Page 34 - MAJALAH 72
P. 34

PENGAWASAN

            DPR OPTIMIS TUNTASKAN




            KASUS BLBI/KLBI






            Kasus BLBI bermula dari krisis moneter yang melanda              agar dilihat oleh rakyat. “Ini
            Indonesia pada pertengahan tahun 1997, kasus ini selalu          seolah-olah mereka melakukan
            menjadi perdebatan publik hingga saat ini. Jika kita merunut     sesuatu yang berarti bagi
            kebelakang sebelum kasus ini mencuat, pemerintah Orba            masyarakat,”paparnya.
            dahulu selalu menekankan bahwa sistem fundamental                  Dia menambahkan, kasus
            perekonomian Indonesia kuat dalam menghadapi krisis              BLBI cenderung dipolitisir setiap
            ekonomi global.                                                  lima tahun sekali saat persaingan
                                                                             politik memuncak ditandai
                                                                             dengan pergantian Presiden.
                         amun sebagai       bunga 60 persen yang sampai saat   “Nanti kalau Presidennya
                         akibat permainan   ini masih dibayar oleh APBN      gantipun akan mengatakan hal
                         konglomerat global   kita.                          yang sama yaitu ini kasus sebelum
                         terhadap mata         Sampai satu dasawarsa         dia menjabat,”katanya.
            N uang Indonesia                bahkan sudah lima Presiden         Menurutnya pemerintah
            akhirnya kurs Rupiah semakin    sejak Soeharto, BJ Habibie,      kurang berkosentrasi terhadap
            terdepresiasi sangat tajam      Abdurahman Wahid, Megawati       penyelesaian kasus BLBI/KLBI.
            terhadap Dollar Amerika Serikat,   bahkan SBY, penyelesaian kasus   “Saya cukup prihatin dengan
            hingga akhirnya BI selaku penjaga   BLBI masih belum tuntas dan   kondisi kita saat ini yang
            sistem moneter dan fiscal sampai   memadai. Penyelesaian kasus   seharusnya segala persoalan itu
            mengubah sistem kurs mata uang   ini selalu muncul mewarnai      bisa selesai. Masa bisa sampai
            dari mengambang terkendali      pemerintahan hingga Kejaksaan    sepuluh tahun tidak selesai-
            (managed floating) menjadi kurs   Agung. Banyak sudah pejabat    selesai, ini pasti ada sesuatu yang
            mengambang bebas (
            mengambang bebas ( f r ee flo ating  dicopot karena kasus ini namun   tidak benar dan tidak niat untuk
            mengambang bebas (free floating).
               Menyerahkan kurs mata uang   kita merasa masih belum optimal.   menyelesaikannya,”terangnya.
            kepada mekanisme pasar menjadi     Pergulatan di Parlemenpun       Seharusnya, tandas Avi,
            boomerang bagi Pemerintah       tidak kalah menarik dengan       kita memiliki Pusat Pelaporan
            hingga akhirnya pergerakan      pemerintah, banyak sudah pansus   Analisa Transaksi Keuangan
            rupiah menjelang akhir 1997     dibentuk untuk menuntaskan       (PPATK), Instansi ini bisa
            menjadi semakin liar dan tidak   kasus BLBI/KLBI ini.  Hingga    bekerjasama dengan negara luar
            terkendali. Akibatnya perbankan   akhirnya yang terbaru adalah   untuk memblokir asset para
            Indonesia yang memiliki rekening   dibentuknya Pansus BLBI/      obligor nakal. “Memang masalah
            giro di BI cenderung bersaldo   KLBI secara aklamasi pada        kepastian hukumnya belum
            negatif dan tidak bisa ditutup,   sidang Paripurna yang dipimpin   bisa dipertanggungjawabkan,
            masyarakat hilang kepercayaan   oleh Wakil Ketua Soetardjo       jika masalah hukum tidak jelas
            terhadap sistem perbankan       Soerjoegoeritno pada Desember    mana mungkin negara lain mau
            sehingga nasabah mengambil      2007 silam.                      memblokir asset para obligor
            uangnya besar-besaran pada         “Dahulu Komisi II sudah       yang belum melunasi utangnya itu
            perbankan.                      memiliki tiga pansus mengenai    terhadap negara,”paparnya.
               Pemerintah berusaha          masalah BLBI, di Komisi XI
            mencegah krisis ini lebih lanjut   juga begitu, Komisi IX juga ada,”   Waspadai kredit BPR
            dengan melakukan likuidasi 16   kata Ketua Pansus BLBI Aulia       Aviliani mengatakan, saat ini
            bank umum swasta nasional.      Rahman.                          pengawasan BI sudah sangat ketat
            Langkah ini membuat panic          Pengamat Ekonomi Aviliani     jadi tidak mungkin akan terjadi
            nasabah hingga akhirnya BI      mengatakan, persoalan hukum      kasus serupa. “Jika ada masalah
            menggelontorkan dana talangan   belum menjadi kepastian di       sedikit terhadap Bank umum
            sebesar Rp 23 Triliun saat itu.    Indonesia. Bahkan, dia menilai   maka LPS akan langsung ambil
            Bahkan pada periode KLBI 1994-  kasus ini selalu diangkat ketika   alih dan segera diganti direksi,
            1995 telah diterbitkan Serifikat   menjelang pemilu dan diangkat   namun yang harus dikhawatirkan
            Bank Indonesia (SBI) dengan     ketika ada proses mencari sesuatu   kredit BPR,”papar Avi.

             2      PARLEMENTARIA TH. XL NO. 72
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39