Page 190 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 190

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               pengalaman mengajar di Bogor merupakan bagian dari upaya
               merintis “jalan baru” dalam studi ilmu-ilmu sosial di Amsterdam.
               Ia berharap bahwa para mahasiswa di sana dapat merintis jalan
               ilmu sosial dengan cara melakukan “studi lapang” di Indonesia,
               suatu pendekatan yang dinilai pas bagi zaman baru di Asia
               dibanding “pendekatan Leiden” semasa Hindia Belanda. 22
                   Demikianlah, sampai dengan periode ini Kampto Utomo
               mendapat pengaruh dari aliran Wageningen dan Amsterdam, dan
               bukan Leiden, dalam membuka disiplin ilmu sosiologi (pedesaan)
               di Bogor. Ia tidak hanya sebagai perintis studi sosiologi di Bogor
               namun juga studi sosiologi Indonesia Pasca Perang. Sebaliknya
               juga, menurut pengakuan Prof. W.F. Wertheim sebagaimana
               tersebut di atas, ilmu sosiologi yang diajarkannya di Amsterdam
               mempunyai kekhasan, yakni empiris dan historis yang berda-
               sarkan pengalaman riset lapangnya bersama para mahasiswa-do-
               sen di Bogor. 23
                   Sejarah sosiologi Indonesia tidak lengkap tanpa menyebut
               jasa Prof. W.F. Wertheim dan disertasi Kampto Utomo tentang
               masyarakat Way Sekampung, Lampung Selatan tersebut. Jika ada
               tuduhan bahwa perkembangan sosiologi Indonesia mengalami
               loncatan pada periode 1960-an, dengan hadirnya berbagai
               bantuan buku teks teori sosiologi Amerika dan tidak terlebih
               dahulu berangkat dari studi empiris sebab sebelumnya dikem-
               bangkan dalam kajian hukum, 24  maka tuduhan ini mengabaikan


                   22  Ibid. hal. 8.
                   23  Selain Kampto Utomo, para periode ini di Bogor yang mendapat
               bimbingan langsung Prof. W.F. Wertheim adalah Bachtiar Rifai. Periode
               setelahnya dari berbagai universitas terdapat Djokosutono, Harsja W. Bachtiar,
               Sartono Kartodirdjo, Sediono M.P. Tjondronegoro, S.B. Martokusumo, dan
               Basuki Gunawan. Selain kedua terakhir, semuanya bergelar Prof. Dr. Simak,
               Harsja W. Bachtiar, “Willem Frederick Wertheim: dari Ahli Hukum menjadi Ahli
               Sosiologi”, dalam Taufik Abudullah dan Edi Sedyawati (Ed.), Sejarah Indonesia:
               Penilaian Kembali Karya Utama Sejarawan Asing (Jakarta: Pusat Penelitian
               Kemasyarakatan dan Budaya, Lembaga Penelitian, Universitas Indonesia, 1997),
               hal. 259-288.
                   24  Selo Soemardjan, “Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia, dari 1945
               sampai 1965”, dalam dalam Widjojo Nitisastro (Ed.), Research di Indonesia, 1945-
               1965, Bidang Sosial Ekonomi, Sosial, dan Budaya (IV) (Jakarta: Departemen Urusan
               Research Nasional Republik Indonesia, 1965), hal. 342.
                                                                        137
   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195