulang dengan tertib, lantas Lamin dan Sjamsuddin Sutan Maknur. Harian
koran partai politik, seperti harian Merdeka
meninggalkan mereka untuk kembali masuk ke Merdeka dan Berita Indonesia, serta Mingguan
yang kemudian dianggap membocorkan rahasia
Pada sisi lain, perkembangan politik era
dalam Istana Merdeka. Suasana tegang berubah, Mimbar Indonesia dan Mingguan Merdeka,
tentara. Pada puncaknya, serangan-serangan
Wilopo ditandai dengan terus digencarkannya
terdengar kemudian sorak sorai para demonstran dilarang terbit. Barulah, tiga hari kemudian
itu diarahkan kepada para pemimpin tentara
pemulihan keamanan yang walaupun belum mengelu-elukan presiden mereka. semua tindakan darurat tentara telah dicabut
secara personal dengan mengungkit skandal
dapat memadamkan semua gangguan namun yang diikuti dengan pembebasan anggota
pribadi, korupsi, nepotisme, dan perkara-perkara
menunjukan progress yang jelas dengan Ketika Presiden memulai pidatonya muncul parlemen yang ditahan dan pencabutan larangan
lainnya yang seolah-olah mempertentangkan
dukungan penuh dari angkatan bersenjata. di hadapannya dua tank, beberapa mobil
terbit bagi empat media massa.
antara bekas TNI dan bekas KNIL. Oleh karena
Sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk lapis baja dan sejumlah senjata berat lainnya.
persoalan ini, Wilopo harus menghadapi krisis
melakukan pembangunan daerah yang salah Satu unit tentara berada di dalam istana dan Wilopo, yang dalam berbagai testimoni
politik yang menghantam kabinetnya terutama
satunya diproyeksikan di Maluku, pemerintah banyak lagi di luar. Seusai presiden berpidato, dikatakan menunjukan ketenangan luar biasa
setelah terjadinya “peristiwa 17 Oktober’.
menyetujui dilakukannya tindakan tegas untuk dua kelompok perwira senior termasuk menghadapi ketegangan pada 17 Oktober,
menumpas RMS yang kemudian dibarengi lima dari tujuh komandan territorial datang memilih untuk memproses peristiwa ini secara
PERISTIWA 17 OKTOBER
dengan pemerataan pembangunan. Hal ini menemuinya. Tidak berselang lama setelah objektif dan proporsional. Wilopo berpendapat
menegaskan telah pulihnya relasi yang sehat Jakarta, 17 Oktober 1952. Ribuan orang bergerak Presiden menemui para perwira tersebut. Hatta, bagaimanapun juga keterlibatan tentara dalam
antara para petinggi militer dengan pemerintah dari Tanjung Priuk untuk berdemontrasi pada Mr. A.K. Pringgodigdo, Perdana Menteri urusan politik tidaklah dibenarkan, demikian
sekaligus perubahan besar dari era Sukiman pagi itu. Para demonstran dengan mengarak Wilopo dan A.M. Tambunan dipanggil untuk pula perdebatan sengit di parlemen antara
terdapat dimana antara pemerintah dan elit spanduk-spanduk berisi kecaman atas paremen. turut begabung. Para perwira berbicara melalui yang pro dan kontra terhadap kebijaksanaan
militer dipisahkan oleh antagonisme. Perlahan, Mereka berjalan menuju ke gedung wakil perwakilan mereka: Kolonel Sutoko, Kolonel menteri pertahanan yang kemudian menyeruak
318 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 319

