Page 170 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 170
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
Menurutnya, masalah agraria adalah masalah penghidupan
rakyat yang kompleks. Ia erat kaitannya dengan soal-soal politik,
ekonomi, dan sosial, sehingga penyelesaiannya tidak cukup ha-
nya ditinjau dari satu segi. Ia dengan tegas mengatakan,
“Soal Agraria (soal tanah) adalah soal hidup dan penghidupan
manusia, karena tanah adalah asal dan sumber makanan bagi
manusia. Perebutan tanah berarti perebutan makanan, perebutan
tiang hidup manusia. Untuk ini, orang rela menumpahkan darah,
mengorbankan segala yang ada demi mempertahankan hidup
selanjutnya”. 82
Perubahan masyarakat tani tidak dapat dipaksakan dari atas
atau dari luar, namun harus dilakukan dengan cara melakukan
penyadaran terhadap kaum tani, sehingga mereka tahu akan har-
ga diri, hak dan kewajibannya. Dari situlah perubahan dan pem-
bongkaran atas akar persoalan yang dihadapi kaum tani dapat
dilakukan. Suatu prinsip yang masih sangat relevan menjadi pe-
gangan para aktivis gerakan tani saat ini. Berdasarkan prinsip itu,
menurutnya, pengorganisasi kaum tani menjadi penting.
Tegasnya:
“Organisasi tani merupakan lapangan tani menyusun kekuatan.
Sebagai alat perjuangannya, untuk membebaskan dirinya dari
penindasan politik, ekonomi, dan sosial. Di sana belajar menambah
kecerdasan otak dan jiwanya, dan dengan kesadarannya nanti
membongkar segala pokok dan alat yang menjadi sumber
kemiskinan dan kesengsaraan, untuk memperbaiki hidupnya”. 83
Mengenai organisasi tani, Moch. Tauchid sejak awal meru-
pakan salah satu tokoh pejuangnya. Ia tidak hanya aktif di gera-
kan tani, namun masuk menjadi anggota parlemen di dalam
memperjuangkan hak-hak kaum tani. Ia juga tercatat sebagai
pendiri Barisan Tani Indonesia (BTI) pada tahun 1945, selepas
ia dipenjarakan oleh pemerintah Jepang sebab bergabung dengan
gerakan bawah tanah kelompok Sjahrir. 84 Bersama kawan-
82 Ibid., hal. xxl.
83 Ibid., hal. 394.
84 Wawancara dengan Imam Yudotomo (68 tahun, anak Moch. Tauchid),
Yogyakarta, 13 Agustus 2009. Penjelasan lain menyebutkan bahwa Moch.
117

