Page 189 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 189

Ahmad Nashih Luthfi


               ilmuwan dari Belanda yang penuh dedikasi dan kecintaan
               terhadap Indonesia. Prof. W.F. Wertheim dalam mengajar dan
               menguji para mahasiswa selalu menggunakan bahasa Indonesia.
               Kampro Utomo bertugas mendampingi dan membantu Prof.
               W.F. Wertheim dalam mengajar dan menguji tugas akhir maha-
               siswa. 18  Ia juga menemani Wertheim dalam melakukan riset
               lapangan.
                   Dalam sebuah wawancara, Wertheim menyatakan, “Di
               mana-mana bersama mahasiswa dan asisten saya, Kampto
               Utomo yang sekarang terkenal sebagai Prof. Dr. Ir. Sajogyo, kami
               melakukan penyelidikan di daerah-daerah pedesaan”. [Hasil
               penelitian itu memberi pemahaman], “Indonesia mempunyai
               situasi yang sangat banyak perbedaannya antara Jawa dan pulau-
               pulau luar Jawa, maka menurut saya inisiatif harus ditumbuhkan
               dari bawah”. 19
                   Hanya bergaul selama 2 bulan, Wertheim memberi penilaian
               bahwa Kampto Utomo telah siap menulis tesis doktor yang akan
               diujinya sebelum ia kembali ke Belanda. Tawaran itu diterima
               dengan senang hati. Segera Kampto Utomo mengatur jadwalnya:
               mulai bekerja keras menulis selama 6 bulan, rutin mengerja-
               kannya setiap hari setelah jam 8 malam. 20  Disertasinya berjudul
               Masyarakat  Transmigran  Spontan  di  Daerah  W.  Sekampung
               (Lampung) diuji pada tanggal 5 Oktober 1957 oleh komisi yang
               beranggotakan Prof. Soekamto (hukum adat), Prof. Teko Soemo-
               diwirjo dan Prof. Iso Reksohadiprojo (ekonomi pertanian,
               Universitas Gadjah Mada). 21
                   Dampak balik bagi Prof. W.F. Wertheim adalah bahwa



                   18  Kampto Utomo juga membimbing dan menguji skripsi Gunawan Wiradi.
                   19  Hersri Setiawan, “Prof. W.F. Wertheim: Masalah Demokrasi, Sosialisme
               dan Dunia Ketiga”, wawancara 16 November 1997, http://www.geocities.com/
               edicahy, diakses tanggal 10 September 2007.
                   20  Istri pertamanya, Hesti, tidak kuat dengan ritme bekerja dan belajar
               Kampto Utomo semacam ini, sehingga ia meminta pulang ke orang tua untuk
               sementara waktu, agar sang suami dapat menulis disertasinya dengan tenang. Ia
               hadir mendampingi kembali saat sang suami menjalani ujian disertasi.
                   21  Sajogyo, “Refleksi…”, op.cit., hal 7. Ulasan mengenai disertasi ini lihat
               bab sebelumnya (Bab IV).
               136
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194