Page 165 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 165

Ahmad Nashih Luthfi


               Geertz, Hilderd Geertz, Robert Jay, Donald Fagg,  67  Edward
               Ryan, dan Alice Dewey, dan Lea Williams.
                   Tim disambut oleh 3 professor, dan salah satu yang me-
               nyambutnya secara hangat adalah Prof. Iso Reksohadiprojo. 68
               Terpisahnya kerjasama antara Tim MIT dengan UGM menurut
               versi Clifford Geertz berawal dari usulan UGM yang meng-
               anjurkan Tim memilih lokasi penelitian di Wonosobo. Daerah
               lereng pegunungan ini dikenal dengan langkanya persediaan
               beras. Usulan lain UGM, menurut Geertz, adalah agar Tim
               menetap di penginapan/hotel yang ada di daerah itu dan
               mengundang para responden untuk diwawancarai, seperti gaya
               penelitian orang Belanda lama. Ide itu ditolak oleh Tim sebab
               tidak mencerminkan cara kerja antropologi sesungguhnya. 69
                   Meski kerjasama UGM dengan Tim MIT (yang kemudian
               memilih lokasi Pare, Kediri) akhirnya gagal, panitia dari UGM
               yang telah dipersiapkan itu tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan
               riset, dan lahirlah majalah Sosiografi Indonesia tersebut.


               5.  Riset LPEM-UI tahun 1954-1955
                   Penelitian berorientasi kajian ekonomi yang dilakukan oleh
               Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat di 23 desa Jawa
               Tengah dan Jawa Timur merupakan kerjasama antara Univer-
               sitas Indonesia dengan Kementerian Dalam Negeri.
                   Pemimpin riset saat itu adalah Widjojo Nitisastro dan Julius
               E. Ismael. Hasil riset itu dapat diikuti dalam tulisan berjudul
               Beberapa Bahan Keterangan mengenai Penduduk Djebres, suatu Desa
               di Jawa Tengah (1956); Pemerintah, Keuangan, dan Padjak di suatu

                   67  Donald Fagg setelah menyelesaikan disertasinya kemudian melakukan
               bunuh diri. Tidak diketahui alasannya. Tema disertasinya tentang modernisasi
               dan birokrasi oleh keluarganya tidak diperkenankan diterbitkan. Sediono M.P.
               Tjondronegoro, “Penelitian Ilmu Sosial dan Penentuan Kebijakan”, Prisma, 6,
               Juni 1983, hal. 56. Belum ada dugaan yang sifatnya spekulatif menghubungkan
               bunuh diri itu dengan temuan risetnya, prinsip/tujuan Tim, dan konteks Perang
               Dingin.
                   68  Mengenai tim ini, dikenang oleh Clifford Geertz dalam, “Recollection of
               an Itinerant Career”, Bulletin of Indonesian Economic Kajianes, Vol. 24, No. 3, 1988.
                   69  Ibid., hal. 33.
               112
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170