Page 163 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 163

Ahmad Nashih Luthfi


               bebas. Perbedaan ini selanjutnya menentukan kegiatan ekonomi
               dan kedudukan sosialnya, kelompok pertama berperan sebagai
               “abdi” atau “yang menyerahkan dirinya” sedangkan kelompok
               kedua sebagai “yang memerintah” atau “yang memperabdi”. 62
                   Sejumlah 43% keluarga di Desa Cibodas tidak memiliki
               tanah, 25% memiliki tanah pekarangan dan 23% keluarga
               lainnya mempunyai tanah garapan dengan luas kurang dari 2,5
                                  2
               acre (1 acre: 4.072 m ). Secara kasar 90% dari keluarga yang ada
               di Desa Cibodas adalah buruh tani.
                   Dalam kelompok petani bebas terdapat petani bebas kecil
               (memiliki tanah 2,5-12 acre) dan tuan tanah besar (lebih dari 12
               acre). Petani bebas kecil mencapai 6-8% keluarga, dan tuan tanah
               besar hanya 1,5% dari keluarga di Desa Cibodas.
                   Lokasi Cibodas yang pernah dikunjungi oleh Wakil Presiden
               Mohamad Hatta ketika gencar-gencarnya menyerukan gerakan
               koperasi, memberi pengalaman yang sangat penting. Usaha
               mempersatukan kelompok buruh tani dan kelompok petani
               bebas dalam suatu kerangka organisasi bersama menimbulkan
               adanya ketegangan sosial. Ide penyatuan melalui bentuk koperasi
               dengan keanggotaan yang tidak setara secara ekonomi dan sosial
               hanya menghasilkan ketimpangan organisasi belaka. Dengan
               komposisi semacam itu, maka timbul diskriminasi perlakuan
               koperasi terhadap kelas sosial yang berbeda.

               4.  Jurnal Sosiografi Indonesia (UGM)

                   Jurnal Sosiografi Indonesia dan Hukum Adat terbit sejak tahun
               1955 sampai dengan tahun 1961. Kelekatan kajian sosiologi
               pada hukum masih tampak dalam komposisi majalah tersebut
               yang banyak diawaki ahli hukum (meester in de rechten) dalam
               keredaksiannya. Tercatat sebagai penanggung jawab majalah
               tersebut adalah Prof. Dr. Mr. M.M. Djojodigoeno, sekretaris


                   62  H ten Dam, “Cooperation and Social Structure in the Village of
               Chibodas”, dalam W. F. Wertheim (ed.), Indonesian Economics, the Concept of
               Dualism in Theory and Practice, (The Hague: W. van Hoeve, 1961), hal. 345-382.
               Bandingkan juga dengan Sajogyo dan Pudjiwati Sajogyo, Sosiologi Pedesaan,
               Kumpulan Bacaan Jilid 1, (Yogyakarta: GMU Press, 2005), hal. 108-128
               110
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168