Page 49 - Bahasa_Indonesia_BG_KLS_I_Rev
P. 49
kemandirian, dan konsentrasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan keaksaraan.
Asesmen ini dilakukan melalui kegiatan pembelajaran untuk mengetahui pemahaman
peserta didik terhadap bacaan, kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara,
atau materi lain yang menjadi fokus pada bab tersebut. Pemahaman tersebut dapat
didokumentasikan dalam catatan guru sebagai berikut.
Tabel 2. Contoh Pemetaan Hasil Asesmen Formatif di Bab I
Nilai Peserta Didik
Nama
No. Peserta Menjawab Memperkenalkan
Didik pertanyaan Mengenali Membaca Diri dengan Jelas Menulis Nama
tentang teks Huruf Suku Kata dan Santun Diri
yang disimak
1. Made
2. Syifa
3. Kristina
4. Martin
5. Ahmad
6. Dayu
7. Melisa
8. Doni
9
Asesmen formatif dapat berupa dokumentasi hasil karya peserta didik, lembar kerja
peserta didik, juga proyek kelas.
Catatan:
1. Perhatikan apakah ada peserta didik yang mengalami kendala penglihatan,
pendengaran, berbicara, atau kendala fisik dan psikologis lain yang bisa
berpengaruh pada berkembangnya kecakapan berbahasa. Konsultasikan
kepada orang tua, kepala sekolah, atau ahli jika diperlukan.
2. Dengan merujuk kepada Capaian Pembelajaran dan tujuan pembelajaran, guru
bisa memutuskan kriteria yang dipandang tepat dalam pembuatan rubrik.
3. Rubrik bisa pula dibuat untuk memetakan minat peserta didik, misalnya apakah
ia kurang menyukai, cukup menyukai, menyukai, atau sangat menyukai kegiatan
tertentu. Kriterianya adalah sikap positif dan tingkat antusiasme peserta didik
saat mengikuti proses pembelajaran.
Panduan Umum 37