Page 230 - Menuju Penataan Ruang dan Pengelolaan Pertanahan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan
P. 230

Efektifitas Alternative Dispute Resolution     221
                                        Dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Pertanahan

             D.  Penerapan Asas-Asas Perjanjian Dalam Penyelesaian Sengketa
                Tanah Melalui Alternatif Penyelesaian Sengketa/Alternative
                Dispute Resolution
                 Telah  disampaikan  sebelumnya  bahwa  sengketa  perdata
             tentang tanah memiliki peluang untuk dapat diselesaikan melalui
             metode ADR/APS/ADR, yaitu upaya penyelesaian sengketa perdata
             yang  didasarkan pada  kesepakatan para pihak  yang  bersengketa.
             Kesepakatan yang  telah  dibuat  tersebut  adalah  kesepakatan yang
             tunduk pada pada asas-asas perjanjian, karena ketentuan Pasal 1338
             ayat  (1)  KUH  Perdata  menyatakan  bahwa  semua  perjanjian  yang
             dibuat secara sah, berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang
             membuatnya. Diantara asas-asas perjanjian, ada beberapa asas yang
             menjadi pedoman dalam pembuatan kesepakatan pada ADR/APS,
             diantaranya  adalah  asas kebebasan berkontrak,  konsensualisme,
             itikad baik, pacta sunt servanda dan asas kepribadian (Kusumastuti,
             2014).  Pada  asas kebebasan berkontrak menjadi  prinsip  dasar
             dalam pembuatan  suatu perjanjian  dimana para pihak  diberikan
             kebebasan dalam  menyusun  perjanjian  sepanjang  disepakati
             bersama. Penerapan asas itikad baik dalam ketentuan Pasal 1338 ayat
             (3) KUH Perdata menyatakan bahwa perjanjian yang dirancang dan
             disepakati oleh para pihak haruslah didasarkan pada niat dan itikad
             baik dari para pihak. Penerapan asas itikad baik ini dapat terlihat
             pada saat  pelaksanaan  isi  perjanjian,  bahkan seharusnya sudah
             dapat dilaksanakan pada saat dimulainya perundingan antara para
             pihak (Nugroho,  2014)  Dengan  dilaksanakannya  perjanjian  ADR/
             APS dengan itikad baik, maka telah mengesampingkan penyelesaian
             secara litigasi di Pengadilan Negeri. Tanpa itikad baik dari  kedua
             belah pihak maka win-win solution yang menjadi tujuan dari ADR/
             APS ini tidak akan terwujud.

                 Kesepakatan para pihak atau juga dikenal dengan konsensualisme
             antara  para  pihak  sebagaimana  tercantum  dalam  Pasal  1320
             KUHPerdata  merupakan salah satu syarat sah  nya  perjanjian.
             Kesepakatan merupakan hal  yang  paling krusial  dalam  sebuah
             perjanjian, dan merupakan salah satu hal yang sangat menentukan lahir
             dan berlakunya suatu perjanjian. Kesepakatan atau konsensualisme
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235