Page 30 - REFORMA AGRARIA INKLUSIF
P. 30

Tahun Sensus
                 Parameter                                           2018
                                 1963   1973 1983 1993  2003  2013
                                                                   (SUTAS)
             Jumlah tanah yang
             dikuasai RTP (juta   12,9  14,2  16,8  17,1  21,5  23,3  21,6
             ha)
             Rerata penguasaan   1,05   0,99 0,89 0,81  0,89  0,89 0,78
             tanah RTP (ha)
             Persentase Petani   44%    46% 45%    49% 51%    56%  59%
             Gurem
             Rasio Gini
             Penguasaan Tanah  0,55     0,52  0,54  0,59  0,56  0,59  0,70

            Sumber: Wiradi dan Bachriadi (2011), BPS (2013) dan BPS (2018) dalam Bachriadi (2020)
                Ketimpangan  penguasaan  SSA akan  selalu  relevan dengan
            ketimpangan sosial  ekonomi  selama  usaha ekonomi dibangun  dari
            pengambilan dan pengolahan SSA atau berdiri dan beroperasi di atas
            SSA. Apalagi, dibandingkan dengan air dan udara, ketersediaan tanah
            yang dapat dimanfaatkan lebih terbatas, baik tanah sebagai sumber
            kekayaan alam, termasuk kesuburan/unsur hara (kualitas) maupun
            tanah sebagai Ruang Hidup dan Sumber Penghidupan (RHSP) atau
            daratan (kuantitas, dalam satuan persegi maupun kubik). Data ST-
            13 hingga SUTAS-2018 menunjukkan bahwa total luas areal pertanian
            rakyat tidak lebih dari 23 juta ha (12 % dari total luas areal daratan)
            dan dalam kurun waktu 2013-2018 telah menyusut hingga seluas 21,6
            juta ha (7%) akibat konversi lahan ke non pertanian atau pelepasan
            oleh RTP akibat tekanan ekonomi (Pujiriyani 2022).

                Pelaksanaan Reforma Agraria diatur dengan Peraturan Presiden
            (Perpres) No 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma
            Agraria (disahkan 3 Oktober 2023) dan ditempuh dengan strategi:
                a.  Legalisasi Aset;  yaitu  kegiatan pendaftaran  tanah pertama
                    kali dan pemeliharaan data dalam rangka Reforma Agraria.
                b.  Redistribusi Tanah; yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan
                    oleh pemerintah  dalam rangka pembagian  dan/atau
                    pemberian hak atas tanah yang bersumber dari Tanah Objek
                    Reforma  Agraria (TORA)  kepada Subjek Reforma  Agraria
                    (SRA) disertai dengan pemberian sertipikat hak atas tanah.

                                                                 BAB II   15
                      Reforma Agraria Inklusif: Upaya Mempertemukan Reforma Agraria dan GEDSI
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35