Page 404 - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Compile 18 Januari 2019
P. 404

Prof. Dr.-Ing.                                                                                                                                                                                                                        Wardiman
                          Wardiman                                                                                                                                                                                                                              Djojonegoro
                          Djojonegoro                                                                                                                                                                                                                           bersama dua ketua
                          memukul gong tanda                                                                                                                                                                                                                    umum PGRI, Basyuni
                          diresmikannya acara                                                                                                                                                                                                                   dan Prof. Moh. Surya
                          Festival Persahabatan                                                                                                                                                                                                                 pada tahun 2014
                          Indonesia Jepang                                                                                                                                                                                                                      (Sumber: Buku
                          1997                                                                                                                                                                                                                                  Wardiman
                          (Sumber: Festival                                                                                                                                                                                                                     Djojonegoro,
                          Persahabatan                                                                                                                                                                                                                          Sepanjang Jalan
                          Indonesia Jepang)                                                                                                                                                                                                                     Kenangan)























                                           Dalam  kesempatan  lain  Wardiman  menyebut  link  and  match  semakin  penting  karena  beberapa                      proses dan produk pendidikan dengan kebutuhan (needs, demands). Kebutuhan ini bersifat sangat luas,
                                           kecenderungan.  Pertama, sejalan dengan meningkatnya pembangunan nasional semakin meningkat pula                       multidimensional, dan multisektoral, mulai dari kebutuhan peserta didik, kebutuhan keluarga, kebutuhan
                                                         11
                                           tingginya tuntutan dunia kerja terhadap tenaga kerja yang bermutu baik secara kualitas maupun kuantitas.               masyarakat dan negara, serta kebutuhan pembangunan, termasuk kebutuhan dunia kerja.
                                                                                                                                                                                                                                                  12
                                           Kedua, perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan
                                           keahlian dalam bidang tertentu tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner.                       Pada jenjang pendidikan dasar, link and match ditujukan untuk pembentukan pribadi yang berbudi pekerti luhur,
                                           Ketiga,  pandangan  yang  cenderung  menganggap  tujuan  pendidikan  hanyalah  untuk  pengembangan                     beriman dan bertaqwa, berkemampuan, dan mempunyai keterampilan dasar untuk pendidikan selanjutnya di
                                           kepribadian sudah bergeser menjadi cara berpikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya                            tingkat menengah dan untuk bekal hidup. Penekan terakhir ditujukan untuk memperoleh keterampilan dasar
                                           menyiapkan peserta didik secara utuh, meliputi pengetahuan, sikap, kemauan, dan keterampilan fungsional                sebagai bekal hidup yang belum sepenuhnya mengarah pada bidang kejuruan atau pekerjaan tertentu,
                                                                                                                                                                  tetapi merupakan keterampilan dasar untuk belajar yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
                                           bagi kehidupan pribadi, warga negara, dan warga masyarakat, serta upaya mencari nafkah. Keempat,
                                           semakin populernya konsep pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mendapatkan prioritas                            Dengan konsep link and match lulusan pendidikan dasar adalah mereka yang mampu belajar tetapi
                                           tinggi. Dalam hal ini pendidikan dianggap sebagai upaya pengembangan SDM yang berkualitas. Konsep                      tidak seharusnya dianggap memiliki keterampilan kerja dan siap untuk bekerja. Tenaga terampil harus
                                           pengembangan SDM mengimplikasikan bahwa pendidikan merupakan wahana untuk pembangunan dan                              dihasilkan dari lulusan pendidikan dasar (SD dan SLTP) yang dilengkapi dengan kursus dan pelatihan
                                           perubahan sosial dan pendidikan merupakan investasi untuk masa depan.                                                  yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan luar sekolah. 13

                                           Implementasi link and match bisa ditelusuri dalam Kurikulum 1994. Ketentuan-ketentuan yang ada                         Pada jenjang pendidikan menengah,  link and match ditujukan untuk membekali pengetahuan dan
                                           dalam Kurikulum 1994 adalah (1) bersifat objective based curriculum, (2) nama SMP diganti mejadi SLTP                  keterampilan pada peserta didik agar memiliki kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan
                                           (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) dan SMA diganti SMU (Sekolah Menengah Umum), (3) mata                               tinggi atau kemampuan untuk bekerja. Konsep link and match pada pendidikan menengah kejuruan
                                           pelajaran PSPB dihapus, (4) program pengajaran SD dan SLTP disusun dalam 13 mata pelajaran, (5)                        lebih diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang diproyeksikan menjadi tenaga kerja tingkat menengah
                                           program pengajaran SMU disusun dalam 10 mata pelajaran, serta (6) penjurusan SMA dilakukan di kelas                    yang  terampil. Mereka  diharapkan  mampu  mengisi kebutuhan  berbagai jenis  lapangan  kerja  sesuai
                                           II dalam program IPA, program IPS, dan program Bahasa. Selain berisi pokok-pokok perubahan di atas                     dengan tingkatannya serta belajar menyesuaikan keterampilanya dengan perkembangan.
                                           Kurikulum 1994 juga menekankan pada pengembangan pendidikan kejuruan melalui jalur Pendidikan
                                           Sistem Ganda (PSG) di sekolah-sekolah kejuruan (SMK).                                                                  Untuk tujuan tersebut, penerapan link and match lebih ditujukan pada pelaksanaan PSG. Konsep link and
                                                                                                                                                                  match pada pendidikan tinggi lebih diarahkan pada peningkatan perguruan tinggi dalam menghasilkan
                                           Pendidikan Sistem Ganda merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang                          lulusan sesuai dengan kebutuhan industri, baik dari segi jumlah, komposisi menurut keahlian, maupun
                                           memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan                        mutu keahlian yang dimiliki. Pendidikan tinggi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang seimbang,
                                           keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja atau praktik langsung di dunia kerja. Melalui PSG                     baik  dilihat  dari kemampuan  profesional maupun  kemampuan  akademik. Kemampuan  akademik
                                           pendidikan dapat lebih terarah untuk mencapai tingkat keterampilan atau keahlian profesional tertentu.                 menekankan pada kemampuan penguasaan dan pengembangan ilmu, sedang kemampuan profesional
                                           Adapun tujuan PSG antara lain (1) menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, (2)                    menekankan pada kemampuan dan keterampilan kerja. 14
                                           memperkokoh link and match antara sekolah dan dunia kerja, (3) meningkatkan kesangkilan proses
                                           pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas, dan (4) memberikan pengakuan dan penghargaan                   Dalam perkembangannya penerapan kebijakan link and match menuai banyak kritik dan kontroversi
                                           terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.                                                       serta menyimpan dilema tersendiri. Link and match menjadi dilema karena di satu sisi kebijakan ini
                                                                                                                                                                  ditujukan untuk meningkatkan kualitas  SDM  masyarakat Indonesia, yang  dengan demikian mampu
                                           Link secara harfiah berarti ‘adanya pertautan, keterkaitan, atau hubungan interaktif’; sedang match                    bersaing dalam dunia kerja (usaha). Masih hangat dalam ingatan kita, sampai kini masyarakat masih
                                           berarti ‘cocok, padan’. Pada dasarnya link and match merupakan keterkaitan dan kecocokan antara                        berbondong-bondong memasukkan anaknya untuk bersekolah di jenjang pendidikan kejuruan dengan




                             392  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018                                                                                                             MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018  393
   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409