Page 45 - Bahasa_Indonesia_BG_KLS_I_Rev
P. 45
3. Bermakna.
Artinya, hasil/informasi yang diperoleh dari asesmen awal ini tidak sekadar menjadi
kelengkapan administrasi belaka. Hasil dari asesmen awal harus digunakan untuk
membantu guru merencanakan pembelajaran yang membantu peserta didik
menguatkan kemampuan fondasinya.
Setelah memahami tiga hal penting dalam melakukan asesmen awal, selanjutnya
guru SD/MI kelas awal dapat mengikuti lima langkah sederhana berikut ini dalam
menerapkan asesmen awal.
Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3
Tentukan aspek Rancang kegiatan Identifikasi mata
kemampuan fondasi yang dapat pelajaran yang
yang ingin dipantau digunakan untuk digunakan
mengamati perilaku
tersebut
Dapat lebih dari satu! Dapat lebih dari satu!
Dapat lebih dari satu!
Langkah 5 Langkah 4
Identifikasi Dokumentasikan informasi tersebut di lembar
pertimbangan observasi. Anda tidak harus merekap informasi per
yang perlu anak. Serupa dengan prinsip asesmen formatif.
masuk ke dalam Informasi dapat berupa kemampuan peserta didik
rancangan kegiatan secara umum serta catatan khusus untuk tindak
pembelajaran ke lanjut seperti masanya peserta didik yang perlu
depan pendampingan lebih lanjut
Gambar 16. Tahapan Menyusun Asesmen Awal
Untuk membantu mempermudah guru dalam melakukan langkah 2,
Kemendikbudristek sudah menyusun contoh perilaku/kemampuan yang teramati dari
keenam kemampuan fondasi. Satuan Pendidikan dapat menambahkan contoh lain
yang dirasa relevan. Berikut ini adalah contoh perilaku/kemampuan yang teramati
dari keenam kemampuan fondasi:
Aspek kemampuan fondasi Contoh butir perilaku dari aspek fondasi
Mengenal nilai agama dan budi pekerti Menyebutkan kegiatan ibadah yang dilakukan keluarganya sehari
hari.
Bersedia menjalin interaksi dengan teman sebayanya
Panduan Umum 33