Page 329 - Perdana Menteri RI Final
P. 329

terutama  yang  menggunakan  bahan-bahan   semi-mewah  walaupun  kurang  berhasil  untuk   pemerintah perlu  melakukan  pengurangan   Wilopo. Terkait dengan persoalan ini, Indonesia
 yang tersedia di Indonesia. Pencapaian selama   mencegah kenaikan harga domestik.  pengeluaran lebih dari Rp. 4 miliar atau mencapai   melakukan serangkaian pembicaraan yang cukup

 kabinet ini memerintah dalam bidang industri   lebih dari 25% dari total pengeluaran pada tahun   rumit dengan Amerika untuk mengubah isi
 Sebagaimana orang mengenal Wilopo sebagai
 ditunjukan dengan  dibangunnya  pabrik semen   1952. Implementasi dari kebijakan ini adalah   perjanjian yang sudah diteken Menteri Ahmad
 sosok yang hemat dan sederhana, pencapaian
 di Gresik dan pabrik pemintalan di Cilacap.   harus dilakukannya rasionalisasi jumlah abdi   Subardjo. Diawali pada Mei 1952, kedutaan besar
 besar di bidang ekonomi yang diciptakan pada
               negara. Konsekwensinya,  pemerintah  harus      di Washington yang diperintahkan Perdana
 Usaha untuk membantu industri tekstil dalam   era kepemimpinannya juga merupakan hasil dari
               menghentikan setidaknya 150.000 orang pada      Menteri untuk melakukan pembicaraan tentang
 negeri juga memberi perbaikan siginfikan.   penghematan yang dilakukan dengan banyak
               daftar gaji dari negara. Kebijakan ini dilakukan   kemungkinan bagi Indonesia memperoleh
 Hal ini ditunjukan dari meningkatnya jumlah   sekali pengetatan pengeluaran. Salah satu
               dengan tidak lagi menambah aparatur sipil. Untuk   bantuan yang lebih longgar.
 produksi yang mencapai hampir dua kali lipat.   tindakan yang ditempuh Wilopo adalah dengan
               dinas militer, kabinet ini melakukan langkah
 Pada pertengahan tahun 1953, industri tekstil   melancarkan “Austerity Program”. Kebijakan ini   Pembicaraan lain dilakukan di Indonesia yang
               yang lebih berani, yang ketika usaha yang sama
 dalam negeri telah mampu menghasilkan 41   adalah usaha untuk menghentikan kenaikan   mempertemukan Wilopo dengan Merle Cochran.
               dilakukan pada era sebelumnya, menimbulkan
 kain juta meter rata-rata per-tahun, yang jauh   pendapatan para menteri yang sudah diputuskan   Dalam meghadapi Duta Besar Amerika yang kaya
               masalah besar bagi pemerintah. Misalkan pada
 melonjak dari jumlah yang dapat diproduksi   pada era Sukiman. Berkaitan dengan usulan   berpengalaman yang telah memegang jabatan itu
               1948 ketika Hatta dengan bantuan Simatupang
 17
 pada tahun 1951 yakni sebesar 23 juta meter.    kenaikan gaji pegawai per 1 Mei 1952 sebesar   sejak 1949 dan yang sedang mempertaruhkan
               dan Nasution melakukan rasionalisasi tentara,
 18
 Pada sisi lain, usaha untuk mencukupi kebutuhan   20% yang sudah tidak dapat lagi dianulir,    reputasinya, Wilopo memperlihatkan kharisma
               terdapat ribuan pejuang yang mengalami
 sandang dengan cara impor pemusatan impor   Wilopo tetap  memberikan kenaikan tersebut   pribadinya sebagai politisi matang dengan
               demobilisasi, dan kemudian melahirkan banyak
 dan distribusi di tangan satu organisasi koperasi   namun menghentikan tunjangan beras kepada   tingkat kesabaran yang luar biasa dan sikap
               kekecewaan dan perlawanan dari pihak-pihak
 “produsen batik” kurang begitu berhasil dan   pegawai yang  diterimakan menjelang hari   hati-hati yang tinggi. Karena gentingnya isu
               yang merasa dirugikan. Pada era Wilopo, usaha
 tampaknya malah melahirkan spekulan.  raya—gagasan yang dulu berasal darinya ketika   yang dibicarakan keduanya, pernah dalam suatu
               untuk melakukan rasionalisasi tentara dijalankan
 menjadi  menteri  pada  era Sukiman. Sekali                   kesempatan, Merle Cochran menyampaikan
               melalui kementrian Pertahanan yang dipimpin
 Para pengamat mengakui bahwa kabinet Wilopo
 lagi, pelaksanaan program penghematan hanya                   memilih untuk mengundurkan diri dari pada
 memiliki prestasi besar dalam bidang ekonomi.   Sri Sultan Hamengkubuwana dengan tujuan
 dapat dilaksanakan dengan adanya keteladanan                  gagal mempertahankan kesepakatan yang sudah
 Pemerintahan Wilopo berhasil menahan defisit   untuk modernisasi angkatan bersenjata sehingga
 yang baik dari sosok yang mampu menghayati                    dibuat sebelumnya. Dalam hal ini, Cochran
               tercipta tentara yang kuantitasnya tidak terlalu
 yang semula diproyeksikan akan tembus angka
 penderitaan rakyat dan mampu menahan diri                     memang berada dalam posisi serba sulit karena
               besar namun memiliki kualitas yang unggul.
 4 milyar, hingga hanya mencapai angka kurang
 dari godaan-godaan kekuasaan. Sehingga,                       ia mempertaruhkan kredibilitasnya sebagai
 dari 3 milyar pada akhir tahun 1952. Bahkan saat
 ketika berkuasa, Wilopo memilih  untuk tidak                  diplomat, dan pada sisi lain kepentingan dan
 kabinet ini jatuh, angka defisit tetap masih lebih   PERKEMBANGAN POLITIK DAN AKHIR
 menerima  pendapatan  lebih  agar  negara  dapat   KABINET WILOPO  reputasi negaranya. Demikian pula Wilopo yang
 kecil dari yang seharusnya terjadi yang bertahan
 berhemat dan tidak membebani rakyat.                          bukan hanya mempertaruhkan posisinya sebagai
 hingga pertengahan tahun 1953. Keberhasilan   Saat memulai kerjanya, Wilopo mewarisi
                                                               Perdana Menteri—yang bisa dibayangkan betapa
 Wiloo dalam menahan defisit dilakukan melalui   Selain itu, pemerintah juga banyak melakukan   sejumlah  persoalan  politik  yang  pelik  dari
                                                               besar serangan apabila ia gagal menyelesaikan
 serangkaian kebijakan untuk menutup neraca   reorganisasi keuangan yang ditujukan untuk   kabinet  sebelumnya.  Salah  satunya  adalah
                                                               MSA—melainkan pula masa depan politik luar
 pembayaran luar negeri yang berhasil dengan   menciptakan penghematan melalui pemotongan   menyangkut posisi politik luar negeri Indonesia
                                                               negeri Indonesia yang dijanjikan untuk tetap
 yang baik, politik industrialisasi yang secara tidak   anggaran yang besar pada sejumlah kementrian   yang cenderung mengarah ke Blok Barat.
                                                               aktif dalam usaha memelihara perdamaian dunia
 dinyanya juga memperoleh peningkatan dari   dan  badan  pemerintahan  lainnya  dan  Diterimanya bantuan Mutual Security Act, yang
                                                               dalam posisi yang netral.
 kenaikan harga minyak, yang dikombinaiskan   pengurangan-penguranan belanja pemerintah.   membuat kabinet sebelumnya mengembalikan
 dengan politik impor yang cukup efektif   Guna memperoleh anggaran untuk tahun 1953,   mandat, menjadi tantangan besar yang dapat   Pada akhirnya, Indonesia berhasil mengubah
 dalam membatasi barang-barang mewah dan   Kementrian Keuangan menghitung bahwa   diselesaikan dengan baik pada masa Kabinet   bentuk perjanjian dan hubungan kerjasama biasa





 316  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  317
   324   325   326   327   328   329   330   331   332   333   334