Page 160 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 160

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


                   Tahun    1950-an  melalui  prakarsa  Menteri  Pertanian,
               Soenaryo, dibuat Rancangan Undang-undang Agraria. Berbagai
               simposium di beberapa kota diadakan untuk menggodoknya.
               Tanggal 1 Agustus 1960, RUU baru hasil kerjasama Departemen
               Agraria, Panitia Ad Hoc DPR, dan Universitas Gadjah Mada
               diajukan ke DPR-GR. RUU itu akhirnya disetujui DPR-GR pada
               tanggal 24 September 1960 dalam Lembaran Negara No.104
               Tahun 1960 sebagai Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang
               Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, atau    dikenal dengan
               istilah Undang-undang Pembaharuan Agararia (UUPA). UUPA
               ini kemudian diikuti oleh Peraturan Pemerintah pengganti
               Undang-undang No.56 Tahun 1960 (yang dikenal dengan un-
               dang-undang land reform). Sejak saat itu tanggal 24 Sepetember
               1960 (hari lahirnya UUPA) ditetapkan sebagai “Hari Tani”. 59
                   Redistribusi tanah tidak serta merta dapat dilaksanakan
               sebab setahun kemudian pemerintah disibukkan dengan penyia-
               pan pembentukan panitia landreform, pengadilan landreform, dan
               pendanaan landreform. Baru pada tahun 1962 dapat dilaksanakan
               dengan tahapan pertama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Ta-
               hap kedua yang direncanakan adalah landreform di kawasan Su-
               matera, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya. Dalam perkem-
               bangannya, rencana ini gagal dilaksanakan. Pada tahun 1965
               terjadi huru-hara politik di tingkat nasional dan pembantaian
               rakyat di pedesaan-pedesaan, sesuatu yang kemudian membuat
               semua usaha mewujudkan landreform itu berhenti.










                   59  Lihat, Iman Soetiknjo, Politik Agraria Nasional: Hubungan Manusia dengan
               Tanah yang Berdasarkan Pancasila (Yogyakarta: UGM Press, 1994 [cetakan
               keempat]). Di masa Orde Baru, tanggal itu tidak lagi disebut dengan “Hari Tani”
               melainkan “Hari Ulang Tahun UUPA”. UUPA hanya dilihat sebagai “peristiwa”
               di masa lalu, bukan sebagai bukti dari kemenangan dan keberpihakan terhadap
               kaum tani. Hingga saat ini penyebutan itu masih bertahan di lembaga
               pemerintah.
                                                                        107
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165