Page 29 - Hukum Perbankan Indonesia
P. 29

Krisis ini dimulai dengan jatuhnya pasar saham pada Oktober
                   1929, yang dikenal sebagai Black Tuesday. Dampaknya tidak hanya
                   terbatas pada pasar saham, tetapi juga merambat ke sektor perbankan
                   dan ekonomi secara keseluruhan. Spekulasi berlebihan dan ekspansi
                   kredit yang agresif selama dekade 1920-an menciptakan gelembung
                   aset yang akhirnya pecah. Bank-bank memberikan kredit secara besar-
                   besaran kepada individu dan perusahaan yang kemudian diinvestasikan
                   dalam pasar saham. Setelah pasar saham runtuh, kepercayaan publik
                   terhadap bank menurun drastis. Penarikan dana secara besar-besaran
                   oleh nasabah menyebabkan banyak bank kekurangan likuiditas dan
                   terpaksa menutup operasinya.
                       Antara tahun 1930 dan 1933, diperkirakan sekitar 9.000 bank
                   di Amerika Serikat mengalami kegagalan. Hal ini memperparah
                   kontraksi ekonomi karena kredit menjadi langka serta menghambat
                   investasi dan konsumsi. Jumlah uang yang beredar mengalami penu-
                   runan akibat kegagalan bank dan penarikan dana massal menyebabkan

                   deflasi. Hal  tersebut  meningkatkan  beban  utang  riil  dan  memper-
                   dalam depresi ekonomi.
                       Di tengah kesulitan yang melanda dunia perbankan, berbagai
                   upaya dilakukan untuk membangun kerangka kerja sama internasi-
                   onal yang baru dalam sistem pembayaran dan ekonomi. Pada tahun
                   1920, sebuah  konferensi diadakan di Brussel dengan dukungan
                   dari Liga Bangsa-Bangsa (LBB).  Dari konferensi tersebut, muncul
                                                 19
                   pendapat yang merekomendasikan bahwa setiap negara harus memi-

                   liki bank sentral yang bertanggung jawab atas pengendalian keuangan,
                   mengikuti model Bank of England. Dua tahun kemudian, pada tahun
                   1922, konferensi lanjutan diadakan di Genoa, Italia.
                       Salah satu hasil penting dari Konferensi Genoa adalah reko-
                   mendasi untuk menggunakan uang kertas sebagai bagian dari sistem
                   moneter di setiap negara, dengan tujuan mengurangi ketergantungan



                   19  Ibid.

                                                 Bab 1 Bank sebagai Lembaga Kepercayaan  13
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34