Page 611 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 611

terhadap dua qashidah Arab yang berisi   Dalam konteks ini, Saleh Darat hanya   akhlak, meskipun tidak sebanyak kitab   Sakandari serta menerjemahkan kitab
 puji-pujian kepada Nabi Muhammad   menulis kalimat aslinya yang berbahasa   fikih. Dengan demikian, penulisan kitab-  ilmu kalam mazhab Asy‘ari di atas
 yang dalam tradisi kesusastraan Arab   Arab tanpa terjemahan antarbaris,   kitab pegon yang mengandung berbagai   dengan sendirinya memperlihatkan
 dikenal sebagai syi‘r al-madh, yaitu Syarh   setelah itu Saleh Darat memberikan   disiplin keilmuan Islam oleh Saleh Darat   militansi kesunnian Saleh Darat. Oleh
 al-Barzanji dan Kitab al-Mahabbah wa al-  penjelasan mengenai maknanya dan   itu merupakan upaya pemenuhan dari   karena itu, seperti halnya Ahmad ar-
 Mawaddah fi Tarjamah Qaul al-Burdah. 8  kemudian melengkapinya dengan   seorang Saleh Darat Saleh Darat terhadap   Rifai Kalisalak, tidak mengherankan
 komentar (Umam, 2011, 135).  kebutuhan nyata masyarakat santri   jika Saleh Darat dalam banyak karyanya
 Menurut Umam (2011, 134), sifat karya-  berkaitan dengan persoalan akidah,   juga dengan lugas menunjukkan afiliasi
 karya Saleh Darat dapat dikategorikan   Jika diperhatikan, berdasarkan isinya,   syariat, dan akhlak.  mazhabnya, baik mazhab teologi,
 dalam tiga kelompok: syarh atau   persentase karya-karya Saleh Darat di   fikih, maupun tasawuf. Dalam konteks
 komentar, ringkasan, dan karya baru:   atas tampak memperlihatkan kuatnya   Adapun berkaitan dengan bidang   ini, dalam bidang fikih Saleh Darat
 semua kitab dalam kategori fikih dan   dimensi fikih mazhab Syafi‘i dalam   akidah dan tasawuf, pilihan Saleh Darat   mengikuti mazhab Syafi‘i, dalam bidang
 tafsir merupakan karya baru, semua   bangunan keilmuan yang hendak   untuk menerjemahkan kitab tasawuf   teologi mengikuti mazhab Asy‘ari dan
 kitab yang masuk kategori hagiografi   disampaikan oleh Saleh Darat kepada   karya al-Gazali dan karya as-Sakandari   Maturidi, dan dalam bidang tasawuf
 dan akidah serta dua kitab yang masuk   santri dan masyarakat melalui kitab-  serta menerjemahkan kitab tentang   mengikuti tasawuf al-Gazali (Umam,
 kategori tasawuf, yaitu Minhaj al-Atqiya’   kitab pegon tulisannya itu. Hal itu   ilmu kalam yang berafiliasi ke mazhab   2011, 174).
 dan Matn al-hikam, merupakan syarh,   cukup beralasan mengingat fikih   Asya’ari yang ditulis oleh Ibrahim al-
 dan satu kitab tasawuf, yakni Munjiyat   merupakan disiplin keilmuan Islam   Laqqani ke dalam bahasa Jawa di atas   Berdasarkan daftar karya Saleh Darat di
 merupakan ringkasan dari Ihya’ ‘Ulµm   yang berkaitan langsung dengan   semakin memperlihatkan orientasi   atas, sepintas memang karya-karya Saleh
 ad-Din karya al-Gazali.  kebutuhan sehari-hari masyarakat   keislaman yang dianut oleh Saleh   Darat itu tidak ada yang secara khusus
 Islam menyangkut urusan ibadah dan   Darat untuk disebarkan ke masyarakat   dan eksplisit berbicara mengenai isu
 Satu hal yang menarik, seperti halnya   muamalah. Oleh karena itu, untuk   Jawa, yakni Islam Sunni. Sebagaimana   kolonialisme Belanda atas tanah Jawa.
 Ahmad ar-Rifai, Saleh Darat dalam   memenuhi kebututuhan masyarakat   diketahui, di kalangan Islam Sunni   Akan tetapi, melalui pembacaan yang
 karya-karya yang masuk dalam kategori   tersebut, tampaknya cukup beralasan   ajaran sufistik al-Gazali merupakan   cermat terhadap karyanya itu, tampak
 syarh juga mengaku bahwa karyanya   jika Saleh Darat berkepentingan untuk   otoritas dalam bidang tasawuf,   bahwa Saleh Darat juga menanamkan
 itu merupakan karya terjemahan. Akan   memperbanyak menulis kitab fikih   sedangkan pemikiran teologis Abµ   sikap anti kolonialisme kepada
 tetapi, melaui pembacaan yang cermat   dibanding menulis disiplin keilmuan   al-hasan al-Asy‘ari merupakan otoritas   masyarakat Jawa. Dalam salah satu
 terhadap beberapa karyanya yang   Islam lainnya. Meskipun demikian,   dalam bidang kalam atau akidah.  karyanya, yakni Majmµ‘ah asy-Syari‘ah,
 disebut sebagai terjemahan, Umam   mengingat kehidupan masyarakat itu   Saleh Darat (1378 H: 25) menyatakan
 (2011, 134-135) menyimpulkan bahwa   tidak hanya berkaitan dengan persoalan   Pilihan Saleh Darat untuk   bahwa haram hukumnya, bahkan dapat
 kitab terjemahan Saleh Darat itu bukan   ibadah dan muamalah semata, namun   menerjemahkan dan mengarang kitab   menyebabkan murtad, menyerupai
 sekadar kitab terjemahan, namun   juga dengan persoalan akidah dan   fikih dengan mengikuti mazhab Syafi‘i   tingkah-laku orang kafir, seperti
 merupakan syarh atau komentar terhadap   akhlak, Saleh Darat pun menulis kitab-  dan pilihannya untuk menerjemahkan   memakai jas, topi, dan dasi. Pernyataan
 kitab yang aslinya berbahasa Arab.   kitab yang berkaitan dengan akidah dan   kitab Tasawuf karya al-Gazali dan as-  Saleh Darat mengenai keharaman



 598  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   599
   606   607   608   609   610   611   612   613   614   615   616