Page 308 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 308
keluarga besarku. Bayangan Arya semakin melekat pada rasa
rinduku sejak kami terpisah. Setamat kuliah Arya langsung
pulang ke kampung halamannya, Bengkalis, mengikuti tes
PNS. Alhamdulillah Arya lulus. Sementara aku tetap di
Pekanbaru, kota tempat kami sama‐sama menyelesaikan
kuliah. Kucoba peruntungan mengikuti tes PNS di kota ini,
walaupun tidak ada informasi yang jelas kapan tes akan
digelar.
Waktu mengemas takdirku, menguras ketegaranku.
Kenyataan getir bak air rebusan samboroto yang paling pekat
harus kutelan. Perih luar biasa setelah tahu bahwa
kerinduanku selama ini pada Arya dan impian‐impian indah itu
hanya mimpiku saja. Bukan mimpi Arya. Ternyata Arya punya
cerita rindu dan impian‐impian yang lain, tetapi bukan
bersamaku. Tragis. Terseok‐seok kususun kombinasi ikhlas
dan sabar yang hancur oleh pengkhianatanyang tak
beraroma.
Cerita rindu pun berubah sendu yang teramat pilu. Tapi,
di depan semua orang, aku tetap berlagak seperti pohon
beringin yang tetap kokoh berdiri walau diterpa angin
kencang. Enggan kuceritakan kepada siapa pun kepiluan hati
termasuk pada pikiranku sendiri. Aku tak mau episode
pengkhianatan itu menjadi kenangan. Sudah kupetieskan dan
kububuhi kata “pelajaran” di bagian luarnya. Hal ini
kulakukan agar tak menguapkan kenangan yang bisa
kuendus, tapi akan selalu kuingat untuk diambil hikmahnya.
Kejadian itu sudah lebih dari satu dasawarsa. Aku pun kini
menjadi PNS di Dabo Singkep, jauh dari rumah, jauh dari
Pekanbaru dan Arya. Sekarang rindu selalu membuat aku
296 | 80 Cerpenis MediaGuru

