Page 22 - Buku Kanwil II
P. 22

Peran DJPb Dalam Perekonomian Regional                 murah  dan  cycling  periode-nya  lama  serta  secara
        Bengkulu melalui APBN                                  kuantitas  juga  tidak  banyak  -  bahkan  merupakan  yang
               Sebagai  institusi  yang  salah  satu  fungsinya   terendah di antara provinsi se-Sumatera).
        adalah  menyalurkan  dana  atas  beban  anggaran  APBN,       Pengeluaran  belanja  pemerintah  pusat  yang
        Direktorat Jenderal Perbendaharaan tentu saja memiliki   disalurkan  melalui  KPPN-KPPN  saat  ini  telah  mencapai
        peran yang besar terhadap keberhasilan pembangunan     Rp3.165  miliar  dari  total  anggaran  tersedia  sebesar
        daerah. Ditambah lagi dengan Dana Alokasi Khusus Fisik   Rp4.626  miliar  belum  termasuk  alokasi  Dana  Desa  dan
        dan  Dana  Desa  yang  disalurkan  oleh  KPPN  akan    DAK  Fisik.  Dalam  konteks  sosial-kultural  masyarakat
        membuat  peran  Direktorat  Jenderal  Perbendaharaan   Bengkulu yang agraris, berbudaya dan religius, progres
        menjadi lebih signifikan dalam pembangunan daerah.     penyerapan  anggaran  tidak  dapat  dilaksanakan  secara
               Direktorat  Jenderal  Perbendaharaan  mewakili   linear  merata  setiap  periode  selama  satu  tahun
        kehadiran  pemerintah  pusat  di  Bengkulu  dalam  rangka   anggaran. Anggaran sektor pertanian umumnya stagnan
        mencapai tujuan negara yaitu kesejahteraan masyarakat.   di  awal  tahun  dan  baru  mulai  ada  pergerakan  serapan
        Dalam  konteks  ini  kehadiran  pemerintah  diwujudkan   anggaran  menjelang  masa  tanam  tiba.  Termasuk  pula
        melalui  istrumen  kebijakan  fiskal  yaitu  Anggaran   didalamnya  adalah  sektor  infrastruktur  yang  terkait
        Pendapatan  dan  Belanja  Negara  (APBN)  dalam  rangka   dengan pertanian, seperti saluran irigasi dan bendungan
        meningkatkan pertumbuhan ekonomi.                      atau  jembatan.  Sektor  pariwisata,  budaya  dan  agama
               Saat ini pertumbuhan  ekonomi  menjadi ukuran   yang  merupakan  identitas  bagi  Provinsi  Bengkulu,
        standar  yang  paling  reliable  dalam  merefleksikan   progres  penyerapan  anggarannya  cenderung  fluktuatif
        keberhasilan   pemerintah    dalam    meningkatkan     sesuai dengan jadwal pelaksanaan event-event tersebut,
        kesejahteraan  masyarakat.  Perhitungan  pertumbuhan   diantaranya  festival  pantai  panjang,  festival  tabut,  dan
        ekonomi  dilakukan  dengan  membandingkan  Produk      musim  haji  dan  yang  terakhir  pada  tahun  2018  ini
        Domestik   Bruto   tahun   berjalan   dengan   tahun   kompetisi sains madrasah tingkat nasional. Dikarenakan
        sebelumnya. Dalam mengukur pertumbuhan ekonomi di      sudah  ada  jadwal  yang  direncanakan  maka  realisasi
        Provinsi  Bengkulu,  maka  data  statistik  yang  digunakan   anggaran  tidak  bisa  didorong  untuk  dilakukan  lebih
        adalah  Produk  Domestik  Regional  Bruto  (PDRB)      awal.
        Bengkulu.  Di  dalam  expenditure  approachment,  PDRB        Untuk  mengejar  target  serapan  anggaran
        merupakan  keseluruhan  barang  dan  jasa  yang        Direktorat  Jenderal  Provinsi  Bengkulu  senantiasa
        dikonsumsi oleh masyarakat, ditambah dengan investasi   berkoordinasi  dengan  Satker  KL  pengelola  dana  APBN
        yang  terbentuk  dan  total  konsumsi  pemerintah  serta   terkait  untuk  memastikan  bahwa  kegiatan  tersebut
        netto  dari  nilai  ekspor  dan  impor  (jika  ada)  =>  Y  =   dapat  dilaksanakan  dalam  rangka  menggulirkan  dana
        C+I+G+(E-I)                                            APBN kepada masyarakat guna menggerakkan ekonomi
               Berdasarkan  data  ekonomi  yang  dirilis  oleh   masyarakat  sekitar.  Teknis  koordinasi  yang  dilakukan
        Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, faktor dominan   antara lain : focus group disscussion, kunjungan kerja ke
        di  dalam  PDRB  Bengkulu  adalah  pengeluaran  dari   Satker KL terkait, one on one meeting dengan pengelola
        belanja  pemerintah  (baik  pusat,  provinsi  maupun   keuangan   untuk   menggali   informasi   mengenai
        kabupaten  dan  kota).  Ketergantungan  pertumbuhan    kesulitan-kesulitan  yang  dihadapi  dan  memberikan
        ekonomi Bengkulu terhadap pengeluaran pemerintah ini   rekomendasi alternatif solusi yang dapat dilaksanakan.
        sudah  berlangsung  selama  bertahun-tahun  dan  dalam        KPPN  sebagai  penyalur  dana  APBN  di  wilayah
        jangka  waktu  dekat  sepertinya  belum  akan  berubah.   kerja  Kabupaten/Kota  di  Provinsi  Bengkulu  memiliki
        Struktur  masyarakat  bengkulu  yang  agraris  (pertanian,   peran  yang  vital  dalam  memastikan  dana  yang


                  DJPb
              Hadir Untuk Negeri


           Kampung Nelayan Sejahtera
            Kota Bengkulu yang dulu
          kumuh kini mulai tertata rapi
             berkat pembangunan
            infrastruktur sarana dan
           prasarana yang didanai oleh
              APBN melalui KPPN



















        perkebunan  dan  nelayan)  sebagaimana  disebutkan     disalurkan  tepat  sasaran  dan  berdaya  guna.  Setiap
        sebelumnya  sampai  dengan  saat  ini  belum  mampu    lembar pengajuan yang diajukan baik dari pihak satuan
        mendongkrak  PDRB  dikarenakan  nilai  ekonomis  hasil   kerja  maupun  Pemerintah  Daerah  diteliti  sedemikian
        pertanian, perkebunan dan perikanan di Bengkulu relatif   rupa  sehingga  dapat  dipastikan  setiap  rupiah  yang
                                                                                                              21
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27