Page 20 - Tanah Hutan Rakyat
P. 20
Tanah Hutan Rakyat 7
Desa Kalimendong untuk melakukan konservasi. Pemerintah
dan masyarakat desa ini berpeluang melakukan upaya
perlindungan dan pengelolaan lingkungan serta sumberdaya
alam yang ada secara cermat dan hati-hati. Desa ini berpeluang
dikonservasi, agar wilayah yang bergelombang dan terjal tetap
dapat memberi keuntungan ekonomi. Wilayah ini merupakan
tempat (space) bagi berbagai tumbuhan yang ditanam oleh
masyarakat yang merupakan bentuk perlindungan terhadap
hidroorologi, tanah, dan iklim tingkat mikro. Banyak pihak
menyebut upaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat
desa ini dengan istilah “hutan”, yang kemudian membuka
peluang untuk dikembangkan sebagai obyek wisata atau wana
wisata (hutan wisata).
Konservasi yang dilakukan oleh masyarakat Desa
Kalimendong, sesungguhnya dimaksudkan untuk terus
menerus mempertahankan atau melestarikan: Pertama,
fungsi ekologi tanah hutan rakyat di Desa Kalimendong
melalui upaya tata kelola produksi (misal: penebangan
albasia), yang mampu meminimalisasi gangguan terhadap
integritas lingkungan. Untuk itu proporsi dan sebaran pohon
albasia perlu diperhatikan, agar layak disebut hutan, yang
dibuktikan dengan terwujudnya stabilitas ekosistem (tanah,
air, serta struktur dan komposisi hutan).
Kedua, fungsi produksi tanah hutan rakyat di Desa
Kalimendong melalui upaya pelestarian sumberdaya yang
berupa permukaan dan tutupan tanah, pemeliharaan hutan
rakyat, dan pengelolaan tanaman di sela-sela tanaman keras
yang sesuai dengan daya dukung tanah dan nilai ekonomi yang