Page 191 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 191

Ahmad Nashih Luthfi


               sumbangan disertasi Kampto Utomo tersebut. Padahal disertasi
               ini kemudian tidak hanya menjadi rujukan utama di kampusnya
               (yang saat itu masih bernama Universitas Indonesia), dan
               monografinya   diterbitkan majalah  Teknik  Pertanian (1958),
               namun juga dibaca di luar negeri sebab diterjemahkan ke dalam
               bahasa Belanda. 25
                   Benar bahwa disertasi dan gelar Doktor Kampto Utomo
               tidak dengan embel-embel penyebutan “bidang sosiologi-pede-
               saan”, namun kajiannya yang bersifat sosiologis dan antropologis
               tentu bersifat distingtif dibanding yang dihasilkan dari kajian
               hukum, misalnya. Di tengah kelangkaan dan belum berkembang-
               nya studi   sosiologi  di Indonesia, disertasinya  merupakan
               sumbangan sangat besar bagi ilmu sosial. 26


               D. Rektor Setahun: Pakaian Dinas Abu-abu, Dering Tele-
                   pon Rumah dan Angket Mahasiswa

                   Pada tahun 1963, Kampto Utomo diangkat sebagai Guru
               Besar Fakultas Pertanian UI di Bogor melalui Surat Keputusan
               Presiden RI, tertanggal 31 Juni 1963. Dua tahun sesudahnya, ia
               diangkat menjadi Rektor Institut Pertanian Bogor. Surat keputu-
               san pengangkatannya tertanggal 23 April 1965. 27  Ia diangkat
               menggantikan Prof. Dr. Bachtiar Rivai.
                   Ia tidak pernah menyangka bakal terpilih menjadi rektor,
               sebab sebelumnya tidak pernah menduduki suatu jabatan
               apapun kecuali mengajar. Ia hanya pernah menjadi Ketua Bagian
               Sosiologi Pedesaan, di bawah Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas



                   25  Penerjemahan dalam bahasa Belanda dikerjakan oleh Sediono M.P.
               Tjondronegoro pada awal dekade 1960. Lihat, Sediono M.P. Tjondronegoro,
               Otobiografi Sediono M.P. Tjondronegoro: Mencari Ilmu di Tiga Zaman Tiga Benua
               [Penyunting A. N. Luthfi] (Bogor: Sains Press, 2008), hal. 85.
                   26  Beberapa karya dan kuliah yang dianggap sebagai dasar ilmu sosiologi di
               Indonesia pertama kali setelah perang adalah kuliah Mr. Soenario Kolopaking
               (ahli hukum) di Akademi Ilmu Politik, Yogyakarta (1948); buku teks “Sosiologi
               Indonesia” (Djody Gondokusumo); karya Bardosono dan karya Hassan Shadily
               (1950-an); dan Selo Soemardjan, “Social Changes in Jogjakarta” (1962). Selo
               Soemardjan, loc.cit.
                   27  Bukan 23 April 1977 sebagaimana ditulis Suratmin, op.cit., hal. 31.
               138
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196