Page 313 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 313

“Alhamdulillah,  Bu,  rezeki  kita  hari  ini  bisa  untuk
              kebutuhan besok membeli beras dan lauk,” ucap Pak Juki.
                   “Pak,  tadi  Bu  Lina  menagih  uang  yang  tempo  hari  kita
              pinjam sebesar Rp200.000,00.”
                  “Bu, kalau bisa dibayarkan sedikit dari hasil jualan hari ini.
              Jika  dibayar  Rp  20.000,00  dulu  apakah  Bu  Lina  mau
              menerima?”
                  “Ibu coba dulu ya, Pak.”
                  Setelah beberapa menit kemudian Bu Surti sudah kembali
              dari rumah Bu Lina.
                  “Pak, alhamdulillah Bu Lina mau menerima. Asal bayarnya
              setiap hari, Pak.”
                  “Besok diusahakan ya, Bu. Semoga jualan kita besok laris
              sehingga bisa membayar utang kepada Bu Lina.”
                  “O,  ya,  Pak,  kemarin  Bu  Tiwi  juga  menagih  utang  kita
              Rp300.000,00 yang kita pinjam saat ibu sakit.”
                  “Ya, Bu, bilang saja ke Bu Tiwi, kita pasti membayarnya.

              Doakan  Bapak  ya,  Bu,  supaya  setiap  hari  bisa  mendapat
              rezeki yang berlebih.”
                  “Aamiin. Semoga ya, Pak.”
                  Pikiran Pak Juki jadi kalut karena penghasilan semakin tak
              menentu.  Hal  ini  disebabkan  sekolah  banyak  yang  libur,
              kantor‐kantor  tutup,  juga  jalan  desa  tertutup  oleh  portal
              akibat  pandemi.  Dengan  mengelus‐elus  kepala  dan
              menghirup napas panjang Pak Juki menata hati dan pikiran.
              Esok  pagi  apa  yang  harus  dilakukan  supaya  dapur  tetap
              mengepul.
                                          ***




                                 Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 301
   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318