Page 310 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 310

Rezeki Datang


                    Dari Arah Tak Terduga


                             Oleh: Wahyu Susilowati


             P
                    agi  itu  pukul  07.00  ketika  bersiap  untuk  berangkat
                    kerja,  aku  melihat  Pak  Juki.  Seorang  laki‐laki  paruh
                    baya  dengan  raut  muka  yang  terlihat  lebih  tua  dari
             usianya.  Otot‐ototnya  masih  tampak  kekar.  Jalannya  pun
             tegar.  Garis‐garis  wajahnya  tidak  simetris.  Sebuah  lukisan
             perjuangan  hidup  yang  maha  berat.  Meski  begitu,  jarang
             terlihat mendung di wajahnya,. Terutama saat melayani para
             pembeli. Dia menebarkan senyum ke semua orang. Namun,
             tidak dapat disembunyikan beban hidup yang dipikulnya.
                 Ketika  matahari  senja  masih  menyisakan  cahaya
             berwarna  jingga  di  ufuk  barat  sana,  aku  menyusuri  jalan
             kampung  bertanah  merah  yang  masih  belum  juga  di  aspal.
             Aku ingat saat turun hujan jalan itu akan menjadi becek, licin,
             dan  likat.  Bila  musim  kemarau,  jalan  itu  terasa  gersang  dan
             kering. Jika angin bertiup kencang, debu beterbangan masuk
             ke lubang hidung.
                 Aku  bertemu  dengan  Pak  Juki  setelah  dia  menjajakan
             ciloknya.
                 “Le, baru pulang?” sapa Pak Juki.
                 “Ya, Pak,” jawabku.






             298 | 80 Cerpenis MediaGuru
   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314   315