Page 22 - Tanah Hutan Rakyat
P. 22
Tanah Hutan Rakyat 9
sosial, dengan tokohnya B.F. Skinner, melalui bukunya “The
Behavior of Organisms: An Experimental Analysis” (1938).
Dengan memperhatikan paradigma utama dalam
sosiologi, maka paradigma yang tepat untuk digunakan
memahami semangat konservasi masyarakat Desa
Kalimendong adalah paradigma definisi sosial, terutama
Teori Fenomenologi-nya. Max Weber pernah menyatakan,
bahwa tindakan manusia dapat menjadi hubungan sosial,
yang selanjutnya oleh Alfred Schutz pernyataan Max Weber
ini dikuatkan dengan menunjukkan adanya bentuk inter-
subyektivitas, yang mengacu kepada suatu kenyataan. Alfred
Schutz juga menyatakan, bahwa individu dan kelompok
saling berinteraksi, saling memahami, dan saling bertindak.
Berdasarkan konsep inter-subyektivitas inilah selanjutnya
Alfred Schutz (1899-1959) membangun Teori Fenomenologi,
yang menyatakan bahwa norma (aturan) sosial telah
mengendalikan tindakan para aktor, yang sekaligus
memantapkan struktur sosial, sebagai hasil interpretasi para
aktor terhadap kejadian-kejadian yang dialaminya.
Berkaitan dengan Teori Fenomenologi, George Ritzer
(2005) menyatakan bahwa bila diamati dengan seksama, maka
diketahui adanya empat unsur pokok dalam teori ini, yaitu:
Pertama, actor (actor), adalah pihak yang melakukan sesuatu.
Kedua, sikap alamiah (natural attitude), adalah sikap yang
diisyaratkan atau ditunjukkan oleh aktor dalam kehidupannya
sehari-hari yang nampak sebagai suatu kewajaran. Ketiga,
masalah mikro (micro problem), adalah hal-hal yang secara
sosiologis bersifat mikro, misalnya proses pembentukan