Page 402 - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Compile 18 Januari 2019
P. 402

Kiri                                                                                                                                                                                                                                  Kiri
                          Mengunjungi Lukisan                                                                                                                                                                                                                   Mengunjungi Lukisan
                          Gua di Irian Jaya                                                                                                                                                                                                                     Gua di Irian Jaya
                          1997                                                                                                                                                                                                                                  1997
                          (Sumber: Buku                                                                                                                                                                                                                         (Sumber: Buku
                          Wardiman                                                                                                                                                                                                                              Wardiman
                          Djojonegoro,                                                                                                                                                                                                                          Djojonegoro,
                          Sepanjang Jalan                                                                                                                                                                                                                       Sepanjang Jalan
                          Kenangan)                                                                                                                                                                                                                             Kenangan)

                          Kanan                                                                                                                                                                                                                                 Kanan
                          Menteri Wardiman                                                                                                                                                                                                                      Menteri Wardiman
                          Djojonegoro dalam                                                                                                                                                                                                                     Djojonegoro dalam
                          Pameran SMK                                                                                                                                                                                                                           Pameran SMK
                          (Sumber: Buku                                                                                                                                                                                                                         (Sumber: Buku
                          Wardiman                                                                                                                                                                                                                              Wardiman
                          Djojonegoro,                                                                                                                                                                                                                          Djojonegoro,
                          Sepanjang Jalan                                                                                                                                                                                                                       Sepanjang Jalan
                          Kenangan)                                                                                                                                                                                                                             Kenangan)











                                                                                                                                                                  tinggi negeri dan swasta, dengan jumlah mahasiswa lebih dari 2 juta orang pada tahun 1993/1994 dan
                                                                                                                                                                  angka partisipasi sebesar 9,5 persen. 6

                                                                                                                                                                  Pada lima tahun masa kerjanya, terdapat tiga pokok program dan kebijakan yang dilakukan oleh
                                                                                                                                                                  Wardiman Djojonegoro.  Pertama, aspek perluasan kesempatan belajar sebagai suatu proses
                                                                                                                                                                                         7
                                                                                                                                                                  yang sistematis dan berkesinambungan yang  dilakukan  sejak awal PJP I. Perluasan kesempatan
                                                                                                                                                                  belajar dilakukan dengan cara meningkatkan wajib belajar sembilan tahun (Wajar Dikdas 9 Tahun),
                                                                                                                                                                  sesuai dengan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 yang mengonsepsikan pendidikan dasar bukan
                                                                                                                                                                  hanya SD 6 tahun tetapi ditambah dengan SLTP 3 tahun. Kedua, untuk melanjutkan kerangka
                                                                                                                                                                  landasan yang telah dibangun oleh menteri-menteri terdahulu dalam upaya meningkatkan mutu,
                                                                                                                                                                  beberapa program kelanjutan diperkenalkan oleh Wardiman, seperti pembinaan sekolah unggulan,
                                                                                                                                                                  peningkatan sarana dan prasarana yang lebih memadai, pengembangan Lembaga Pendidikan
                                                                                                                                                                  Tenaga Kependidikan (LPTK), dan peningkatan kualifikasi pendidikan guru. Program pascasarjana
                                                                                                                                                                  serta kegiatan penelitian dan pengembangan juga dikembangkan di perguruan tinggi dalam rangka
                                                                                                                                                                  menunjang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketiga, sebagai implementasi dari konsep relevansi
                                                                                                                                                                  pendidikan, diterapkan konsep  link and match, yakni konsep yang menyelaraskan antara dunia
                                                                                                                                                                  pendidikan dan dunia industri.

                                                                                                                                                                  Dari ketiga program tersebut konsep pendidikan link and match (kesesuaian dan keterpaduan) menjadi
                                                                                                                                                                  program utama yang dijalankan oleh Wardiman. Konsep ini sebenarnya tidak lahir dari pemikiran
                                                                                                                                                                                                                                 8
                                                                                                                                                                  Wardiman sendiri, tetapi diadaptasi dari pendidikan di Amerika Serikat.  Adalah Prof. Karl Willenbrock,
                                                                                                                                                                  pakar pendidikan dari Harvard University, Amerika Serikat, yang mengusulkan gagasan perlunya
                                                                                                                                                                  perusahaan menjadi “bapak angkat” bagi perguruan tinggi. 9


                                                                                                                                                                  Gagasan ini awalnya berangkat dari kerisauan Wardiman tentang banyaknya lulusan yang tidak sesuai
                                                                                                                                                                  dengan kebutuhan, baik dari tingkat keterampilan maupun dari jenis keterampilan yang dibutuhkan. Dunia
                                                                                                                                                                  pendidikan dan dunia kerja seringkali berjalan sendiri-sendiri. Menurut penuturan Wardiman, konsep link
                                                                                                                                                                           10
                                                                                                                                                                  and match  berangkat dari keadaan nyata masyarakat. Tenaga kerja yang dibutuhkan sepanjang masa
                                                                                                                                                                  adalah  tenaga  kerja terampil serta  lulusan yang  memiliki  keterampilan memadai  (sesuai). Wardiman
                                                                                                                                                                  mengakui  bahwa  lembaga  pendidikan  sejak  kemerdekaan belum mampu  memenuhi kedua  tuntutan
                                                                                                                                                                  tersebut. Dengan kata lain kebijakan link and match merupakan kebijakan Depdikbud yang dikembangkan
                                                                                                                                                                  untuk meningkatkan relevansi pendidikan, yaitu relevansi dengan kebutuhan pembangunan umumnya dan
                                                                                                                                                                  dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri. Dengan demikian esensi dari relevansi
                                                                                                                                                                  adalah upaya menciptakan keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan pembangunan.




                             390  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018                                                                                                             MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018  391
   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407