Page 610 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 610
terhadap dua qashidah Arab yang berisi Dalam konteks ini, Saleh Darat hanya akhlak, meskipun tidak sebanyak kitab Sakandari serta menerjemahkan kitab
puji-pujian kepada Nabi Muhammad menulis kalimat aslinya yang berbahasa fikih. Dengan demikian, penulisan kitab- ilmu kalam mazhab Asy‘ari di atas
yang dalam tradisi kesusastraan Arab Arab tanpa terjemahan antarbaris, kitab pegon yang mengandung berbagai dengan sendirinya memperlihatkan
dikenal sebagai syi‘r al-madh, yaitu Syarh setelah itu Saleh Darat memberikan disiplin keilmuan Islam oleh Saleh Darat militansi kesunnian Saleh Darat. Oleh
al-Barzanji dan Kitab al-Mahabbah wa al- penjelasan mengenai maknanya dan itu merupakan upaya pemenuhan dari karena itu, seperti halnya Ahmad ar-
Mawaddah fi Tarjamah Qaul al-Burdah. 8 kemudian melengkapinya dengan seorang Saleh Darat Saleh Darat terhadap Rifai Kalisalak, tidak mengherankan
komentar (Umam, 2011, 135). kebutuhan nyata masyarakat santri jika Saleh Darat dalam banyak karyanya
Menurut Umam (2011, 134), sifat karya- berkaitan dengan persoalan akidah, juga dengan lugas menunjukkan afiliasi
karya Saleh Darat dapat dikategorikan Jika diperhatikan, berdasarkan isinya, syariat, dan akhlak. mazhabnya, baik mazhab teologi,
dalam tiga kelompok: syarh atau persentase karya-karya Saleh Darat di fikih, maupun tasawuf. Dalam konteks
komentar, ringkasan, dan karya baru: atas tampak memperlihatkan kuatnya Adapun berkaitan dengan bidang ini, dalam bidang fikih Saleh Darat
semua kitab dalam kategori fikih dan dimensi fikih mazhab Syafi‘i dalam akidah dan tasawuf, pilihan Saleh Darat mengikuti mazhab Syafi‘i, dalam bidang
tafsir merupakan karya baru, semua bangunan keilmuan yang hendak untuk menerjemahkan kitab tasawuf teologi mengikuti mazhab Asy‘ari dan
kitab yang masuk kategori hagiografi disampaikan oleh Saleh Darat kepada karya al-Gazali dan karya as-Sakandari Maturidi, dan dalam bidang tasawuf
dan akidah serta dua kitab yang masuk santri dan masyarakat melalui kitab- serta menerjemahkan kitab tentang mengikuti tasawuf al-Gazali (Umam,
kategori tasawuf, yaitu Minhaj al-Atqiya’ kitab pegon tulisannya itu. Hal itu ilmu kalam yang berafiliasi ke mazhab 2011, 174).
dan Matn al-hikam, merupakan syarh, cukup beralasan mengingat fikih Asya’ari yang ditulis oleh Ibrahim al-
dan satu kitab tasawuf, yakni Munjiyat merupakan disiplin keilmuan Islam Laqqani ke dalam bahasa Jawa di atas Berdasarkan daftar karya Saleh Darat di
merupakan ringkasan dari Ihya’ ‘Ulµm yang berkaitan langsung dengan semakin memperlihatkan orientasi atas, sepintas memang karya-karya Saleh
ad-Din karya al-Gazali. kebutuhan sehari-hari masyarakat keislaman yang dianut oleh Saleh Darat itu tidak ada yang secara khusus
Islam menyangkut urusan ibadah dan Darat untuk disebarkan ke masyarakat dan eksplisit berbicara mengenai isu
Satu hal yang menarik, seperti halnya muamalah. Oleh karena itu, untuk Jawa, yakni Islam Sunni. Sebagaimana kolonialisme Belanda atas tanah Jawa.
Ahmad ar-Rifai, Saleh Darat dalam memenuhi kebututuhan masyarakat diketahui, di kalangan Islam Sunni Akan tetapi, melalui pembacaan yang
karya-karya yang masuk dalam kategori tersebut, tampaknya cukup beralasan ajaran sufistik al-Gazali merupakan cermat terhadap karyanya itu, tampak
syarh juga mengaku bahwa karyanya jika Saleh Darat berkepentingan untuk otoritas dalam bidang tasawuf, bahwa Saleh Darat juga menanamkan
itu merupakan karya terjemahan. Akan memperbanyak menulis kitab fikih sedangkan pemikiran teologis Abµ sikap anti kolonialisme kepada
tetapi, melaui pembacaan yang cermat dibanding menulis disiplin keilmuan al-hasan al-Asy‘ari merupakan otoritas masyarakat Jawa. Dalam salah satu
terhadap beberapa karyanya yang Islam lainnya. Meskipun demikian, dalam bidang kalam atau akidah. karyanya, yakni Majmµ‘ah asy-Syari‘ah,
disebut sebagai terjemahan, Umam mengingat kehidupan masyarakat itu Saleh Darat (1378 H: 25) menyatakan
(2011, 134-135) menyimpulkan bahwa tidak hanya berkaitan dengan persoalan Pilihan Saleh Darat untuk bahwa haram hukumnya, bahkan dapat
kitab terjemahan Saleh Darat itu bukan ibadah dan muamalah semata, namun menerjemahkan dan mengarang kitab menyebabkan murtad, menyerupai
sekadar kitab terjemahan, namun juga dengan persoalan akidah dan fikih dengan mengikuti mazhab Syafi‘i tingkah-laku orang kafir, seperti
merupakan syarh atau komentar terhadap akhlak, Saleh Darat pun menulis kitab- dan pilihannya untuk menerjemahkan memakai jas, topi, dan dasi. Pernyataan
kitab yang aslinya berbahasa Arab. kitab yang berkaitan dengan akidah dan kitab Tasawuf karya al-Gazali dan as- Saleh Darat mengenai keharaman
598 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 599

