Page 29 - REFORMA AGRARIA INKLUSIF
P. 29

Sadyohutomo (2018)  menyatakan bahwa rasio gini penguasaan
            tanah pada tingkat nasional tahun 2014 sebesar 0,71 dan rasio gini
            pendapatan 0,42  untuk  tahun  yang  sama,  artinya ketimpangan
            penguasaan SSA lebih buruk daripada ketimpangan ekonomi, padahal
            SSA merupakan sumber ekonomi yang pokok.

                Melalui  analisis  terhadap  data Sensus Pertanian BPS  yang
            diterbitkan setiap 10  tahun sejak  tahun 1963 (ST-63)  hingga ST-03,
            Wiradi dan Bachriadi (2011) merekam ketimpangan penguasaan tanah
            yang sudah terjadi sejak tahun ‘60-an, yang ditandai dengan dominasi
            Rumah Tangga Petani (RTP) atau petani gurem berlahan kurang dari
            0,5 ha dengan kecenderungan meningkat seiring waktu, dari 44 %
            (ST-63) menjadi 51 % (ST-03). Data tersebut dimutakhirkan dengan
            analisis terhadap ST-13 dan Survei Antar Sensus Pertanian (SUTAS)
            BPS yang dilakukan antara dua ST, yaitu SUTAS-18, yang menunjukkan
            percepatan dalam peningkatan jumlah petani gurem menjadi 59 %
            dari total RTP (Bachriadi 2020). Cita-cita UUPA (khususnya Pasal 17)
            dan Peraturan Pemerintah Pengganti UU  (Perpu) No 56/Prp/  1961
            (khususnya Pasal  8) dan Peraturan Pemerintah No 224 Tahun 1961
            tentang  Pembagian Tanah dan  Pemberian  Ganti  Rugi bahwa  batas
            minimal pemilikan tanah yang harus diusahakan Negara untuk setiap
            RTP seluas 2 (dua) ha tidak kunjung terlaksana—salah satu faktornya
            ialah pembekuan Reforma Agraria oleh Orde Baru, meskipun ketiga
            payung hukum tersebut hingga saat ini masih berlaku.

                            Tabel 2. Struktur Penguasaan Tanah
                           oleh Rumah Tangga Petani 1963-2018
                                               Tahun Sensus
                 Parameter                                           2018
                                 1963   1973 1983 1993  2003  2013
                                                                   (SUTAS)
                               NA (Not
             Jumlah RTP (juta)          21,6  23,8  30,2  37,3  NA  NA
                               Available)
             Persentase Absolute   NA   33%  21%   30%  37,3%  NA  NA
             Landless
             Jumlah RTP
             penguasa tanah    12,2     14,5  18,8  21,2  24,3  26,1  27,7
             (juta)



            14    REFORMA AGRARIAN INKLUSIF:
                  Praktik Penataan Akses Rumah Gender dan Disabilitas
                  di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34