Page 326 - Perdana Menteri RI Final
P. 326

pada mundurnya pelaksanaan pemilu nasional     pesaing dari negara lain yang juga menjadi                              kerjanya dimulai. Biro Perencanaan Nasional ini   pengeluaran untuk keperluan konsumsi. Terkait
                           yang  tidak  dapat  dilangsungkan pada  tahun   penghasil bahan baku. Terlebih lagi, kabinet ini                       berfungsi sebagai badan yang mengkoordinasikan   dengan hal itu, pemerintah menaikan pajak
                           itu juga sebagaimana diharapkan oleh banyak    juga mewarisi beban ekonomi dan komitmen                                perencanaan pemerintah dan memfasilitasi saran   impor barang-barang non-substansial sebesar

                           pihak. Pemilu Nasional baru terselenggara      yang harus ditunaikan dari era sebelumnya dan                           ekonomi oleh spesialis asing.                  100% hingga 200% untuk item tertentu di mana
                           pada tahun 1955 pada masa pemerintahan         ditambah pula dengan kecenderungan impor                                                                               para importir juga diwajibkan membayar 40% di
                                                                                                                                                  Sebelum menjabat Perdana  Menteri Wilopo
                           Kabinet  Burhanuddin  Harahap.  Selama  masa   terus meningkat. Wilopo memproyeksikan                                                                                 muka.  Pemerintah  berpedoman  bahwa  politik
                           kepemimpinannya, Wilopo memang gagal           pendapatan negara pada tahun 1952 kemungkinan                           sering dijuluki sebagai “menteri beras”,       import ini harus disesuaikan dengan politik
                           menyelenggarakan     pemilu    sebagaimana     akan jauh dari pendapatan tahun 1951 sebesar                            karena kebijakannya semasa menjabat menteri    industrialisasi untuk menjamin kebutuhan rakyat
                           direncanakan saat program kerja kabinet        Rp 2.610 juta. Dengan beban sebelumnya yang                             perekonomian era kabinet Sukiman, melihat      tanpa menambah saingan bagi pengusaha lokal.
                           disusun, namun Wilopo berhasil menciptakan     harus dibayar sebesar Rp 3.800 juta, pemerintah                         bahwa pada dasarnya mayoritas rakyat Indonesia   Kebijakan ini dapat dicontohkan dalam import
                           dasar hukum sebagai fondasi terpenting bagi    kemungkinan akan menghadapi defisit sebesar                             hidup dari sector agraris, namun ironinya untuk   tekstil murah untuk memenuhi kebutuhan
                           penyelenggaraan  Pemilu sekaligus  menetapkan   Rp 4.000 juta, dengan pendapatan total kurang                          kebutuhan pangan masih harus didatangkan       masyarakat, yang diatur sedemikian rupa
                           enam azas pemilu, yakni: jujur; umum;          dari Rp 9.000 juta.                                                     dari luar itupun berbiaya besar. Oleh karenanya,   sehingga tidak mematikan industri tekstil dalam
                           berkesamaan; rahasia; bebas; dan langsung—                                                                             pemerintah berusaha untuk menggenjot produksi   negeri.
                           yang empat diantaranya terwarisi hingga kini.  Secara keseluruhan, Kabinet Wilopo memang                               beras guna menghilangkan kebutuhan impor
                                                                          tidak  membuat  skema  baru  karena  karena                             yang membebani anggaran negara. Langkah        Industrialisasi menjadi bidang yang tidak kalah
                           MENAHAN DEFISIT                                Indonesia sudah memiliki terlampau banyak                               yang ditempuh pemerintah dalam memajukan       pentingnya bagi pemerintahan Wilopo, paling
                                                                          rancangan. Ia juga tidak menyusun agenda                                pertanian adalah memelihara dan merehabilitasi   tidak karena dua alasan.  Pertama, industri
                           Selain berkarakter tenang dan berhati-hari, bagi
                                                                          ekonomi yang ambisius, melainkan mengikuti                              infrastruktur pertanian, mengusahakan sumber-  harus   dikembangkan    untuk   mengurangi
                           orang-orang yang mengenalnya secara dekat,
                                                                          garis kebijakan ekonomi yang ditetapkan oleh                            sumber baru bagi produksi pertanian, dan       ketergantungan import, dan kedua, memanfaatkan
                           Wilopo dikenang sebagai sosok berpikiran logis
                                                                                            15
                                                                          kabinet sebelumnya.  Dengan Soemitro sebagai                            membuka sawah di Kalimantan dan Sumatera.      dan menambah nilai bahan-bahan yang ada
                                                                                                                                                                                           16
                           juga sangat sederhana  dan pandai berhemat.
                                                                          menteri Ekonomi, dan Sumanang pada posisi                               Strategi pemerintah ini cukup berhasil dalam   dalam negeri. Untuk memperkuat industri dalam
                           Tampaknya, kedua sifat ini pulalah yang ia
                                                                          Menteri Keuangan, kebijakan kabinet ini lebih                           meningkatkan   produksi   bahan   makanan      negeri, pemerintah diuntungkan dengan situasi
                           teruskan ketika memimpin pemerintahan.
                                                                          banyak mengadopsi Rencana Ekonomi Sumitro                               pokok seperti beras, jagung, singkong, ikan,   yang semakin stabil dimana jumlah pemogokan
                           Tidak  dapat  dipungkiri,  ketika  Kabinet
                                                                          yang telah ada sejak Kabinet Natsir. Adapun                             dan ternak—meskipun juga sempat terhantam      buruh berkurang secara drastis dibanding era
                           Wilopo  mulai  bekerja,  kondisi  ekonomi  dan
                                                                          langkah-langkah yang diambil pemerintah                                 sejumlah  krisis  gagal  panen akibat musim.   sebelumnya, bahkan serikat buruh menunjukan
                           keuangan pemerintah sedang suram. Wilopo
                                                                          untuk bertahan dalam kondisi ekonomi yang                                                                              sikap kooperatif dengan pemerintah. Situasi
                           menggambarkan situasi ekonomi negara saat                                                                              Dengan mengusahakan peningkatan produksi
                                                                          buruk adalah dengan merangsang produksi                                                                                yang demikian itu selain berpengaruh positif
                           itu sebagai “penurunan yang tidak terlihat                                                                             domestik yang dikombinasikan dengan membuka
                                                                          beras,  meringankan  pajak ekspor, mengurangi                                                                          terhadap produkitifitas, juga bersifat atraktif
                                      14
                           pangkalnya”.  Oleh karenanya, Kabinet Wilopo                                                                           kran beras impor, memungkinkan pemerintah
                                                                          pengeluaran   untuk   keperluan   konsumsi,                                                                            bagi masuknya investasi asing. Dalam hal ini,
                           menjadikan penghematan yang ketat sebagai                                                                              untuk mengendalikan harga beras tetap stabil.
                                                                          memperbaiki kondisi industri tekstil dalam                                                                             walaupun politik mengadaptasi politik “Ekonomi
                           tema ekonominya.
                                                                          negeri,  mendorong  kegiatan  wirausaha  di                             Adapun untuk memperkuat ekspor, pemerintah     Nasional”,  pemerintah  tidak  bersikap  anti
                           Pada  tahun-tahun  ketika  Wilopo  menjabat    sejumlah daerah dengan prioritas pertama di                             melakukan pengurangan pajak dan pemberian      terhadap investasi asing sejauh dapat menaati
                           sebagai Perdana Menteri, berkah dari Perang    Sumatera dan Maluku. Selain itu, Kabinet                                kredit untuk menumbuhkan eksportir Indonesia.   peraturan yang sudah ada. Sebagai negara yang
                           Korea telah berakhir dan oleh karenanya harga-  Wilopo juga membentuk sejumlah lembaga baru                            Selain itu pemerintah juga merancang suatu     baru, investasi asing sangat dibutuhkan untuk
                           harga barang ekspor andalan Indonesia seperti   yang penting bagi pembangunan ekonomi jangka                           mekanisme yang memungkinkan para eksportir     menambah modal, mengadakan alat-alat dan
                           seperti karet, timah dan kopra sedang merosot.   panjang, diantaranya adalah Biro Perencanaan                          mengurus kebutuhannya sendiri. Pada sisi       teknologi baru. Dalam hal ini, pemerintah
                           Situasi lebih diperparah dengan munculnya      Nasional yang dibentuk sejak awal periode                               lain, pemerintah berusaha untuk menekan        berusaha untuk mempekuat industri fundamental





                           314   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  315
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331