Page 608 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 608

kitab tarajjumah karangannya dengan     Setelah merasa cukup belajar di                             pesantren maupun sebagai penulis kitab-  Islam (Umam, 2011, 133). Sebagai kiai
            sendirinya juga memperlihatkan          pesantren-pesantren Jawa, sekitar                           kitab keagamaan. Dalam konteks ini,    pesantren yang merupakan eksponen
            semangat Ahmad ar-Rifai dalam           tahun 1835 Saleh Darat diantar oleh                         Saleh Darat memainkan peran sebagai    abad ke- ke-19 dan yang menyerap
            menerjemahkan ajaran Islam di tengah-   ayahnya pergi ke Mekah dalam rangka                         kiai pesantren yang mendidik para      tradisi keilmuan dari pusat keilmuan di
            tengah masyarakat Jawa.                 mencari ilmu. Sebelum sampai ke                             santri serta menyampaikan dakwah ke    Tanah Suci, Saleh Darat jelas mengikuti
                                                    Mekah, Saleh Darat bersama ayahnya                          tengah-tengah masyarakat dan sekaligus   orientasi keilmuan yang menjadi
            Selain Ahmad ar-Rifai, di kalangan      singgah di Singapura dan berinteraksi                       sebagai punulis kitab-kitab keagamaan   trend di tanah Suci tersebut, yakni
            pesantren Jawa juga muncul penulis      dengan komunitas muslim di Singapura                        berbahasa Jawa dengan aksara pegon.    penguatan dimensi syariat dengan
            produktif dari Semarang, Jawa Tengah,   (Munir, 2007: 42; Umam, 2011, 120).                                                                tanpa mengabaikan dimensi tasawuf.
            yaitu Muhammad Saleh bin Umar,          Setelah beberapa waktu singgah di                           Tidak berbeda dengan Ahmad ar-Rifai,   Penguatan orientasi keilmuan tersebut
            yang dikenal dengan sebutan Kiai Saleh   Singapura, Saleh Darat bersama ayahnya                     Saleh Darat juga menulis sejumlah      tampak terlihat dengan jelas dalam
            Darat. Saleh Darat adalah putra Kiai    meneruskan perjalanan menuju Mekah.                         kitab dalam bahasa Jawa dengan aksara   karya-karya Saleh Darat. Dari 12 kitab
            Umar, Jepara, seorang kiai dan sekaligus   Selama di Mekah, Saleh Darat belajar                     pegon. Pilihan Saleh Darat untuk       pegon yang ditulis oleh Saleh Darat,
            seorang pejuang pada pasa perang        kepada beberapa ulama Haramain,                             menggunakan bahasa Jawa dengan         sebagaimana yang diinventarisasi dan
            Jawa yang dipimpin oleh Pangeran        seperti Syaikh Muhammad Muqri’ al-                          aksara pegon dalam karya-karyanya itu   diklasifikasikan oleh Umam (2011, 133-
            Dipanagara. Saleh Darat dilahirkan pada   Misri al-Maliki, Syaikh Muhammad bin                      tampaknya berkaitan langsung dengan    134), empat di antaranya merupakan
            tahun 1820 di desa Kedung Cumpleng,     Sulaiman Hasbullah, Sayyid Muhammad                         masyarakat pembaca yang hendak         kitab fikih, yaitu Majmµ‘ah asy-Syari‘ah
            Mayong, Jepara, Jawa tengah (Munir,     Zaini Dahlan, Syaikh Ahmad an-                              dituju, yakni masyarakat Jawa-santri   al-Kafiyah lil-‘Awwam, Fashalatan, Lata’if
            2007: 37; Umam, 2011, 119).             Nahrawi al-Misri al-Maliki, Syaikh Zahid,                   yang tidak memiliki akses langsung     at-taharah wa Asrar as-¢alah, dan Manasik
                                                    ulama asal Indoensia yang mengajar                          ke sumber-sumber primer berbahasa
            Sebagaimana umumnya anak kiai, Saleh                                                                Arab karena keterbatasan kemampuan     al-hajj wa al-‘Umrah wa Adab az-Ziyarah
            Darat untuk pertama kalinya belajar     di Haramain, Syaikh ‘Umar asy-Syami,                        bahasa Arab. Dengan demikian, apa      lisayyid al-Mursalin, sementara tiga lainya
                                                    Syaikh as-Sumbulawi al-Misri, dan
            dasar-dasar pengetahuan agama Islam                                                                 yang ditempuh oleh Saleh Darat melalui   merupakan kitab tasawuf, yaitu Minhaj
            kepada orang tuanya sendiri. Setelah itu,   Syaikh Jamal (Munir, 2007; 44).                         penulisan kitab-kitab beraksara pegon   al-Atqiya’, Matn al-hikam, dan Munjiyat.
            Saleh Darat meneruskan belajar kepada   Seiring berita kematian ayahnya, Saleh                      itu merupakan upaya menerjemahkan      Adapun dalam disiplin keilmuan
            kiai-kiai pesantren di kawasan Jawa     Darat pulang kembali ke Jawa Tengah.                        ajaran Islam sesuai dengan kondisi     lainnya, Saleh Darat hanya menulis
            Tengah, seperti Kiai Syahid Margoyoso,   Berbekal ilmu pengetahuan Islam yang                       masyarakatnya, sebuah upaya yang       satu kitab dalam bidang akidah, yaitu
            Pati; Kiai Muhammad Shalih bin          telah dipelajari, baik dari ulama Jawa                      disebut oleh Umam (2011, 214) sebagai   Tarjamah Sabil al-‘abid ‘ala Jauharah at-
            Asnawi, Kudus; Kiai Ishaq, Damaran,     maupun ulama Mekah, sekitar tahun                           lokalisasi Islam dalam konteks lokal.  Tauhid, satu kitab dalam bidang tafsir,
            Semarang; Kiai Abu Abdillah, Semarang;   1870 Saleh Darat mendirikan pesantren                                                             yaitu Faid ar-Rahman fi Tarjamah Tafsir
            Sayyid Ahmad Bafaqih, Semarang; dan     di Semarang, Jawa Tengah (Umam,                             Sepanjang kariernya sebagai            Kalam Maliki ad-Dayyan dan satu kitab
            Syekh Abdul Ghani Bima, seorang kiai    2011, 121). Pendirian pesantren tersebut                    kiai pesantren, Saleh Darat telah      dalam bidang ulumul Qur’an, yaitu al-
            dari Bima yang menetap di Semarang      tampaknya menandai babak baru bagi                          menghasilkan 12 karya tulis yang       Mursyid al-Wajiz fi ‘Ilm al-Qur’an. Selain
            (Munir, 2007: 40-41).                   kehidupan Saleh Darat, baik sebagai kiai                    mencakup berbagai disiplin keilmuan    itu, Saleh Darat juga menulis komentar



         596    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   597
   603   604   605   606   607   608   609   610   611   612   613