Page 25 - pendidikan pancasila-BG-KLS-II
P. 25
dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Ia juga
mengapresiasi karya atau tindakan yang telah dihasilkan dan siap menghadapi
konsekuensi dari tindakan atau karya yang dihasilkannya tersebut.
3) Memiliki keluwesan berikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan
Pelajar Pancasila mampu mengidentiikasi gagasan-gagasan kreatif dalam
menghadapi situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapinya. Ia mampu
mengambil tindakan saat berada pada kondisi dan situasi yang tidak baik
dengan menemukan solusi alternatif. Pelajar Pancasil selalu berikiran positif
dalam menghadapi dan mengatasi semua permasalahannnya sehingga
permasalahan yang dihadapi mampu diatasi dengan baik.
3. Karakteristik Pendidikan Pancasila
Pendidikan Pancasila mempunyai kedudukan strategis dalam upaya menanamkan
dan mewariskan karakter yang sesuai dengan Pancasila kepada setiap warga negara,
dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan dan penuntun untuk
mencapai Indonesia emas.
Pendidikan Pancasila mendidik generasi muda Indonesia pada semua jenjang
pendidikan dan menjadi penghubung semua lintas mata pelajaran yang tidak dimiliki
oleh mata pelajaran lain. Karakteristik Pendidikan Pancasila sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan dan karakter ber-Pancasila.
b. Menumbuhkan kesadaran untuk melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjaga ketertiban dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c. Menciptakan keselarasan, mencegah konlik, dan mewujudkan persatuan dan
kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
d. Menjaga lingkungan dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
e. Mengembangkan praktik belajar kewarganegaraan yang berlandaskan Pancasila,
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal
Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Panduan Umum 9