Page 188 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 188

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               sahabat, murid, dan koleganya, Gunawan Wiradi, ia dikenal
               “keras kepala” dalam mempertahankan pendapatnya, semisal
               ketika dalam rapat organisasi. Meski demikian, ia menghargai
               perbedaan pendapat yang disampaikan yuniornya.
                   Masyarakat Mahasiswa merupakan organisasi hasil fusi pada
               tahun 1953 antara berbagai Persatuan Mahasiswa (Persatuan
               Mahasiswa Bogor, Persatuan Mahasiswa Bandung, dan Persatuan
               Mahasiswa Djogdja) dengan berbagai Corps/Concentrasi Maha-
               siswa (Corps Mahasiswa Bogor, Corps Mahasiswa Bandung, dan
               Concentrasi Mahasiswa Djogdja).  17  Dalam organisasi MMB
               inilah Kampto Utomo ikut membidani lahirnya Senat Mahasiswa
               UI di Bogor.

               C. Asistensi pada K. J. Pelzer dan W. F. Wertheim: Kesem-
                   patan Emas menjadi Doktor
                   Lulus pada tahun 1955, Kampto Utomo langsung berkiprah
               di almamaternya, Jurusan Sosek, Fakultas Pertanian Universitas
               Indonesia, di Bogor. Pada tahun itu pula ia segera melakukan
               riset mendampingi Prof. K. J. Pelzer, seorang geograf dari Yale
               University dalam meneliti persoalan agraria di Sumatera. Ber-
               sama Clark Cunningham, ia menjadi peneliti lapang selama ku-
               rang lebih 4 bulan. Hasil penelitian Pelzer ini kemudian diterbit-
               kan dalam bahasa Indonesia, Toean Keboen dan Petani: Politik
               Kolonial dan Perjuangan Agraria, 1963-1947; dan Sengketa Agraria:
               Pengusaha Perkebunan Melawan Petani. Keduanya diterbitkan oleh
               Pustaka Sinar Harapan. Pengalaman asistensi ini memberinya
               pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor geografi, pertanian,
               ekonomi, politik, sosiologi, dan kebudayaan saling berkelindan
               satu sama lain dalam membangun suatu konstruksi sejarah
               agraria.
                      Selepas itu, ia menjadi asisten sosiologi pedesaan mem-
               bantu Prof. W.F. Wertheim yang baru saja tiba bergabung di
               kampus tersebut. Ia mendampingi Prof. W. F. Wertheim, seorang


                   17  Wawancara dengan Gunawan Wiradi, Bogor, 21 April 2008. Jika tidak
               disebutkan nama lain, maka berarti wawancara dilakukan oleh penulis (ANL).
                                                                        135
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193