Page 31 - Tanah Hutan Rakyat
P. 31
18 Aristiono Nugroho, dkk
sehingga memiskinkan kelompok masyarakat lainnya yang
tidak mendapat bagian untuk menguasai tanah.
Untuk mengatasi kemiskinan ada beberapa konsepsi
yang telah ditawarkan, misalnya konsepsi neo liberal, yang
menawarkan pemberdayaan masyarakat, dengan terlebih
dahulu memahami kemiskinan dari perspektif individual.
Basis pemikirannya adalah pemahaman, bahwa komponen
penting suatu masyarkat adalah kebebasan individu. Ide
utamanya adalah mengunggulkan mekanisme pasar bebas,
dan mengusulkan ketidakhadiran atau ketiadaan intervensi
negara di bidang ekonomi. Bagi paradigma ini, kemiskinan
merupakan fenomena individual yang disebabkan oleh
kelemahan dan pilihan individu yang bersangkutan.
Kemiskinan akan hilang dengan sendirinya bila kekuatan
pasar diperluas sebesar-besarnya dan pertumbuhan ekonomi
dipacu setinggi-tingginya. Dengan demikian strategi
penanggulangan kemiskinan bersifat residual, sementara, dan
hanya melibatkan keluarga, kelompok swadaya atau lembaga
keagamaan. Peran negara hanyalah sebagai “penjaga malam”
yang hanya akan intervensi bila kelompok swadaya atau
lembaga keagamaan tidak dapat lagi memainkan perannya.
Selain konsepsi neo liberal, ada pula konsepsi sosial
demokrat yang menawarkan solusi untuk mengatasi
kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Untuk
mengatasi kemiskinan, konsepsi sosial demokrat terlebih
dahulu mengajak semua pihak memahami, bahwa pasar bebas
tidak mengarah pada pencapaian kemakmuran yang meluas,
melainkan lebih banyak memperlihatkan eksploitasi besar-