Page 166 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 166
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
Desa di Djawa Tengah (1957); dan Keadaan Penduduk di
Duapuluhtiga Desa di Djawa (1960). 70 Dalam tulisan terakhir
disebutkan bahwa di sepanjang Pulau Jawa penghidupan mayo-
ritas penduduk tergantung pada pertanian namun mereka hanya
memiliki tanah kurang dari 0,1 hektar. Diferensiasi sosial berda-
sarkan penguasaan tanah cukup disadari dalam riset tersebut.
Pada tahun 1956-1962 ketika UI mengirimkan sejumlah
mahasiswanya (sekitar 45 orang) untuk belajar ke luar negeri.
Widjojo Nitisastro dan J.E. Ismael yang terlibat dalam riset 23
desa tersebut dikirim ke UC Berkeley, California. Beberapa orang
dalam kelompok inilah yang kemudian oleh David Ransom
dalam majalah Rampart, edisi Oktober 1970, dijuluki dengan
“Mafia Berkeley”. 71 Kelompok ini pada masa Orde Baru me-
ngembangkan paham ekonomi yang jauh berbeda dari pengala-
man risetnya di tahun 1950-an itu.
6. Yogyakarta-nya Selo Soemardjan
Dalam disertasinya tahun 1962, Perubahan Sosial di Yog-
yakarta (judul asli Social Change in Yogyakarta), Selo Soemardjan
menunjukkan bahwa kondisi Yogyakarta berubah, menapaki
perjalanan sosial ekonomi yang semakin membaik. Terhadap sis-
tem penguasaan tanah bahkan ia menunjukkan,
“....di masa sebelum perubahan hukum tanah di tahun 1918 kaum
tani hanya mempunyai kewajiban dan tak mempunyai hak, bahwa
antara 1918 dengan 1951 mereka mempunyai kewajiban dan hak,
dan sejak dihapuskannya pajak tanah di tahun 1915 mereka hanya
mempunyai hak dan boleh dikata tidak mempunyai kewajiban”. 72
70 Judul-judul ini dapat diikuti dalam Moh. Sadli, “20 Tahun
Perkembangan Ilmu Ekonomi di Indonesia” dalam Widjojo Nitisastro (Ed.),
Research di Indonesia, 1945-1965, Bidang Sosial Ekonomi, Sosial, dan Budaya (IV)
(Jakarta: Departemen Urusan Research Nasional Republik Indonesia, 1965), hal.
199-200.
71 Goenawan Mohamad, dkk., Menyambut Indonesia: Lima Puluh Tahun
bersama Ford Foundation (1953-2003) (Ford Foundation dan Equinox Publishing,
2003), hal. 126.
72 Selo Seomardjan, Perubahan Sosial di Yogyakarta (Yogyakarta: Gadjah
Mada University, 1981), hal 177.
113

