Page 44 - Bahasa_Indonesia_BG_KLS_I_Rev
P. 44
Mengapa penting menerapkan asesmen awal?
Pada konteks SD kelas I dan II, asesmen awal penting untuk diterapkan karena memiliki
tujuan agar Satuan SD/MI dapat mengenal peserta didiknya dan mengidentifikasi apabila
ada peserta didik yang belum memiliki kemampuan fondasi yang optimal. Dengan
demikian, satuan SD/MI selanjutnya dapat melanjutkan pembinaan kemampuan
fondasi (yang seharusnya terjadi di PAUD) dengan tetap mengikuti struktur mata
pelajaran yang digunakan di SD/MI.
Bagaimana menerapkan asesmen awal?
Dalam menerapkan asesmen awal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan
oleh guru SD/MI kelas awal, yaitu
1. Kegiatan asesmen awal berpusat pada peserta didik dan menyenangkan.
Artinya, asesmen awal dilakukan melalui kegiatan yang menarik minat peserta
didik, misalnya melalui permainan, pembuatan hasil karya, mengeksplorasi
lingkungan sekitar, dan berbagai kegiatan lain. Dengan demikian, teknik asesmen
yang dapat disarankan oleh pendidik dalam mengumpulkan data peserta didik
adalah observasi dan penilaian kinerja.
Asesmen awal tidak boleh menggunakan kegiatan yang bersifat tes, misalnya
memanggil anak satu persatu untuk diuji kemampuannya membaca dan menulis.
Tes membaca dan menulis perlu dihindari karena
a. Tes umumnya mensyaratkan peserta didik harus sudah dapat baca tulis
sebelumnya.
b. Tes berpotensi mengakibatkan stres pada peserta didik karenanya memberikan
pemaknaan negatif terhadap kegiatan bersekolah.
c. Hasil tes umumnya berbentuk angka saja tanpa deskriptif sehingga kurang
memberi informasi untuk merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya.
Padahal, hasil asesmen awal seharusnya membantu pendidik untuk lebih
mengenal peserta didiknya sehingga dapat membantu menguatkan
kemampuan fondasi mereka.
2. Sederhana dan realistis.
Artinya, kegiatan asesmen awal tidak menjadi tambahan pekerjaan yang
membebani guru kelas. Asesmen awal dapat dilakukan sebagai kegiatan yang
tidak terpisah dari kegiatan pembelajaran, sehingga tidak perlu menyediakan
waktu tambahan secara khusus.
32 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)