Page 186 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 186

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


                   Kampto Utomo yang kemudian dikenal dengan “Bapak
               Sosiologi Pedesaan Indonesia” tidak pernah benar-benar belajar
               tentang sosiologi yang kala itu memang belum dikenal. 13  Bekal
               utama dalam memahami kehidupan masyarakat pedesaan selama
               kuliah terutama adalah dari kegiatan ekstrakurikuler. Ia pernah
               menjadi asisten mahasiswa yang bertugas di perpustakaan ju-
               rusan dengan tugas membaca dan membuat kartu berisi anotasi
               makalah penting dari berbagai majalah yang dilanggani. Penga-
               laman membuat bibliografi ini diakuinya sangat penting di dalam
               memberi peta awal pengetahuannya mengenai sosiologi.
                   Pengalamannya belajar turun lapangan di tengah masyarakat
               desa di Cibodas, Lembang, Bandung, juga memberi pengaruh
               mendalam. Secara sukarela dan berbiaya sendiri ia mendampingi
               H ten Dam, insinyur muda lulusan Universitas Wageningen
               Belanda. Di tengah masyarakat ini ia bergaul dan meneliti ten-
               tang buruh tani dan koperasi. 14  Laporan penelitian ini menarik
               perhatian Prof. W. F. Wertheim dari Universitas Amsterdam
               untuk mengajar di Indonesia, memilih menetap di UI Bogor dan
               bukannya UI Jakarta yang saat itu sedang merintis studi sosi-
               ologi. 15




               want to understand the economy of my country, study our culture and our
               political system; if you want to understand our culture and our political system,
               study our economy."
                   13  Lihat perkembangan ilmu sosiologi di Indonesia dalam bab sebelumnya
               (Bab IV). Pemahamannya tentang masyarakat desa dari teks diperoleh dari
               berlangganan majalah Currrent Antrhopology sejak tahun 1961 yang saat itu
               banyak mengulas tentang kehidupan desa, dan bukan Current Sociology yang justru
               tentang perkotaan.
                   14  Hasil penelitian ini dapat dibaca dalam H ten Dam, “Cooperation and
               Social Structure in the Village of Chibodas”, dalam W. F. Wertheim (Ed.),
               Indonesian Economics: The Concept of Dualism in Theory and Practice (The Hague: W.
               van Hoeve, 1961), hal. 345-382. Ringkasan berbahasa Indonesia ada dalam
               Sajogyo dan Pudjiwati Sajogyo, Sosiologi Pedesaan, Kumpulan Bacaan Jilid 1
               (Yogyakarta: GMU Press, 2005). Kajian mutakhir tentang Cibodas dilakukan
               oleh Slamet Widodo, “Struktur Sosial Masyarakat Desa: Cibodas Dari Masa Ke
               Masa”, lihat, www.learning-of.slametwidodo.com/?p=76, diakses tanggal 1
               Februari 2008.
                   15  Pengakuan W. F. Wertheim kepada Sajogyo melalui surat pribadi,
               sebagaimana diceritakan kembali dalam Sajogyo, “Refleksi…”, op.cit., hal. 8.
                                                                        133
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191