Page 600 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 600

pada periode awal Islam di Jawa         sendirinya juga membawa dampak                              sejak akhir abad ke- ke-16 sudah menjadi   dengan karya-karya yang dihasilkan di
            terus berkembang di kawasan pesisir     pada persebaran karya sastra pesantren                      pusat penulisan sastra Islam yang      lingkungan pesantren.
            terus berkembang seiring dengan         seiring luasnya persebaran masyarakat                       mampu menyebar keluar hingga masuk
            perkembangan Islam di kawasan           santri. Persebaran sastra pesantren itu                     ke keraton Surakarta. Berdasarkan      Tidak dapat dimungkiri, keraton
            pesisir itu sendiri. Sebagaimana        bahkan memasuki lingkungan keraton                          pembacaannya atas korpus Serat         selalu memainkan peran penting
            pertumbuhan dan perkembangan            yang selama ini dinilai sebagai pusat                       Jatiswara, Behrend (1995: 388; 429) bahkan   dalam perkembangan tradisi tulis.
            naskah Jawa kuno, pertumbuhan dan       kebudayaan Jawa. Berdasarkan bukti-                         menyimpulkan bahwa Serat Centini       Peran penting tersebut diwujudkan
            perkembangan naskah Islam di Jawa       bukti tekstual yang ada, Florida bahkan                     pun sumbernya berasal dari kawasan     dalam bentuk pemberian fasilitas
            tidak hanya berlangsung di kawasan      menyimpulkan bahwa sebagaian besar                          pesisir Cirebon. Meskipun Behrend      dan pengayoman terhadap kegiatan
            pesisir Jawa, tetapi juga berlangsung   naskah koleksi keraton Surakarta                            hanya menyebut daerah pesisir, bukan   penulisan naskah (Sedyawati 2001,
            lingkungan keraton. Selain itu, jika    merupakan naskah-naskah keislaman                           pesantren, satu hal yang tidak dapat   40). Melalui berbagai fasilitas dan
            pada perkembangan naskah Jawa Kuno,     yang berasal dari pesantren. Sebagai                        dipungkiri adalah keberadaan daerah    pengayoman yang diberikan oleh
            lembaga pendidikan semacam asrama       perbandingan, menurut Florida                               pesisir sebagai basis perkembangan     pihak keraton, para pengarang/penulis
            dan mandala memainkan peran penting     (1997:183), dari 1450 naskah koleksi                        pesantren (Simuh, dkk., 1989/1990: 14,   mendapat kemudahan sehingga menjadi
            dalam tradisi penulisan naskah Jawa,    Keraton Surakarta hanya ada 17 judul                        17).                                   produktif dalam menghasilkan karya
            maka seiiring dengan perkembangan       karya sastra yang merupakan saduran                                                                tulis. Dengan demikian, adanya iklim
            Islam dan kerajaan Islam di Jawa, maka   dari sastra Hindu Klasik, sementara                        Demikianlah, tradisi penulisan naskah-  yang kondusif untuk kegiatan penulisan
            pusat tradisi penulisan naskah Islam    naskah keislaman mencapai 500 judul.                        naskah keagamaan Islam di Jawa pada    naskah tersebut membuat keraton dalam
            di Jawa juga berpusat di lingkungan     Lebih dari itu, Florida (1993: 27; 1997: 175;               abad ke-19 itu memang berkembang di    perjalanan sejarahnya selalu menjadi
            pesantren dan keraton.                  2003; 16) bahkan menyimpulkan bahwa                         dua pusat tradisi tulis, yakni pesantren   pusat penulisan naskah, baik naskah
                                                    pujangga-pujangga Keraton Surakarta,                        dan keraton. Pesantren merupakan       kesusastraan maupun naskah-naskah
            Sebagai lembaga pendidikan Islam,       seperti Yasadipura I, Yasadipura II,                        lembaga pendidikan yang mengajarkan    keagamaan.
            tradisi tulis naskah yang berkembang    Ranggasasmita, dan Ranggawarsita,                           berbagai disiplin keilmuan Islam,
            di pesantren tampak memperlihatkan      merupakan alumni pesantren.                                 sementara keraton merupakan pusat      Sebagai konsekuensi logis atas fasilitas
            pertautannya dengan dua tradisi,                                                                    kebudayaan Jawa. Meskipun pengarang    yang diberikan oleh pihak keraton
            yakni Arab-Islam dan lokal-Nusantara.   Banyaknya naskah keraton yang                               atau penulis naskah-naskah keagamaan   kepada pengarang, karya-karya yang
            Tidak dapat dipungkiri, pesantren       berasal dari pesantren sebagaimana                          yang berkembang di keraton itu pada    dihasilkan dan yang ditulis oleh penulis
            dalam perjalanan sejarahnya telah       temuan Florida di atas tentu tidak                          dasarnya merupakan pengarang-          keraton itu dengan sendirinya juga tidak
            membawa pengaruh yang luas dan          mengherankan mengingat peran yang                           pengarang yang pernah belajar di       dapat dilepaskan dari kepentingan
            mendalam bagi kehidupan masyarakat      dimainkan pesantren dalam tradisi                           pesantren, akan tetapi lingkungan      keraton itu sendiri, terutama
            yang tidak terbatas pada kehidupan      penulisan naskah-naskah keagamaan                           budaya yang melahirkan karya-karyanya   kepentingan legitimasi kekuasaan
            keagamaan, namun juga pada aspek        Islam sudah lama berlangsung.                               itu, yakni keraton, dengan sendirinya   raja (Sedyawati 2001, 41). Oleh karena
            kebudayaan. Oleh karena itu, luasnya    Berdasarkan pengamatan Behrend (1995:                       juga membawa implikasi pada kekhasan   itu, tidak mengherankan jika naskah-
            pengaruh pesantren tersebut dengan      429-443), daerah pesisir seperti Cirebon                    karya-karyanya jika dibandingkan       naskah yang berasal dari lingkungan



         588    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   589
   595   596   597   598   599   600   601   602   603   604   605